alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pupuk Subsidi dari Bondowoso Diselundupkan

Ketua DPRD Minta Diusut Sampai ke Akarnya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari lalu kepolisian Polres Situbondo berhasil mengamankan oknum yang menyelundupkan pupuk bersubdisi. Usut punya usut, pupuk itu berasal dari Bondowoso. Diangkut menuju Situbondo. Padahal, problem pupuk subdisi di Bondowoso sendiri masih belum pro petani.

Polres Situbondo mengamankan satu unit mobil pikup mengangkut puluhan sak pupuk urea bersubsidi seberat dua ton dari Bondowoso, Rabu (10/3) malam. Padahal saat ini, banyak petani yang kesulitan pupuk. Namun ternyata ada pupuk yang diselundupkan.

Menanggapi hal itu, Ahmad Dhafir Ketua DPRD Bondowoso meminta aparat kepolisian, untuk mengusut tuntas adanya pelanggaran yang diduga dilakukan oknum distributor tersebut. Ahmad Dhafir selama ini

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya mohon untuk diusut tuntas siapa pun di belakangnya. Jangan hanya kios, jangan hanya sopir, kulinya, tapi dari mana dia dapat. Kios dan distributornya siapa,” kata pria yang juga menjadi ketua DPC PKB Bondowoso ini.

Sebelum adanya kasus penyelundupan itu, pihaknya selalu mengingatkan tentang kelangkaan pupuk, dan  pembagian pada kios-kios. “Termasuk tentang adanya ketimpangan pembagian pupuk di kecamatan-kecamatan. Karena carut marutnya pembagian pupuk, kemudian dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab,” paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, maka perlu menata kembali tata kelola pupuk. Sehingga pendistribusian pupuk ini sesuai dengan jumlah lahan. Bukan hanya mengacu pada elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Pupuk ini untuk petani atau lahan pertanian? Kalau untuk lahan pertanian tentu harus mengukur luas lahan,” paparnya saat dikonfirmasi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari lalu kepolisian Polres Situbondo berhasil mengamankan oknum yang menyelundupkan pupuk bersubdisi. Usut punya usut, pupuk itu berasal dari Bondowoso. Diangkut menuju Situbondo. Padahal, problem pupuk subdisi di Bondowoso sendiri masih belum pro petani.

Polres Situbondo mengamankan satu unit mobil pikup mengangkut puluhan sak pupuk urea bersubsidi seberat dua ton dari Bondowoso, Rabu (10/3) malam. Padahal saat ini, banyak petani yang kesulitan pupuk. Namun ternyata ada pupuk yang diselundupkan.

Menanggapi hal itu, Ahmad Dhafir Ketua DPRD Bondowoso meminta aparat kepolisian, untuk mengusut tuntas adanya pelanggaran yang diduga dilakukan oknum distributor tersebut. Ahmad Dhafir selama ini

“Saya mohon untuk diusut tuntas siapa pun di belakangnya. Jangan hanya kios, jangan hanya sopir, kulinya, tapi dari mana dia dapat. Kios dan distributornya siapa,” kata pria yang juga menjadi ketua DPC PKB Bondowoso ini.

Sebelum adanya kasus penyelundupan itu, pihaknya selalu mengingatkan tentang kelangkaan pupuk, dan  pembagian pada kios-kios. “Termasuk tentang adanya ketimpangan pembagian pupuk di kecamatan-kecamatan. Karena carut marutnya pembagian pupuk, kemudian dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab,” paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, maka perlu menata kembali tata kelola pupuk. Sehingga pendistribusian pupuk ini sesuai dengan jumlah lahan. Bukan hanya mengacu pada elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Pupuk ini untuk petani atau lahan pertanian? Kalau untuk lahan pertanian tentu harus mengukur luas lahan,” paparnya saat dikonfirmasi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari lalu kepolisian Polres Situbondo berhasil mengamankan oknum yang menyelundupkan pupuk bersubdisi. Usut punya usut, pupuk itu berasal dari Bondowoso. Diangkut menuju Situbondo. Padahal, problem pupuk subdisi di Bondowoso sendiri masih belum pro petani.

Polres Situbondo mengamankan satu unit mobil pikup mengangkut puluhan sak pupuk urea bersubsidi seberat dua ton dari Bondowoso, Rabu (10/3) malam. Padahal saat ini, banyak petani yang kesulitan pupuk. Namun ternyata ada pupuk yang diselundupkan.

Menanggapi hal itu, Ahmad Dhafir Ketua DPRD Bondowoso meminta aparat kepolisian, untuk mengusut tuntas adanya pelanggaran yang diduga dilakukan oknum distributor tersebut. Ahmad Dhafir selama ini

“Saya mohon untuk diusut tuntas siapa pun di belakangnya. Jangan hanya kios, jangan hanya sopir, kulinya, tapi dari mana dia dapat. Kios dan distributornya siapa,” kata pria yang juga menjadi ketua DPC PKB Bondowoso ini.

Sebelum adanya kasus penyelundupan itu, pihaknya selalu mengingatkan tentang kelangkaan pupuk, dan  pembagian pada kios-kios. “Termasuk tentang adanya ketimpangan pembagian pupuk di kecamatan-kecamatan. Karena carut marutnya pembagian pupuk, kemudian dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab,” paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, maka perlu menata kembali tata kelola pupuk. Sehingga pendistribusian pupuk ini sesuai dengan jumlah lahan. Bukan hanya mengacu pada elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Pupuk ini untuk petani atau lahan pertanian? Kalau untuk lahan pertanian tentu harus mengukur luas lahan,” paparnya saat dikonfirmasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/