alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Stok Darah AB di Bondowoso Perlu Diperhatikan

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Untuk memenuhi kebutuhan darah di Bondowoso, dibutuhkan pendonor darah secara terus-menerus. Di antara banyak golongan darah, yang perlu diantisipasi adalah stok darah AB.

BACA JUGA : Pelecehan Terhadap istri Sambo Tak Terbukti, Skenario Terbaru di Magelang

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Bondowoso dr Deni Agus mengatakan, untuk stok darah pada 11 Agustus kemarin saja ada sekitar 59 kantong golongan darah A, 70 golongan darah B, 7 kantong darah AB, dan 118 kantong darah O. “Harapannya, semua masyarakat sadar pentingnya donor darah, terutama AB,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, dari empat golongan darah tersebut, persentase yang memiliki darah AB paling kecil daripada golongan darah lainnya. “Paling banyak itu golongan darah O,” terangnya. Dengan minimnya warga yang memiliki golongan darah AB, maka kebutuhan akan darah AB juga tidak sebanyak golongan daerah O, A, dan B.

Meski begitu, UDD PMI Jember perlu mengamankan semua stok golongan darah, termasuk AB. Karena itu, perlu menjaga stabilitas stok darah. Mewujudkan stabilitas itu tak hanya melalui edukasi dan sosialisasi. Tapi, juga melakukan hubungan baik dengan masyarakat Bondowoso.

Dia menambahkan, untuk mengamankan stok darah, perlu ada berbagai cara menarik perhatian, hingga menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa selain menyehatkan, mendonorkan darahnya juga menyelamatkan banyak orang. “Satu tetes darah itu berarti bagi kehidupan,” terangnya.

dr Deni menyampaikan, pihaknya sempat melakukan jemput bola dalam mempertahankan stok darah di Bondowoso. Hal itu disesuaikan dengan momentum bulan puasa, yang dianggap lebih sulit mendapatkan pendonor daripada hari biasa. Karenanya, inisiasi donor dara keliling dilakukan hingga pelosok desa. “Kalau sekarang sudah kembali normal. Stok darah untuk saat ini masih stabil seperti biasanya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Pihaknya menuturkan, masyarakat banyak yang sudah sadar untuk melakukan donor darah. Selain untuk membantu pemenuhan kebutuhan darah di Bondowoso, itu juga menjadi kontrol kesehatan bagi pendonor. “Masyarakat sekarang sudah banyak yang sadar, selain untuk membantu kebutuhan darah, juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor,” jelasnya.

Oleh sebab itu pula, kata dr Deni, para pendonor sering datang. Terutama, pendonor yang sudah sering mendonorkan darahnya. Karena sudah menjadi kebiasaan mereka. “Beberapa bulan setelah donor, kadang datang lagi ke UDD PMI,” ungkapnya. (aln/c2/dwi)

 

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Untuk memenuhi kebutuhan darah di Bondowoso, dibutuhkan pendonor darah secara terus-menerus. Di antara banyak golongan darah, yang perlu diantisipasi adalah stok darah AB.

BACA JUGA : Pelecehan Terhadap istri Sambo Tak Terbukti, Skenario Terbaru di Magelang

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Bondowoso dr Deni Agus mengatakan, untuk stok darah pada 11 Agustus kemarin saja ada sekitar 59 kantong golongan darah A, 70 golongan darah B, 7 kantong darah AB, dan 118 kantong darah O. “Harapannya, semua masyarakat sadar pentingnya donor darah, terutama AB,” paparnya.

Dia menjelaskan, dari empat golongan darah tersebut, persentase yang memiliki darah AB paling kecil daripada golongan darah lainnya. “Paling banyak itu golongan darah O,” terangnya. Dengan minimnya warga yang memiliki golongan darah AB, maka kebutuhan akan darah AB juga tidak sebanyak golongan daerah O, A, dan B.

Meski begitu, UDD PMI Jember perlu mengamankan semua stok golongan darah, termasuk AB. Karena itu, perlu menjaga stabilitas stok darah. Mewujudkan stabilitas itu tak hanya melalui edukasi dan sosialisasi. Tapi, juga melakukan hubungan baik dengan masyarakat Bondowoso.

Dia menambahkan, untuk mengamankan stok darah, perlu ada berbagai cara menarik perhatian, hingga menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa selain menyehatkan, mendonorkan darahnya juga menyelamatkan banyak orang. “Satu tetes darah itu berarti bagi kehidupan,” terangnya.

dr Deni menyampaikan, pihaknya sempat melakukan jemput bola dalam mempertahankan stok darah di Bondowoso. Hal itu disesuaikan dengan momentum bulan puasa, yang dianggap lebih sulit mendapatkan pendonor daripada hari biasa. Karenanya, inisiasi donor dara keliling dilakukan hingga pelosok desa. “Kalau sekarang sudah kembali normal. Stok darah untuk saat ini masih stabil seperti biasanya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Pihaknya menuturkan, masyarakat banyak yang sudah sadar untuk melakukan donor darah. Selain untuk membantu pemenuhan kebutuhan darah di Bondowoso, itu juga menjadi kontrol kesehatan bagi pendonor. “Masyarakat sekarang sudah banyak yang sadar, selain untuk membantu kebutuhan darah, juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor,” jelasnya.

Oleh sebab itu pula, kata dr Deni, para pendonor sering datang. Terutama, pendonor yang sudah sering mendonorkan darahnya. Karena sudah menjadi kebiasaan mereka. “Beberapa bulan setelah donor, kadang datang lagi ke UDD PMI,” ungkapnya. (aln/c2/dwi)

 

BADEAN, Radar Ijen – Untuk memenuhi kebutuhan darah di Bondowoso, dibutuhkan pendonor darah secara terus-menerus. Di antara banyak golongan darah, yang perlu diantisipasi adalah stok darah AB.

BACA JUGA : Pelecehan Terhadap istri Sambo Tak Terbukti, Skenario Terbaru di Magelang

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Bondowoso dr Deni Agus mengatakan, untuk stok darah pada 11 Agustus kemarin saja ada sekitar 59 kantong golongan darah A, 70 golongan darah B, 7 kantong darah AB, dan 118 kantong darah O. “Harapannya, semua masyarakat sadar pentingnya donor darah, terutama AB,” paparnya.

Dia menjelaskan, dari empat golongan darah tersebut, persentase yang memiliki darah AB paling kecil daripada golongan darah lainnya. “Paling banyak itu golongan darah O,” terangnya. Dengan minimnya warga yang memiliki golongan darah AB, maka kebutuhan akan darah AB juga tidak sebanyak golongan daerah O, A, dan B.

Meski begitu, UDD PMI Jember perlu mengamankan semua stok golongan darah, termasuk AB. Karena itu, perlu menjaga stabilitas stok darah. Mewujudkan stabilitas itu tak hanya melalui edukasi dan sosialisasi. Tapi, juga melakukan hubungan baik dengan masyarakat Bondowoso.

Dia menambahkan, untuk mengamankan stok darah, perlu ada berbagai cara menarik perhatian, hingga menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa selain menyehatkan, mendonorkan darahnya juga menyelamatkan banyak orang. “Satu tetes darah itu berarti bagi kehidupan,” terangnya.

dr Deni menyampaikan, pihaknya sempat melakukan jemput bola dalam mempertahankan stok darah di Bondowoso. Hal itu disesuaikan dengan momentum bulan puasa, yang dianggap lebih sulit mendapatkan pendonor daripada hari biasa. Karenanya, inisiasi donor dara keliling dilakukan hingga pelosok desa. “Kalau sekarang sudah kembali normal. Stok darah untuk saat ini masih stabil seperti biasanya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Pihaknya menuturkan, masyarakat banyak yang sudah sadar untuk melakukan donor darah. Selain untuk membantu pemenuhan kebutuhan darah di Bondowoso, itu juga menjadi kontrol kesehatan bagi pendonor. “Masyarakat sekarang sudah banyak yang sadar, selain untuk membantu kebutuhan darah, juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor,” jelasnya.

Oleh sebab itu pula, kata dr Deni, para pendonor sering datang. Terutama, pendonor yang sudah sering mendonorkan darahnya. Karena sudah menjadi kebiasaan mereka. “Beberapa bulan setelah donor, kadang datang lagi ke UDD PMI,” ungkapnya. (aln/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/