alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat DBD

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Bondowoso pada awal tahun ini tercatat sudah mencapai tiga orang. Saat memasuki musim hujan, kasus terkonfirmasi DBD biasanya memang mengalami peningkatan. Mengingat pada musim tersebut nyamuk, khususnya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD, mudah untuk berkembang biak.

Akibatnya, pasien DBD yang dirawat di RSU dr H Koesnadi juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Bahkan pada Januari lalu sudah ada 91 pasien DBD yang dirawat di tempat tersebut. “Untuk Februari masih berjalan. Januari itu yang sangat meningkat,” ungkap Direktur RSU dr H Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna.

Menurut dia, rata-rata yang terjangkit dan dirawat di rumah sakit adalah masyarakat yang masih tergolong dalam usia produktif atau usia muda. Mirisnya, dari banyaknya pasien yang dirawat, beberapa di antaranya meninggal dunia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso Tuhu Suryono mengatakan, peningkatan kasus DBD sudah terjadi sejak bulan November tahun lalu. Bersamaan dengan datangnya musim hujan di Bumi Ki Ronggo. Dia menyebutkan, pada awal tahun ini, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia akibat terjangkit DBD. Jumlah kematian tersebut sama dengan kejadian yang terjadi selama satu tahun pada tahun sebelumnya. “Mulai Januari sampai sekarang tiga,” imbuhnya.

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Bondowoso pada awal tahun ini tercatat sudah mencapai tiga orang. Saat memasuki musim hujan, kasus terkonfirmasi DBD biasanya memang mengalami peningkatan. Mengingat pada musim tersebut nyamuk, khususnya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD, mudah untuk berkembang biak.

Akibatnya, pasien DBD yang dirawat di RSU dr H Koesnadi juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Bahkan pada Januari lalu sudah ada 91 pasien DBD yang dirawat di tempat tersebut. “Untuk Februari masih berjalan. Januari itu yang sangat meningkat,” ungkap Direktur RSU dr H Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna.

Menurut dia, rata-rata yang terjangkit dan dirawat di rumah sakit adalah masyarakat yang masih tergolong dalam usia produktif atau usia muda. Mirisnya, dari banyaknya pasien yang dirawat, beberapa di antaranya meninggal dunia.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso Tuhu Suryono mengatakan, peningkatan kasus DBD sudah terjadi sejak bulan November tahun lalu. Bersamaan dengan datangnya musim hujan di Bumi Ki Ronggo. Dia menyebutkan, pada awal tahun ini, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia akibat terjangkit DBD. Jumlah kematian tersebut sama dengan kejadian yang terjadi selama satu tahun pada tahun sebelumnya. “Mulai Januari sampai sekarang tiga,” imbuhnya.

BADEAN, Radar Ijen – Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Bondowoso pada awal tahun ini tercatat sudah mencapai tiga orang. Saat memasuki musim hujan, kasus terkonfirmasi DBD biasanya memang mengalami peningkatan. Mengingat pada musim tersebut nyamuk, khususnya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD, mudah untuk berkembang biak.

Akibatnya, pasien DBD yang dirawat di RSU dr H Koesnadi juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Bahkan pada Januari lalu sudah ada 91 pasien DBD yang dirawat di tempat tersebut. “Untuk Februari masih berjalan. Januari itu yang sangat meningkat,” ungkap Direktur RSU dr H Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna.

Menurut dia, rata-rata yang terjangkit dan dirawat di rumah sakit adalah masyarakat yang masih tergolong dalam usia produktif atau usia muda. Mirisnya, dari banyaknya pasien yang dirawat, beberapa di antaranya meninggal dunia.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso Tuhu Suryono mengatakan, peningkatan kasus DBD sudah terjadi sejak bulan November tahun lalu. Bersamaan dengan datangnya musim hujan di Bumi Ki Ronggo. Dia menyebutkan, pada awal tahun ini, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia akibat terjangkit DBD. Jumlah kematian tersebut sama dengan kejadian yang terjadi selama satu tahun pada tahun sebelumnya. “Mulai Januari sampai sekarang tiga,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/