alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Gelaran Festival Film Pendek Nasional Ada di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

Pihaknya melihat kreativitas mereka yang masuk nominasi, sangat bagus. Bahkan sekelas anak-anak SMA sudah bisa membuat film pendek. Karenanya tahun depan, pihaknya akan menyupport penuh dan menjadi agenda pemerintah daerah.

Sementara Ketua Panitia Arif Firmansyah mengatakan, tahun ini adalah tahun ke empat. Setiap even di Bondowoso, selalu melibatkan Litbang Film Indonesia. Bahkan Kasubid Fasilitasi pada Pusat Pengembangan Film M Soleh Setiawan hadir langsung ke Bondowoso. Selain itu juga ada tiga orang dari Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom). “Kami melibatkan para pakar dan pesertanya dari seluruh penjuru Indonesia,” ujarnya.

Selain penghargaan pelajar, ada penghargaan sutradara terbaik. Didapat SMK Dr Soetomo Surabaya dengan judul Rumah Nada. Sedangkan penulis naskah terbaik dari SMA Islam Dian Didaktika Depok Jabar dengan judul Senja Terakhir di Bulan April. Kategori pemeran terbaik didapat SMKN 10 Bandung dengan judul Bicara Rasa. Dan kategori umum diraih Winih Production dengan judul Winih.

- Advertisement -

Pihaknya melihat kreativitas mereka yang masuk nominasi, sangat bagus. Bahkan sekelas anak-anak SMA sudah bisa membuat film pendek. Karenanya tahun depan, pihaknya akan menyupport penuh dan menjadi agenda pemerintah daerah.

Sementara Ketua Panitia Arif Firmansyah mengatakan, tahun ini adalah tahun ke empat. Setiap even di Bondowoso, selalu melibatkan Litbang Film Indonesia. Bahkan Kasubid Fasilitasi pada Pusat Pengembangan Film M Soleh Setiawan hadir langsung ke Bondowoso. Selain itu juga ada tiga orang dari Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom). “Kami melibatkan para pakar dan pesertanya dari seluruh penjuru Indonesia,” ujarnya.

Selain penghargaan pelajar, ada penghargaan sutradara terbaik. Didapat SMK Dr Soetomo Surabaya dengan judul Rumah Nada. Sedangkan penulis naskah terbaik dari SMA Islam Dian Didaktika Depok Jabar dengan judul Senja Terakhir di Bulan April. Kategori pemeran terbaik didapat SMKN 10 Bandung dengan judul Bicara Rasa. Dan kategori umum diraih Winih Production dengan judul Winih.

Pihaknya melihat kreativitas mereka yang masuk nominasi, sangat bagus. Bahkan sekelas anak-anak SMA sudah bisa membuat film pendek. Karenanya tahun depan, pihaknya akan menyupport penuh dan menjadi agenda pemerintah daerah.

Sementara Ketua Panitia Arif Firmansyah mengatakan, tahun ini adalah tahun ke empat. Setiap even di Bondowoso, selalu melibatkan Litbang Film Indonesia. Bahkan Kasubid Fasilitasi pada Pusat Pengembangan Film M Soleh Setiawan hadir langsung ke Bondowoso. Selain itu juga ada tiga orang dari Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom). “Kami melibatkan para pakar dan pesertanya dari seluruh penjuru Indonesia,” ujarnya.

Selain penghargaan pelajar, ada penghargaan sutradara terbaik. Didapat SMK Dr Soetomo Surabaya dengan judul Rumah Nada. Sedangkan penulis naskah terbaik dari SMA Islam Dian Didaktika Depok Jabar dengan judul Senja Terakhir di Bulan April. Kategori pemeran terbaik didapat SMKN 10 Bandung dengan judul Bicara Rasa. Dan kategori umum diraih Winih Production dengan judul Winih.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/