alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tak Hanya Gertak, Sekjen DPC PPP Bondowoso Laporkan Ketua DPRD Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ultimatum yang disampaikan Sekjen DPC PPP Bondowoso agar Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir meminta maaf bukan omongan kecap belaka. Sabtu, 12 Maret kemarin, petinggi PPP dan kuasa hukum Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin melaporkan Ahmad Dhafir ke Polres Bondowoso.

Laporan tersebut disebabkan video pernyataan yang dianggap pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. Berkas laporan itu diserahkan melalui jajaran Pengurus DPC PPP Bondowoso kepada Satreskrim Polres Bondowoso. Aduan dilayangkan setelah ultimatum 2×24 jam yang disampaikan melalui Sekretaris Jenderal DPC PPP Bondowoso Barri Sahlawi Zain, namun tak diindahkan oleh Ahmad Dhafir.

Baca Juga : Catut Ketua MUI Bondowoso, Tipu Jutaan Rupiah

Mobile_AP_Rectangle 2

Ultimatum itu dilayangkan setelah pernyataan Ahmad Dhafir tentang dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Daerah Bondowoso yang beredar luas di media sosial. Menurut Barri Sahlawi, pihaknya mengadukan Ahmad Dhafir dengan dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. “Iya, tetap menggunakan ITE (UU Informasi dan Transaksi Elektronik, Red),” katanya.

Dia menyebutkan, dalam aduan itu pihaknya juga menyertakan bukti berupa video yang viral, berita, dan pernyataan Ahmad Dhafir yang memperkuat atas statement sebelumnya. Disinggung perihal kuasa hukumnya, menurut Sahlawi, Bupati Salwa Arifin telah menunjuk tiga kuasa hukum. Yakni Husnus Sidqi, Edi Firman, dan Gigih Wijaksono. “Kami sudah koordinasi. Itu opsional bupati. Kalau bupati mau menggunakan unsur pemerintahan atau unsur kuasa hukum pihak profesional, maksud saya di luar pemerintahan, itu hak bupati,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin, Husnus Sidqi, mengaku bahwa aduan terhadap Ahmad Dhafir telah lengkap legal standing-nya. “Kami melaporkan namanya. Terlepas itu dari menjabat sebagai Ketua Dewan Bondowoso atau Ketua PKB Bondowoso,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ultimatum yang disampaikan Sekjen DPC PPP Bondowoso agar Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir meminta maaf bukan omongan kecap belaka. Sabtu, 12 Maret kemarin, petinggi PPP dan kuasa hukum Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin melaporkan Ahmad Dhafir ke Polres Bondowoso.

Laporan tersebut disebabkan video pernyataan yang dianggap pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. Berkas laporan itu diserahkan melalui jajaran Pengurus DPC PPP Bondowoso kepada Satreskrim Polres Bondowoso. Aduan dilayangkan setelah ultimatum 2×24 jam yang disampaikan melalui Sekretaris Jenderal DPC PPP Bondowoso Barri Sahlawi Zain, namun tak diindahkan oleh Ahmad Dhafir.

Baca Juga : Catut Ketua MUI Bondowoso, Tipu Jutaan Rupiah

Ultimatum itu dilayangkan setelah pernyataan Ahmad Dhafir tentang dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Daerah Bondowoso yang beredar luas di media sosial. Menurut Barri Sahlawi, pihaknya mengadukan Ahmad Dhafir dengan dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. “Iya, tetap menggunakan ITE (UU Informasi dan Transaksi Elektronik, Red),” katanya.

Dia menyebutkan, dalam aduan itu pihaknya juga menyertakan bukti berupa video yang viral, berita, dan pernyataan Ahmad Dhafir yang memperkuat atas statement sebelumnya. Disinggung perihal kuasa hukumnya, menurut Sahlawi, Bupati Salwa Arifin telah menunjuk tiga kuasa hukum. Yakni Husnus Sidqi, Edi Firman, dan Gigih Wijaksono. “Kami sudah koordinasi. Itu opsional bupati. Kalau bupati mau menggunakan unsur pemerintahan atau unsur kuasa hukum pihak profesional, maksud saya di luar pemerintahan, itu hak bupati,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin, Husnus Sidqi, mengaku bahwa aduan terhadap Ahmad Dhafir telah lengkap legal standing-nya. “Kami melaporkan namanya. Terlepas itu dari menjabat sebagai Ketua Dewan Bondowoso atau Ketua PKB Bondowoso,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ultimatum yang disampaikan Sekjen DPC PPP Bondowoso agar Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir meminta maaf bukan omongan kecap belaka. Sabtu, 12 Maret kemarin, petinggi PPP dan kuasa hukum Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin melaporkan Ahmad Dhafir ke Polres Bondowoso.

Laporan tersebut disebabkan video pernyataan yang dianggap pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. Berkas laporan itu diserahkan melalui jajaran Pengurus DPC PPP Bondowoso kepada Satreskrim Polres Bondowoso. Aduan dilayangkan setelah ultimatum 2×24 jam yang disampaikan melalui Sekretaris Jenderal DPC PPP Bondowoso Barri Sahlawi Zain, namun tak diindahkan oleh Ahmad Dhafir.

Baca Juga : Catut Ketua MUI Bondowoso, Tipu Jutaan Rupiah

Ultimatum itu dilayangkan setelah pernyataan Ahmad Dhafir tentang dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Daerah Bondowoso yang beredar luas di media sosial. Menurut Barri Sahlawi, pihaknya mengadukan Ahmad Dhafir dengan dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. “Iya, tetap menggunakan ITE (UU Informasi dan Transaksi Elektronik, Red),” katanya.

Dia menyebutkan, dalam aduan itu pihaknya juga menyertakan bukti berupa video yang viral, berita, dan pernyataan Ahmad Dhafir yang memperkuat atas statement sebelumnya. Disinggung perihal kuasa hukumnya, menurut Sahlawi, Bupati Salwa Arifin telah menunjuk tiga kuasa hukum. Yakni Husnus Sidqi, Edi Firman, dan Gigih Wijaksono. “Kami sudah koordinasi. Itu opsional bupati. Kalau bupati mau menggunakan unsur pemerintahan atau unsur kuasa hukum pihak profesional, maksud saya di luar pemerintahan, itu hak bupati,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin, Husnus Sidqi, mengaku bahwa aduan terhadap Ahmad Dhafir telah lengkap legal standing-nya. “Kami melaporkan namanya. Terlepas itu dari menjabat sebagai Ketua Dewan Bondowoso atau Ketua PKB Bondowoso,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/