alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Mumpung Mahal, Cabai Belum Siap Panen Dijual

Cabai Hijau Banjiri Pasar

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Harga cabai rawit yang melambung tinggi, mencapai Rp 84 ribu per kilogram, membuat petani memilih panen lebih awal. Alhasil, cabai yang sejatinya belum siap panen dan masih berwarna hijau serta rasanya kurang pedas lebih banyak dijual daripada cabai rawit merah.

BACA JUGA : Jalur Gumitir Jember Masih Rawan Longsor, Jika Hujan Sebaiknya Berhenti

Penjual cabai di pasar induk Bondowoso, Maisarah, mengatakan, saat ini banyak petani yang panen cabai meski masih hijau. Terbukti dengan dagangan yang dijual saat ini lebih banyak cabai hijau daripada cabai merah. “Harga cabai hijau sekarang masih Rp 45 ribu per kilogram. Banyak petani yang panen dan dijual meski masih hijau,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin, (12/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, petani memanen cabai dalam kondisi hijau itu disebabkan harga cabai saat ini yang masih tinggi. Menurut Maisarah, kondisi harga cabai rawit yang mahal menjadi kesempatan petani mengambil untung. “Para petani juga khawatir, saat cabainya layak dipanen, ternyata harganya yang turun,” terangnya.

Akhir-akhir ini cuaca buruk membuat para petani cabai sering gagal panen. “Sekarang cuacanya tidak tentu, banyak juga petani yang putus asa, karena gagal terus. Untuk dapat penghasilan, mereka berani panen cabai hijau. Seba, bila menunggu sampai merah, juga rentan rusak karena cuaca,” urainya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Harga cabai rawit yang melambung tinggi, mencapai Rp 84 ribu per kilogram, membuat petani memilih panen lebih awal. Alhasil, cabai yang sejatinya belum siap panen dan masih berwarna hijau serta rasanya kurang pedas lebih banyak dijual daripada cabai rawit merah.

BACA JUGA : Jalur Gumitir Jember Masih Rawan Longsor, Jika Hujan Sebaiknya Berhenti

Penjual cabai di pasar induk Bondowoso, Maisarah, mengatakan, saat ini banyak petani yang panen cabai meski masih hijau. Terbukti dengan dagangan yang dijual saat ini lebih banyak cabai hijau daripada cabai merah. “Harga cabai hijau sekarang masih Rp 45 ribu per kilogram. Banyak petani yang panen dan dijual meski masih hijau,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin, (12/7).

Menurutnya, petani memanen cabai dalam kondisi hijau itu disebabkan harga cabai saat ini yang masih tinggi. Menurut Maisarah, kondisi harga cabai rawit yang mahal menjadi kesempatan petani mengambil untung. “Para petani juga khawatir, saat cabainya layak dipanen, ternyata harganya yang turun,” terangnya.

Akhir-akhir ini cuaca buruk membuat para petani cabai sering gagal panen. “Sekarang cuacanya tidak tentu, banyak juga petani yang putus asa, karena gagal terus. Untuk dapat penghasilan, mereka berani panen cabai hijau. Seba, bila menunggu sampai merah, juga rentan rusak karena cuaca,” urainya.

DABASAH, Radar Ijen – Harga cabai rawit yang melambung tinggi, mencapai Rp 84 ribu per kilogram, membuat petani memilih panen lebih awal. Alhasil, cabai yang sejatinya belum siap panen dan masih berwarna hijau serta rasanya kurang pedas lebih banyak dijual daripada cabai rawit merah.

BACA JUGA : Jalur Gumitir Jember Masih Rawan Longsor, Jika Hujan Sebaiknya Berhenti

Penjual cabai di pasar induk Bondowoso, Maisarah, mengatakan, saat ini banyak petani yang panen cabai meski masih hijau. Terbukti dengan dagangan yang dijual saat ini lebih banyak cabai hijau daripada cabai merah. “Harga cabai hijau sekarang masih Rp 45 ribu per kilogram. Banyak petani yang panen dan dijual meski masih hijau,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin, (12/7).

Menurutnya, petani memanen cabai dalam kondisi hijau itu disebabkan harga cabai saat ini yang masih tinggi. Menurut Maisarah, kondisi harga cabai rawit yang mahal menjadi kesempatan petani mengambil untung. “Para petani juga khawatir, saat cabainya layak dipanen, ternyata harganya yang turun,” terangnya.

Akhir-akhir ini cuaca buruk membuat para petani cabai sering gagal panen. “Sekarang cuacanya tidak tentu, banyak juga petani yang putus asa, karena gagal terus. Untuk dapat penghasilan, mereka berani panen cabai hijau. Seba, bila menunggu sampai merah, juga rentan rusak karena cuaca,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/