alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Harga Tiket Wisata 2022 di Bondowoso Naik

Capaian 2021 Tak Sesuai Target Imbas Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata untuk 2022 mendatang akan ditingkatkan dengan cara menaikkan harga tiket masuk wisata serta mengadakan tiket di wisata yang selama ini belum berbayar. Hal tersebut diusulkan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso kepada pemerintah daerah. Mengingat, pada tahun ini capaian PAD masih jauh dari target yang ditetapkan.

Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso, target PAD dari sektor pariwisata tahun ini yakni di atas Rp 155 juta. Namun, capaiannya hingga 10 Desember lalu masih berkisar pada angka Rp 50 juta, atau masih berada di angka 32.53 persen. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan PAD tahun sebelumnya. Di mana targetnya hanya Rp 66 jutaan, sementara capaian PAD mencapai lebih dari Rp 105 juta.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengungkapkan, sebelum menaikkan retribusi atau tiket masuk wisata, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus merumuskan dan mengkaji secara matang. “Secara teknis biar dikaji oleh Dinas Pariwisata dengan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah, Red). Karena ini juga dapat menaikkan PAD kita,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi mengatakan, dalam pengajuan menaikkan retribusi wisata, selain menyesuaikan dengan fasilitas serta sarana prasarana yang ada di tempat wisata, juga harus menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat setempat. “Jadi, peningkatannya tidak terlalu signifikan,” katanya.

Walaupun sebenarnya, menurut Mulyadi, untuk sasaran pengunjung bukan wisatawan dari Bondowoso, melainkan wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara. Oleh sebab itu, pihaknya terus menggencarkan promosi wisata. Baik melalui media sosial maupun berbagai cara lainnya. “Termasuk Ijen Geopark ini, kan dalam rangka menyosialisasikan kepada khalayak banyak, khususnya dunia. Bahwa Ijen Geopark ini ada di Bondowoso, yang bisa dinikmati oleh wisatawan mancanegara,” tegasnya.

Mulyadi menyebut, ada beberapa destinasi yang diajukan untuk ditingkatkan harga tiket masuk wisata. Di antaranya Arak-Arak, Kawah Wurung, dan beberapa wisata lainnya yang ada di Bondowoso. “Destinasi wisata yang belum bertiket. Ini nanti kami tiketkan,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata untuk 2022 mendatang akan ditingkatkan dengan cara menaikkan harga tiket masuk wisata serta mengadakan tiket di wisata yang selama ini belum berbayar. Hal tersebut diusulkan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso kepada pemerintah daerah. Mengingat, pada tahun ini capaian PAD masih jauh dari target yang ditetapkan.

Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso, target PAD dari sektor pariwisata tahun ini yakni di atas Rp 155 juta. Namun, capaiannya hingga 10 Desember lalu masih berkisar pada angka Rp 50 juta, atau masih berada di angka 32.53 persen. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan PAD tahun sebelumnya. Di mana targetnya hanya Rp 66 jutaan, sementara capaian PAD mencapai lebih dari Rp 105 juta.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengungkapkan, sebelum menaikkan retribusi atau tiket masuk wisata, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus merumuskan dan mengkaji secara matang. “Secara teknis biar dikaji oleh Dinas Pariwisata dengan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah, Red). Karena ini juga dapat menaikkan PAD kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi mengatakan, dalam pengajuan menaikkan retribusi wisata, selain menyesuaikan dengan fasilitas serta sarana prasarana yang ada di tempat wisata, juga harus menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat setempat. “Jadi, peningkatannya tidak terlalu signifikan,” katanya.

Walaupun sebenarnya, menurut Mulyadi, untuk sasaran pengunjung bukan wisatawan dari Bondowoso, melainkan wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara. Oleh sebab itu, pihaknya terus menggencarkan promosi wisata. Baik melalui media sosial maupun berbagai cara lainnya. “Termasuk Ijen Geopark ini, kan dalam rangka menyosialisasikan kepada khalayak banyak, khususnya dunia. Bahwa Ijen Geopark ini ada di Bondowoso, yang bisa dinikmati oleh wisatawan mancanegara,” tegasnya.

Mulyadi menyebut, ada beberapa destinasi yang diajukan untuk ditingkatkan harga tiket masuk wisata. Di antaranya Arak-Arak, Kawah Wurung, dan beberapa wisata lainnya yang ada di Bondowoso. “Destinasi wisata yang belum bertiket. Ini nanti kami tiketkan,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata untuk 2022 mendatang akan ditingkatkan dengan cara menaikkan harga tiket masuk wisata serta mengadakan tiket di wisata yang selama ini belum berbayar. Hal tersebut diusulkan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso kepada pemerintah daerah. Mengingat, pada tahun ini capaian PAD masih jauh dari target yang ditetapkan.

Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso, target PAD dari sektor pariwisata tahun ini yakni di atas Rp 155 juta. Namun, capaiannya hingga 10 Desember lalu masih berkisar pada angka Rp 50 juta, atau masih berada di angka 32.53 persen. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan PAD tahun sebelumnya. Di mana targetnya hanya Rp 66 jutaan, sementara capaian PAD mencapai lebih dari Rp 105 juta.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengungkapkan, sebelum menaikkan retribusi atau tiket masuk wisata, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus merumuskan dan mengkaji secara matang. “Secara teknis biar dikaji oleh Dinas Pariwisata dengan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah, Red). Karena ini juga dapat menaikkan PAD kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi mengatakan, dalam pengajuan menaikkan retribusi wisata, selain menyesuaikan dengan fasilitas serta sarana prasarana yang ada di tempat wisata, juga harus menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat setempat. “Jadi, peningkatannya tidak terlalu signifikan,” katanya.

Walaupun sebenarnya, menurut Mulyadi, untuk sasaran pengunjung bukan wisatawan dari Bondowoso, melainkan wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara. Oleh sebab itu, pihaknya terus menggencarkan promosi wisata. Baik melalui media sosial maupun berbagai cara lainnya. “Termasuk Ijen Geopark ini, kan dalam rangka menyosialisasikan kepada khalayak banyak, khususnya dunia. Bahwa Ijen Geopark ini ada di Bondowoso, yang bisa dinikmati oleh wisatawan mancanegara,” tegasnya.

Mulyadi menyebut, ada beberapa destinasi yang diajukan untuk ditingkatkan harga tiket masuk wisata. Di antaranya Arak-Arak, Kawah Wurung, dan beberapa wisata lainnya yang ada di Bondowoso. “Destinasi wisata yang belum bertiket. Ini nanti kami tiketkan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Cegah Laka, Atasi Hal Sepele Ini

Pesan Halal Bihalal SMASGA

/