alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kurangi Gepeng dan Anak Jalanan

Berikan Pelatihan Fisik dan Non Fisik

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Gelandangan, pengemis dan anak jalanan, juga berhak mendapatkan kehidupan layaknya manusia pada umumnya. Serta bisa hidup secara mandiri, tanpa mengandalkan orang lain. Untuk mewujudkan itu semua Dinas Sosial (Dinsos) memberikan berbagai pelatihan kepada mereka, mulai dari keterampilan kerja, hingga pelatihan merubah mindset.

Salah satunya upaya yang  dilakukan adalah dengan mengadakan program ngobrol pintar, solutif, optimis, sigap, inovatif, aspiratif,  dan berkelanjutan (Ngopi Sosial). Program tersebut dijadikan sebagai satu upaya Dinsos dalam menangani gelandangan, pengemis, dan anak jalanan yg ada di Bondowoso. “Tujuannya adalah untuk memandirikan mereka dan bisa kembali ke lingkungan masyarakat pada umumnya,” ungkap Saefuddin Zuhri, Plt. Kepala Dinsos Bondowoso.

Bentuk kegiatan tersebut terfokus pada kegiatan non fisik. Yakni cara untuk merubah maindset dan pola pikir mereka. Dengan memberikan pemahaman bahwa hidup normal seperti masyarakat lainnya jauh lebih baik. Dari pada memperoleh uang hasil meminta minta dan hidup di barak atau penampungan.. “Hal itu tdk bisa dilakukan hanya dengan memberikan pelatihan keterampilan saja. tetapi harus juga melalui pendekatan kekeluargaan dan pendekatan agama” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, Dinsos juga sudah memberikan berbagai macam pelatihan, mulai dari berbagai pelatihan keterampilan. Baik memasak, membuat kue, menjahit dan beberapa keterampilan lainnya. Dengan harapan mereka mampu memiliki usaha mandiri nantinya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Gelandangan, pengemis dan anak jalanan, juga berhak mendapatkan kehidupan layaknya manusia pada umumnya. Serta bisa hidup secara mandiri, tanpa mengandalkan orang lain. Untuk mewujudkan itu semua Dinas Sosial (Dinsos) memberikan berbagai pelatihan kepada mereka, mulai dari keterampilan kerja, hingga pelatihan merubah mindset.

Salah satunya upaya yang  dilakukan adalah dengan mengadakan program ngobrol pintar, solutif, optimis, sigap, inovatif, aspiratif,  dan berkelanjutan (Ngopi Sosial). Program tersebut dijadikan sebagai satu upaya Dinsos dalam menangani gelandangan, pengemis, dan anak jalanan yg ada di Bondowoso. “Tujuannya adalah untuk memandirikan mereka dan bisa kembali ke lingkungan masyarakat pada umumnya,” ungkap Saefuddin Zuhri, Plt. Kepala Dinsos Bondowoso.

Bentuk kegiatan tersebut terfokus pada kegiatan non fisik. Yakni cara untuk merubah maindset dan pola pikir mereka. Dengan memberikan pemahaman bahwa hidup normal seperti masyarakat lainnya jauh lebih baik. Dari pada memperoleh uang hasil meminta minta dan hidup di barak atau penampungan.. “Hal itu tdk bisa dilakukan hanya dengan memberikan pelatihan keterampilan saja. tetapi harus juga melalui pendekatan kekeluargaan dan pendekatan agama” tuturnya.

Sebelumnya, Dinsos juga sudah memberikan berbagai macam pelatihan, mulai dari berbagai pelatihan keterampilan. Baik memasak, membuat kue, menjahit dan beberapa keterampilan lainnya. Dengan harapan mereka mampu memiliki usaha mandiri nantinya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Gelandangan, pengemis dan anak jalanan, juga berhak mendapatkan kehidupan layaknya manusia pada umumnya. Serta bisa hidup secara mandiri, tanpa mengandalkan orang lain. Untuk mewujudkan itu semua Dinas Sosial (Dinsos) memberikan berbagai pelatihan kepada mereka, mulai dari keterampilan kerja, hingga pelatihan merubah mindset.

Salah satunya upaya yang  dilakukan adalah dengan mengadakan program ngobrol pintar, solutif, optimis, sigap, inovatif, aspiratif,  dan berkelanjutan (Ngopi Sosial). Program tersebut dijadikan sebagai satu upaya Dinsos dalam menangani gelandangan, pengemis, dan anak jalanan yg ada di Bondowoso. “Tujuannya adalah untuk memandirikan mereka dan bisa kembali ke lingkungan masyarakat pada umumnya,” ungkap Saefuddin Zuhri, Plt. Kepala Dinsos Bondowoso.

Bentuk kegiatan tersebut terfokus pada kegiatan non fisik. Yakni cara untuk merubah maindset dan pola pikir mereka. Dengan memberikan pemahaman bahwa hidup normal seperti masyarakat lainnya jauh lebih baik. Dari pada memperoleh uang hasil meminta minta dan hidup di barak atau penampungan.. “Hal itu tdk bisa dilakukan hanya dengan memberikan pelatihan keterampilan saja. tetapi harus juga melalui pendekatan kekeluargaan dan pendekatan agama” tuturnya.

Sebelumnya, Dinsos juga sudah memberikan berbagai macam pelatihan, mulai dari berbagai pelatihan keterampilan. Baik memasak, membuat kue, menjahit dan beberapa keterampilan lainnya. Dengan harapan mereka mampu memiliki usaha mandiri nantinya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/