alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Puluhan Ribu KIS di Bondowoso Nonaktif

Imbas dari NIK yang Bermasalah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan ribu Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik warga Bondowoso tidak aktif. Sehingga tidak dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan. Diketahui berdasarkan Surat Keterangan (SK) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, September lalu, penyebab paling ban de

yak adalah karena nomor induk kependudukan (NIK) nonaktif.

Hal itu membuat sejumlah warga tersebut harus mengaktifkan kembali (reaktivasi) kartunya. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso Anisatul Hamidah menyampaikan, berdasarkan SK Kemensos itu, diketahui ada 85.528 KIS yang tidak dapat digunakan. Sebanyak 42.470 lembar kartu di antaranya terblokir karena NIK bermasalah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Misalnya tidak aktif, belum daring, dan lain-lain. “Jadi, mereka sudah punya KTP (kartu tanda penduduk, Red), tapi NIK-nya gak online,” jelasnya, kemarin. Dia menyebut, akibat NIK yang tidak aktif menyebabkan banyak kendala.

Selain berpengaruh pada KIS-nya, pendataan program vaksinasi juga terhambat. Melihat hal itu, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso. “Makanya cepat orang-orang yang melakukan reaktivasi ini,” ucapnya.

Seiring reaktivasi yang terus dilakukan oleh masyarakat, dia menuturkan, dari jumlah puluhan ribu kartu itu sudah banyak yang aktif kembali. Walaupun ternyata ada KIS yang masih terblokir. Mengingat masih ada persepsi masyarakat KIS dapat digunakan selamanya. Padahal, jika dalam kurun waktu enam bulan tidak digunakan sama sekali, maka kartunya akan terblokir. “Bisa jadi, pemerintah menganggap tidak membutuhkan. Akhirnya dialihkan kepada yang lain,” tuturnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan ribu Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik warga Bondowoso tidak aktif. Sehingga tidak dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan. Diketahui berdasarkan Surat Keterangan (SK) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, September lalu, penyebab paling ban de

yak adalah karena nomor induk kependudukan (NIK) nonaktif.

Hal itu membuat sejumlah warga tersebut harus mengaktifkan kembali (reaktivasi) kartunya. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso Anisatul Hamidah menyampaikan, berdasarkan SK Kemensos itu, diketahui ada 85.528 KIS yang tidak dapat digunakan. Sebanyak 42.470 lembar kartu di antaranya terblokir karena NIK bermasalah.

Misalnya tidak aktif, belum daring, dan lain-lain. “Jadi, mereka sudah punya KTP (kartu tanda penduduk, Red), tapi NIK-nya gak online,” jelasnya, kemarin. Dia menyebut, akibat NIK yang tidak aktif menyebabkan banyak kendala.

Selain berpengaruh pada KIS-nya, pendataan program vaksinasi juga terhambat. Melihat hal itu, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso. “Makanya cepat orang-orang yang melakukan reaktivasi ini,” ucapnya.

Seiring reaktivasi yang terus dilakukan oleh masyarakat, dia menuturkan, dari jumlah puluhan ribu kartu itu sudah banyak yang aktif kembali. Walaupun ternyata ada KIS yang masih terblokir. Mengingat masih ada persepsi masyarakat KIS dapat digunakan selamanya. Padahal, jika dalam kurun waktu enam bulan tidak digunakan sama sekali, maka kartunya akan terblokir. “Bisa jadi, pemerintah menganggap tidak membutuhkan. Akhirnya dialihkan kepada yang lain,” tuturnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan ribu Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik warga Bondowoso tidak aktif. Sehingga tidak dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan. Diketahui berdasarkan Surat Keterangan (SK) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, September lalu, penyebab paling ban de

yak adalah karena nomor induk kependudukan (NIK) nonaktif.

Hal itu membuat sejumlah warga tersebut harus mengaktifkan kembali (reaktivasi) kartunya. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso Anisatul Hamidah menyampaikan, berdasarkan SK Kemensos itu, diketahui ada 85.528 KIS yang tidak dapat digunakan. Sebanyak 42.470 lembar kartu di antaranya terblokir karena NIK bermasalah.

Misalnya tidak aktif, belum daring, dan lain-lain. “Jadi, mereka sudah punya KTP (kartu tanda penduduk, Red), tapi NIK-nya gak online,” jelasnya, kemarin. Dia menyebut, akibat NIK yang tidak aktif menyebabkan banyak kendala.

Selain berpengaruh pada KIS-nya, pendataan program vaksinasi juga terhambat. Melihat hal itu, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso. “Makanya cepat orang-orang yang melakukan reaktivasi ini,” ucapnya.

Seiring reaktivasi yang terus dilakukan oleh masyarakat, dia menuturkan, dari jumlah puluhan ribu kartu itu sudah banyak yang aktif kembali. Walaupun ternyata ada KIS yang masih terblokir. Mengingat masih ada persepsi masyarakat KIS dapat digunakan selamanya. Padahal, jika dalam kurun waktu enam bulan tidak digunakan sama sekali, maka kartunya akan terblokir. “Bisa jadi, pemerintah menganggap tidak membutuhkan. Akhirnya dialihkan kepada yang lain,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/