alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Umrah Sudah Dibuka Kembali, Ini Informasinya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan ibadah umrah untuk jamaah haji asal Indonesia, termasuk Bondowoso, sudah mulai dibuka kembali. Hal tersebut berdasarkan nota diplomatik kedutaan besar, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Sontak, hal ini menjadi angin segar dan disambut baik oleh para pengusaha travel di Bondowoso.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang agen travel umrah di Bondowoso, Muhlis Adi Rangkul. Dia mengaku gembira ketika mendengar kabar Kerajaan Arab Saudi membuka peribadatan umrah untuk Indonesia.

Pihaknya juga mengaku masih menunggu regulasi resmi terkait teknis pemberangkatan jamaah. Mengingat, hingga saat ini belum ada regulasi resminya. “Sampai saat ini masih belum ada regulasi prosesnya. Setelah Pemerintah Arab Saudi membuka kuota umrah Indonesia,” jelasnya, kemarin (12/10).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sembari menunggu regulasi tersebut, menurut dia, sejumlah pengusaha travel tengah melakukan persiapan. Pengusaha travel nanti akan mengutamakan pemberangkatan jamaah yang sudah mendaftar dan tahun kemarin gagal berangkat karena pandemi Covid-19. “Untuk itu, mereka yang gagal berangkat akan didata ulang,” katanya.

Selain didata ulang, jamaah mulai dipersiapkan persyaratan kesehatannya karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. “Diantara yang akan dipersiapkan vaksinasi Covid-19 lengkap, dosis satu dan dua,” ungkapnya.

Sementara itu, para jamaah juga mulai menyiapkan kelengkapan administrasi seperti paspor dan sebagainya. “Kami sambil menunggu persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Tapi, diutamakan yang mendaftar dan gagal berangkat,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan ibadah umrah untuk jamaah haji asal Indonesia, termasuk Bondowoso, sudah mulai dibuka kembali. Hal tersebut berdasarkan nota diplomatik kedutaan besar, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Sontak, hal ini menjadi angin segar dan disambut baik oleh para pengusaha travel di Bondowoso.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang agen travel umrah di Bondowoso, Muhlis Adi Rangkul. Dia mengaku gembira ketika mendengar kabar Kerajaan Arab Saudi membuka peribadatan umrah untuk Indonesia.

Pihaknya juga mengaku masih menunggu regulasi resmi terkait teknis pemberangkatan jamaah. Mengingat, hingga saat ini belum ada regulasi resminya. “Sampai saat ini masih belum ada regulasi prosesnya. Setelah Pemerintah Arab Saudi membuka kuota umrah Indonesia,” jelasnya, kemarin (12/10).

Sembari menunggu regulasi tersebut, menurut dia, sejumlah pengusaha travel tengah melakukan persiapan. Pengusaha travel nanti akan mengutamakan pemberangkatan jamaah yang sudah mendaftar dan tahun kemarin gagal berangkat karena pandemi Covid-19. “Untuk itu, mereka yang gagal berangkat akan didata ulang,” katanya.

Selain didata ulang, jamaah mulai dipersiapkan persyaratan kesehatannya karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. “Diantara yang akan dipersiapkan vaksinasi Covid-19 lengkap, dosis satu dan dua,” ungkapnya.

Sementara itu, para jamaah juga mulai menyiapkan kelengkapan administrasi seperti paspor dan sebagainya. “Kami sambil menunggu persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Tapi, diutamakan yang mendaftar dan gagal berangkat,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan ibadah umrah untuk jamaah haji asal Indonesia, termasuk Bondowoso, sudah mulai dibuka kembali. Hal tersebut berdasarkan nota diplomatik kedutaan besar, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Sontak, hal ini menjadi angin segar dan disambut baik oleh para pengusaha travel di Bondowoso.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang agen travel umrah di Bondowoso, Muhlis Adi Rangkul. Dia mengaku gembira ketika mendengar kabar Kerajaan Arab Saudi membuka peribadatan umrah untuk Indonesia.

Pihaknya juga mengaku masih menunggu regulasi resmi terkait teknis pemberangkatan jamaah. Mengingat, hingga saat ini belum ada regulasi resminya. “Sampai saat ini masih belum ada regulasi prosesnya. Setelah Pemerintah Arab Saudi membuka kuota umrah Indonesia,” jelasnya, kemarin (12/10).

Sembari menunggu regulasi tersebut, menurut dia, sejumlah pengusaha travel tengah melakukan persiapan. Pengusaha travel nanti akan mengutamakan pemberangkatan jamaah yang sudah mendaftar dan tahun kemarin gagal berangkat karena pandemi Covid-19. “Untuk itu, mereka yang gagal berangkat akan didata ulang,” katanya.

Selain didata ulang, jamaah mulai dipersiapkan persyaratan kesehatannya karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. “Diantara yang akan dipersiapkan vaksinasi Covid-19 lengkap, dosis satu dan dua,” ungkapnya.

Sementara itu, para jamaah juga mulai menyiapkan kelengkapan administrasi seperti paspor dan sebagainya. “Kami sambil menunggu persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Tapi, diutamakan yang mendaftar dan gagal berangkat,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca