alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sudah Terbiasa Naik di Atas Truk

Padahal Aksi Itu Tergolong Membahayakan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah truk perkebunan mondar-mandir sejak pagi hari di kawasan Desa Sempol, Kecamatan Ijen. Truk itu mengangkut beberapa pekerja kebun. Bahayanya, para pekerja itu tak berada di dalam truk, melainkan di atas truk, sembari duduk bersila.

Pemandangan pekerja duduk di atas truk itu adalah hal yang biasa di Ijen. Sebab, para pekerja kebun seperti sudah terbiasa menumpang di atas truk. Bahkan, salah satu dari mereka juga sedang mengunyah makanan. “Mereka ini orang-orang pekerja dari luar kecamatan Ijen, yang kerja di kebun kopi rakyat atau PTPN. Seperti kebun kentang, kubis, dan ladang hortikultura lainnya,” beber Ivan Arifandi, camat Ijen.

Ivan pun tak memungkiri, banyaknya pekerja yang membahayakan dirinya sendiri ketika menumpang di atas truk itu sudah menjadi hal yang biasa. “Biasanya mereka naik ke kebun pada pagi hari. Baru pulang pada sore harinya,” imbuh Ivan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Pengangkutan Orang dan Barang, dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), juga tak menutup mata atas fenomena banyaknya pekerja kebun yang kerap menumpang di atas truk. Bahwa apa yang dilakukan para pekerja memang membahayakan keselamatan berkendara. “Memang masih banyak fenomena itu di beberapa pelosok Bondowoso. Karena ada beberapa daerah yang masih belum terlayani angkutan umum,” ujar Bayu.

Bayu mengaku bahwa sesuai regulasi yang ada, penumpang memang tak diperbolehkan naik di atas mobil barang. Apalagi truk. “Kalau pekerja lokasinya hanya di sekitar kawasan Ijen yang memang medannya cukup sulit dan tidak ada jalur angkutan,” pungkas Bayu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah truk perkebunan mondar-mandir sejak pagi hari di kawasan Desa Sempol, Kecamatan Ijen. Truk itu mengangkut beberapa pekerja kebun. Bahayanya, para pekerja itu tak berada di dalam truk, melainkan di atas truk, sembari duduk bersila.

Pemandangan pekerja duduk di atas truk itu adalah hal yang biasa di Ijen. Sebab, para pekerja kebun seperti sudah terbiasa menumpang di atas truk. Bahkan, salah satu dari mereka juga sedang mengunyah makanan. “Mereka ini orang-orang pekerja dari luar kecamatan Ijen, yang kerja di kebun kopi rakyat atau PTPN. Seperti kebun kentang, kubis, dan ladang hortikultura lainnya,” beber Ivan Arifandi, camat Ijen.

Ivan pun tak memungkiri, banyaknya pekerja yang membahayakan dirinya sendiri ketika menumpang di atas truk itu sudah menjadi hal yang biasa. “Biasanya mereka naik ke kebun pada pagi hari. Baru pulang pada sore harinya,” imbuh Ivan.

Sementara itu, Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Pengangkutan Orang dan Barang, dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), juga tak menutup mata atas fenomena banyaknya pekerja kebun yang kerap menumpang di atas truk. Bahwa apa yang dilakukan para pekerja memang membahayakan keselamatan berkendara. “Memang masih banyak fenomena itu di beberapa pelosok Bondowoso. Karena ada beberapa daerah yang masih belum terlayani angkutan umum,” ujar Bayu.

Bayu mengaku bahwa sesuai regulasi yang ada, penumpang memang tak diperbolehkan naik di atas mobil barang. Apalagi truk. “Kalau pekerja lokasinya hanya di sekitar kawasan Ijen yang memang medannya cukup sulit dan tidak ada jalur angkutan,” pungkas Bayu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah truk perkebunan mondar-mandir sejak pagi hari di kawasan Desa Sempol, Kecamatan Ijen. Truk itu mengangkut beberapa pekerja kebun. Bahayanya, para pekerja itu tak berada di dalam truk, melainkan di atas truk, sembari duduk bersila.

Pemandangan pekerja duduk di atas truk itu adalah hal yang biasa di Ijen. Sebab, para pekerja kebun seperti sudah terbiasa menumpang di atas truk. Bahkan, salah satu dari mereka juga sedang mengunyah makanan. “Mereka ini orang-orang pekerja dari luar kecamatan Ijen, yang kerja di kebun kopi rakyat atau PTPN. Seperti kebun kentang, kubis, dan ladang hortikultura lainnya,” beber Ivan Arifandi, camat Ijen.

Ivan pun tak memungkiri, banyaknya pekerja yang membahayakan dirinya sendiri ketika menumpang di atas truk itu sudah menjadi hal yang biasa. “Biasanya mereka naik ke kebun pada pagi hari. Baru pulang pada sore harinya,” imbuh Ivan.

Sementara itu, Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Pengangkutan Orang dan Barang, dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), juga tak menutup mata atas fenomena banyaknya pekerja kebun yang kerap menumpang di atas truk. Bahwa apa yang dilakukan para pekerja memang membahayakan keselamatan berkendara. “Memang masih banyak fenomena itu di beberapa pelosok Bondowoso. Karena ada beberapa daerah yang masih belum terlayani angkutan umum,” ujar Bayu.

Bayu mengaku bahwa sesuai regulasi yang ada, penumpang memang tak diperbolehkan naik di atas mobil barang. Apalagi truk. “Kalau pekerja lokasinya hanya di sekitar kawasan Ijen yang memang medannya cukup sulit dan tidak ada jalur angkutan,” pungkas Bayu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/