alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Gelaran Festival Film Pendek Nasional Ada di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dunia perfilman menjadi hal aneh ketika dibicarakan di Bondowoso. Namun para pembuat film pendek dari berbagai daerah, setiap tahunnya datang ke Bondowoso. Sudah empat tahun ini. Mereka ikut Festival Film Pendek Bondowoso (FFPB).

Ada 12 nominator yang diundang ke Bondowoso. Misalnya film dengan judul ‘Bedhaya’ dari SMKN 1 Rangkasbitung, ‘Bicara Rasa’ dari SMKN 1 Bandung, ‘Panceg’ dari SMKN 1 Cimahi, ‘Pinasthi Janji’ dari SMKN 1 Kediri dan berbagai daerah lainnya.

Untuk kategori pelajar, judul film Senja Terakhir di Bulan April dari SMA Islam Dian Didaktika Depok Jabar menjadi pemenangnya. Disusul judul film Pinasthi Janji dari SMKN 2 Kediri dan judul film Tren Teng-teng dari SMKN 2 Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Harry Patriantono, hadir dalam penganugerakan FFPB 2019 di Hotel Palm. Dia sangat mengapresiasi, kreatifitas anak muda. Apalagi dalam dunia prefileman. “Membuat film bukan hal yang mudah. Membutuhkan ide yang bagus untuk menjadikan film menarik. Dan pemuda Bondowoso sudah banyak yang mengarah pada kemajuan tersebut,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dunia perfilman menjadi hal aneh ketika dibicarakan di Bondowoso. Namun para pembuat film pendek dari berbagai daerah, setiap tahunnya datang ke Bondowoso. Sudah empat tahun ini. Mereka ikut Festival Film Pendek Bondowoso (FFPB).

Ada 12 nominator yang diundang ke Bondowoso. Misalnya film dengan judul ‘Bedhaya’ dari SMKN 1 Rangkasbitung, ‘Bicara Rasa’ dari SMKN 1 Bandung, ‘Panceg’ dari SMKN 1 Cimahi, ‘Pinasthi Janji’ dari SMKN 1 Kediri dan berbagai daerah lainnya.

Untuk kategori pelajar, judul film Senja Terakhir di Bulan April dari SMA Islam Dian Didaktika Depok Jabar menjadi pemenangnya. Disusul judul film Pinasthi Janji dari SMKN 2 Kediri dan judul film Tren Teng-teng dari SMKN 2 Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Harry Patriantono, hadir dalam penganugerakan FFPB 2019 di Hotel Palm. Dia sangat mengapresiasi, kreatifitas anak muda. Apalagi dalam dunia prefileman. “Membuat film bukan hal yang mudah. Membutuhkan ide yang bagus untuk menjadikan film menarik. Dan pemuda Bondowoso sudah banyak yang mengarah pada kemajuan tersebut,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dunia perfilman menjadi hal aneh ketika dibicarakan di Bondowoso. Namun para pembuat film pendek dari berbagai daerah, setiap tahunnya datang ke Bondowoso. Sudah empat tahun ini. Mereka ikut Festival Film Pendek Bondowoso (FFPB).

Ada 12 nominator yang diundang ke Bondowoso. Misalnya film dengan judul ‘Bedhaya’ dari SMKN 1 Rangkasbitung, ‘Bicara Rasa’ dari SMKN 1 Bandung, ‘Panceg’ dari SMKN 1 Cimahi, ‘Pinasthi Janji’ dari SMKN 1 Kediri dan berbagai daerah lainnya.

Untuk kategori pelajar, judul film Senja Terakhir di Bulan April dari SMA Islam Dian Didaktika Depok Jabar menjadi pemenangnya. Disusul judul film Pinasthi Janji dari SMKN 2 Kediri dan judul film Tren Teng-teng dari SMKN 2 Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Harry Patriantono, hadir dalam penganugerakan FFPB 2019 di Hotel Palm. Dia sangat mengapresiasi, kreatifitas anak muda. Apalagi dalam dunia prefileman. “Membuat film bukan hal yang mudah. Membutuhkan ide yang bagus untuk menjadikan film menarik. Dan pemuda Bondowoso sudah banyak yang mengarah pada kemajuan tersebut,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/