alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Sekda Dituntut Lima Bulan Penjara

Sekaligus Denda 10 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sidang kasus yang menjerat Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso nonaktif Syaifullah tiba ditahap penuntutan. Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso membacakan tuntutannya dalam sidang yang digelar virtual, kemarin.

Dalam sidang, Korps Adhyaksa ini menuntut terdakwa dengan penjara selama lima bulan dan denda sebesar Rp 10 juta subsider dua bulan penjara. Menurut Paulus Agung Widaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bondowoso, pihaknya sudah menimbang benar tuntutan tersebut.

Sebab, terdakwa tetap dianggap bersalah atas perbuatannya mengancam korban Alun Taufana Sulistyadi melalui sambungan telepon, sekitar bulan Juli tahun 2019 lalu. Syaifullah dijerat dengan pasal berlapis Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Mobile_AP_Rectangle 2

“Untuk tuntutan itu sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa. Tuntutan kami dengan memakai dakwaan primer atau dakwaan kesatu,” kata jaksa yang kerap disapa Agung ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sidang kasus yang menjerat Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso nonaktif Syaifullah tiba ditahap penuntutan. Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso membacakan tuntutannya dalam sidang yang digelar virtual, kemarin.

Dalam sidang, Korps Adhyaksa ini menuntut terdakwa dengan penjara selama lima bulan dan denda sebesar Rp 10 juta subsider dua bulan penjara. Menurut Paulus Agung Widaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bondowoso, pihaknya sudah menimbang benar tuntutan tersebut.

Sebab, terdakwa tetap dianggap bersalah atas perbuatannya mengancam korban Alun Taufana Sulistyadi melalui sambungan telepon, sekitar bulan Juli tahun 2019 lalu. Syaifullah dijerat dengan pasal berlapis Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Untuk tuntutan itu sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa. Tuntutan kami dengan memakai dakwaan primer atau dakwaan kesatu,” kata jaksa yang kerap disapa Agung ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sidang kasus yang menjerat Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso nonaktif Syaifullah tiba ditahap penuntutan. Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso membacakan tuntutannya dalam sidang yang digelar virtual, kemarin.

Dalam sidang, Korps Adhyaksa ini menuntut terdakwa dengan penjara selama lima bulan dan denda sebesar Rp 10 juta subsider dua bulan penjara. Menurut Paulus Agung Widaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bondowoso, pihaknya sudah menimbang benar tuntutan tersebut.

Sebab, terdakwa tetap dianggap bersalah atas perbuatannya mengancam korban Alun Taufana Sulistyadi melalui sambungan telepon, sekitar bulan Juli tahun 2019 lalu. Syaifullah dijerat dengan pasal berlapis Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Untuk tuntutan itu sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa. Tuntutan kami dengan memakai dakwaan primer atau dakwaan kesatu,” kata jaksa yang kerap disapa Agung ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/