alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Satu Orang Dijaga 150 Polisi

Gelar Aksi Sendirian Kritisi BUMD

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suasana di depan Pemkab Bondowoso kemarin penuh dengan personil polisi. Sekitar 150 polisi bersiaga di sana. Mobil water canon juga disiapkan. Berjajar polwan dengan rompi oranye. Penjagaan itu karena ada ada surat masuk ke Polres mau ada unjuk rasa (unras). Ternyata unjuk rasa itu hanya dilakukan seorang saja.

Aksi seorang diri itu dilakukan Ilham Mulyadi. Dia adalah Ketua LSM Jas Merah Bondowoso. Dalam unjuk rasa itu, dia mengatasnamakan Forum Komunitas Petani Kopi Bondowoso. Unjuk rasa itu untuk menyampaikan aspirasi tentang kebijakan bupati khususnya kopi. Selain itu unjuk rasa dilakukan karena ada dugaan kerugian negara yang dilakukan oleh oknum pengurus PT Bogem.

Kabag Ops Kompol Agustinus Robby Hartanto mengatakan, adanya pengamanan adalah prosedur yang harus dilaksanakan. Berapapun jumlah peserta unjuk rasa namun petugas harus melaksanakan pengamanan sesuai Standar Operating Procedure (SOP). “Kami menerjunkan anggota karena SOP nya seperti ini,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Ilham mengatakan, pemerintah jangan menjadikan Bondowoso Republik Kopi (BRK) sebagai simbol politik. Pihaknya menantang pemkab untuk membuktikan PT Bondowoso Gemilang (Bogem) yang diciptakan untuk menjadi garda terdepan pengembangan kopi, agar tidak diisi oleh kumpulang orang-orang yang kurang maksimal. “Ada indikasi kerugian dalam pelaksanaannya. Ingat itu adalah uang rakyat,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suasana di depan Pemkab Bondowoso kemarin penuh dengan personil polisi. Sekitar 150 polisi bersiaga di sana. Mobil water canon juga disiapkan. Berjajar polwan dengan rompi oranye. Penjagaan itu karena ada ada surat masuk ke Polres mau ada unjuk rasa (unras). Ternyata unjuk rasa itu hanya dilakukan seorang saja.

Aksi seorang diri itu dilakukan Ilham Mulyadi. Dia adalah Ketua LSM Jas Merah Bondowoso. Dalam unjuk rasa itu, dia mengatasnamakan Forum Komunitas Petani Kopi Bondowoso. Unjuk rasa itu untuk menyampaikan aspirasi tentang kebijakan bupati khususnya kopi. Selain itu unjuk rasa dilakukan karena ada dugaan kerugian negara yang dilakukan oleh oknum pengurus PT Bogem.

Kabag Ops Kompol Agustinus Robby Hartanto mengatakan, adanya pengamanan adalah prosedur yang harus dilaksanakan. Berapapun jumlah peserta unjuk rasa namun petugas harus melaksanakan pengamanan sesuai Standar Operating Procedure (SOP). “Kami menerjunkan anggota karena SOP nya seperti ini,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Ilham mengatakan, pemerintah jangan menjadikan Bondowoso Republik Kopi (BRK) sebagai simbol politik. Pihaknya menantang pemkab untuk membuktikan PT Bondowoso Gemilang (Bogem) yang diciptakan untuk menjadi garda terdepan pengembangan kopi, agar tidak diisi oleh kumpulang orang-orang yang kurang maksimal. “Ada indikasi kerugian dalam pelaksanaannya. Ingat itu adalah uang rakyat,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Suasana di depan Pemkab Bondowoso kemarin penuh dengan personil polisi. Sekitar 150 polisi bersiaga di sana. Mobil water canon juga disiapkan. Berjajar polwan dengan rompi oranye. Penjagaan itu karena ada ada surat masuk ke Polres mau ada unjuk rasa (unras). Ternyata unjuk rasa itu hanya dilakukan seorang saja.

Aksi seorang diri itu dilakukan Ilham Mulyadi. Dia adalah Ketua LSM Jas Merah Bondowoso. Dalam unjuk rasa itu, dia mengatasnamakan Forum Komunitas Petani Kopi Bondowoso. Unjuk rasa itu untuk menyampaikan aspirasi tentang kebijakan bupati khususnya kopi. Selain itu unjuk rasa dilakukan karena ada dugaan kerugian negara yang dilakukan oleh oknum pengurus PT Bogem.

Kabag Ops Kompol Agustinus Robby Hartanto mengatakan, adanya pengamanan adalah prosedur yang harus dilaksanakan. Berapapun jumlah peserta unjuk rasa namun petugas harus melaksanakan pengamanan sesuai Standar Operating Procedure (SOP). “Kami menerjunkan anggota karena SOP nya seperti ini,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Ilham mengatakan, pemerintah jangan menjadikan Bondowoso Republik Kopi (BRK) sebagai simbol politik. Pihaknya menantang pemkab untuk membuktikan PT Bondowoso Gemilang (Bogem) yang diciptakan untuk menjadi garda terdepan pengembangan kopi, agar tidak diisi oleh kumpulang orang-orang yang kurang maksimal. “Ada indikasi kerugian dalam pelaksanaannya. Ingat itu adalah uang rakyat,” jelasnya.

Previous articleSabu 5 Kg Lainnya Hilang
Next articlePertama Sembuh

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/