alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Pendamping Pasung dari Bondowoso Rela Terpapar Demi Evakuasi Pasien ODGJ

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pendamping pasung dari Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur yang ada di wilayah Bondowoso, Muzayyanah, harus rela terpapar Covid-19 ketika menjalankan tugasnya. Tepatnya saat perempuan yang akrab disapa Moza ini mengantarkan salah seorang pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), beberapa waktu lalu, dari Pasar Induk Bondowoso menuju RSUD dr Koesnadi lantaran ODGJ tersebut sakit-sakitan dan terindikasi terpapar virus korona.

Ada dua orang ODGJ yang menjalani tracing. Hasilnya, satu negatif dan satu positif. Ketika bertugas itulah, Moza tertular juga. “Waktu itu proses evakuasi. Apalagi pasiennya waktu itu juga batuk sesak,” kata Moza kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Meski begitu, dalam hatinya Moza bertekad untuk membantu para pasien ODGJ yang harus tetap diperhatikan. Mengutip penjelasan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, secara umum disebutkan UUD 1945 menjamin setiap orang hidup sejahtera lahir dan batin. Serta memperoleh pelayanan kesehatan dengan penyelenggaraan pembangunan kesehatan. “Ini semua bagian dari risiko tugas. Para ODGJ di pasar itu termasuk golongan ODGJ T4, yakni tidak punya tempat tinggal tetap,” ujar Moza.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah evakuasi dua ODGJ tersebut, Moza dinyatakan juga ikut terpapar Covid-19. “Saya akhirnya juga positif. Isolasi mandiri. Alhamdulillah, suami dan anak bayi saya hasilnya negatif,” imbuhnya.

Bagi Moza, tugas kemanusiaan menangani pasien pasung di Bondowoso atau ODGJ sudah menjadi panggilan jiwa. Dia tergerak menjadi pendamping pasung dari Dinas Sosial. Tak jarang, dirinya bersama tim terjun langsung memberikan pendampingan pasien ODGJ atau yang masih dipasung oleh pihak keluarga untuk edukasi dan monitoring.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pendamping pasung dari Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur yang ada di wilayah Bondowoso, Muzayyanah, harus rela terpapar Covid-19 ketika menjalankan tugasnya. Tepatnya saat perempuan yang akrab disapa Moza ini mengantarkan salah seorang pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), beberapa waktu lalu, dari Pasar Induk Bondowoso menuju RSUD dr Koesnadi lantaran ODGJ tersebut sakit-sakitan dan terindikasi terpapar virus korona.

Ada dua orang ODGJ yang menjalani tracing. Hasilnya, satu negatif dan satu positif. Ketika bertugas itulah, Moza tertular juga. “Waktu itu proses evakuasi. Apalagi pasiennya waktu itu juga batuk sesak,” kata Moza kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Meski begitu, dalam hatinya Moza bertekad untuk membantu para pasien ODGJ yang harus tetap diperhatikan. Mengutip penjelasan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, secara umum disebutkan UUD 1945 menjamin setiap orang hidup sejahtera lahir dan batin. Serta memperoleh pelayanan kesehatan dengan penyelenggaraan pembangunan kesehatan. “Ini semua bagian dari risiko tugas. Para ODGJ di pasar itu termasuk golongan ODGJ T4, yakni tidak punya tempat tinggal tetap,” ujar Moza.

Setelah evakuasi dua ODGJ tersebut, Moza dinyatakan juga ikut terpapar Covid-19. “Saya akhirnya juga positif. Isolasi mandiri. Alhamdulillah, suami dan anak bayi saya hasilnya negatif,” imbuhnya.

Bagi Moza, tugas kemanusiaan menangani pasien pasung di Bondowoso atau ODGJ sudah menjadi panggilan jiwa. Dia tergerak menjadi pendamping pasung dari Dinas Sosial. Tak jarang, dirinya bersama tim terjun langsung memberikan pendampingan pasien ODGJ atau yang masih dipasung oleh pihak keluarga untuk edukasi dan monitoring.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pendamping pasung dari Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur yang ada di wilayah Bondowoso, Muzayyanah, harus rela terpapar Covid-19 ketika menjalankan tugasnya. Tepatnya saat perempuan yang akrab disapa Moza ini mengantarkan salah seorang pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), beberapa waktu lalu, dari Pasar Induk Bondowoso menuju RSUD dr Koesnadi lantaran ODGJ tersebut sakit-sakitan dan terindikasi terpapar virus korona.

Ada dua orang ODGJ yang menjalani tracing. Hasilnya, satu negatif dan satu positif. Ketika bertugas itulah, Moza tertular juga. “Waktu itu proses evakuasi. Apalagi pasiennya waktu itu juga batuk sesak,” kata Moza kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Meski begitu, dalam hatinya Moza bertekad untuk membantu para pasien ODGJ yang harus tetap diperhatikan. Mengutip penjelasan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, secara umum disebutkan UUD 1945 menjamin setiap orang hidup sejahtera lahir dan batin. Serta memperoleh pelayanan kesehatan dengan penyelenggaraan pembangunan kesehatan. “Ini semua bagian dari risiko tugas. Para ODGJ di pasar itu termasuk golongan ODGJ T4, yakni tidak punya tempat tinggal tetap,” ujar Moza.

Setelah evakuasi dua ODGJ tersebut, Moza dinyatakan juga ikut terpapar Covid-19. “Saya akhirnya juga positif. Isolasi mandiri. Alhamdulillah, suami dan anak bayi saya hasilnya negatif,” imbuhnya.

Bagi Moza, tugas kemanusiaan menangani pasien pasung di Bondowoso atau ODGJ sudah menjadi panggilan jiwa. Dia tergerak menjadi pendamping pasung dari Dinas Sosial. Tak jarang, dirinya bersama tim terjun langsung memberikan pendampingan pasien ODGJ atau yang masih dipasung oleh pihak keluarga untuk edukasi dan monitoring.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/