alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Persiapan Ijen Geopark dan Pesta Religi Bondowoso

Salah Satu Cara Menarik Wisatawan untuk Berkunjung

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upaya meningkatkan jumlah kunjungan melalui event pariwisata di tengah pandemi masih sangat terbatas bahkan minim sekali. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga berjanji akan kembali menggelar event-event wisata setelah pandemi mereda.

“Sementara ini belum dimungkinkan untuk melakukan event. Kurang tahu kalau tahun depan pandemi ini sudah berakhir. Insyaallah, event akan kembali kita lakukan,” ungkap Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Ijen

Walaupun tidak bisa menggelar event secara langsung, pihaknya masih akan mengadakan event budaya yang dilakukan secara virtual. Selain itu, untuk 2022 mendatang dia masih memprioritaskan pada dua program yakni, Ijen Geopark dan Pesantren Wisata Religi (Pesta Religi).

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk Ijen Geopark, menurut Mulyadi, persiapannya sudah mencapai 90 persen. Artinya, tinggal menunggu penilaian dari Tim UNESCO. Rencana penilaian tersebut sebelumnya akan dilakukan pada juli lalu. Namun, karena pertimbangan pandemi Covid-19, akhirnya harus dibatalkan dan ditunda. “Penilaiannya antara bulan Maret atau April tahun depan. Karena memang keadaannya pandemi seperti ini,” imbuhnya.

Sementara untuk Pesta Religi, pihaknya saat ini masih sedang melakukan verifikasi sejumlah pondok pesantren melalui tim yang sudah ditugaskan. Mereka melakukan penilaian di sejumlah pesantren, sehingga menemukan kriteria pesantren yang layak untuk dijadikan sebagai pilot project Pesta Religi. “Karena di Bondowoso banyak pesantren. Baik lokal ataupun yang sudah maju,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upaya meningkatkan jumlah kunjungan melalui event pariwisata di tengah pandemi masih sangat terbatas bahkan minim sekali. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga berjanji akan kembali menggelar event-event wisata setelah pandemi mereda.

“Sementara ini belum dimungkinkan untuk melakukan event. Kurang tahu kalau tahun depan pandemi ini sudah berakhir. Insyaallah, event akan kembali kita lakukan,” ungkap Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Ijen

Walaupun tidak bisa menggelar event secara langsung, pihaknya masih akan mengadakan event budaya yang dilakukan secara virtual. Selain itu, untuk 2022 mendatang dia masih memprioritaskan pada dua program yakni, Ijen Geopark dan Pesantren Wisata Religi (Pesta Religi).

Untuk Ijen Geopark, menurut Mulyadi, persiapannya sudah mencapai 90 persen. Artinya, tinggal menunggu penilaian dari Tim UNESCO. Rencana penilaian tersebut sebelumnya akan dilakukan pada juli lalu. Namun, karena pertimbangan pandemi Covid-19, akhirnya harus dibatalkan dan ditunda. “Penilaiannya antara bulan Maret atau April tahun depan. Karena memang keadaannya pandemi seperti ini,” imbuhnya.

Sementara untuk Pesta Religi, pihaknya saat ini masih sedang melakukan verifikasi sejumlah pondok pesantren melalui tim yang sudah ditugaskan. Mereka melakukan penilaian di sejumlah pesantren, sehingga menemukan kriteria pesantren yang layak untuk dijadikan sebagai pilot project Pesta Religi. “Karena di Bondowoso banyak pesantren. Baik lokal ataupun yang sudah maju,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upaya meningkatkan jumlah kunjungan melalui event pariwisata di tengah pandemi masih sangat terbatas bahkan minim sekali. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga berjanji akan kembali menggelar event-event wisata setelah pandemi mereda.

“Sementara ini belum dimungkinkan untuk melakukan event. Kurang tahu kalau tahun depan pandemi ini sudah berakhir. Insyaallah, event akan kembali kita lakukan,” ungkap Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Ijen

Walaupun tidak bisa menggelar event secara langsung, pihaknya masih akan mengadakan event budaya yang dilakukan secara virtual. Selain itu, untuk 2022 mendatang dia masih memprioritaskan pada dua program yakni, Ijen Geopark dan Pesantren Wisata Religi (Pesta Religi).

Untuk Ijen Geopark, menurut Mulyadi, persiapannya sudah mencapai 90 persen. Artinya, tinggal menunggu penilaian dari Tim UNESCO. Rencana penilaian tersebut sebelumnya akan dilakukan pada juli lalu. Namun, karena pertimbangan pandemi Covid-19, akhirnya harus dibatalkan dan ditunda. “Penilaiannya antara bulan Maret atau April tahun depan. Karena memang keadaannya pandemi seperti ini,” imbuhnya.

Sementara untuk Pesta Religi, pihaknya saat ini masih sedang melakukan verifikasi sejumlah pondok pesantren melalui tim yang sudah ditugaskan. Mereka melakukan penilaian di sejumlah pesantren, sehingga menemukan kriteria pesantren yang layak untuk dijadikan sebagai pilot project Pesta Religi. “Karena di Bondowoso banyak pesantren. Baik lokal ataupun yang sudah maju,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/