alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Kematian Ibu dan Bayi Meningkat

Masuk Daftar Prioritas Kesehatan Se-Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

“Mudah-mudahan ini (berdampak menekan AKI dan AKB, Red), karena faktor AKI dan AKB ini banyak sekali. Tak hanya dari segi medis saja. Nonmedis apalagi,” bebernya.

Pihaknya saat ini punya aplikasi ‘Sibuba’ (Sistem Informasi Ibu dan Bayi). Selan itu, ada revitalisasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi. Harapannya usaha ini bisa menekan AKI-AKB. ‘Sibuba’ merupakan aplikasi yang bisa diakses camat dan kades sehingga bisa memantau ibu hamil dan balita di wilayahnya. Kemudian, ditindaklanjuti dengan program revitalisasi program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Untuk Informasi, pada 24 Januari 2018 lalu, Dinas Kesehatan Bondowoso sendiri me-launching program Stop Berduka (Sinergi Total Pencegahan Bersalin di Dukun Bayi dan Selamatkan Ibu), di Aula Ijen View Hotel.

Program Stop Berduka merupakan bentuk upaya pemerintah Bondowoso untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang relatif masih tinggi. Sekaligus untuk meningkatkan rakor indeks pembangunan manusia, yang salah satu komponennya yakni kesehatan masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, tercatat pada tahun 2020 jumlah kematian ibu sebanyak 19 kasus atau 177,4/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan untuk kematian bayi sebanyak 168 kasus atau 15,6/1000 kelahiran hidup. Adapun untuk data tahun 2019, kematian ibu berjumlah 14 kasus (129,2/100.000 kelahiran hidup) dan kematian bayi sebanyak 155 kasus (14,3/1000 kelahiran hidup).

- Advertisement -

“Mudah-mudahan ini (berdampak menekan AKI dan AKB, Red), karena faktor AKI dan AKB ini banyak sekali. Tak hanya dari segi medis saja. Nonmedis apalagi,” bebernya.

Pihaknya saat ini punya aplikasi ‘Sibuba’ (Sistem Informasi Ibu dan Bayi). Selan itu, ada revitalisasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi. Harapannya usaha ini bisa menekan AKI-AKB. ‘Sibuba’ merupakan aplikasi yang bisa diakses camat dan kades sehingga bisa memantau ibu hamil dan balita di wilayahnya. Kemudian, ditindaklanjuti dengan program revitalisasi program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Untuk Informasi, pada 24 Januari 2018 lalu, Dinas Kesehatan Bondowoso sendiri me-launching program Stop Berduka (Sinergi Total Pencegahan Bersalin di Dukun Bayi dan Selamatkan Ibu), di Aula Ijen View Hotel.

Program Stop Berduka merupakan bentuk upaya pemerintah Bondowoso untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang relatif masih tinggi. Sekaligus untuk meningkatkan rakor indeks pembangunan manusia, yang salah satu komponennya yakni kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, tercatat pada tahun 2020 jumlah kematian ibu sebanyak 19 kasus atau 177,4/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan untuk kematian bayi sebanyak 168 kasus atau 15,6/1000 kelahiran hidup. Adapun untuk data tahun 2019, kematian ibu berjumlah 14 kasus (129,2/100.000 kelahiran hidup) dan kematian bayi sebanyak 155 kasus (14,3/1000 kelahiran hidup).

“Mudah-mudahan ini (berdampak menekan AKI dan AKB, Red), karena faktor AKI dan AKB ini banyak sekali. Tak hanya dari segi medis saja. Nonmedis apalagi,” bebernya.

Pihaknya saat ini punya aplikasi ‘Sibuba’ (Sistem Informasi Ibu dan Bayi). Selan itu, ada revitalisasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi. Harapannya usaha ini bisa menekan AKI-AKB. ‘Sibuba’ merupakan aplikasi yang bisa diakses camat dan kades sehingga bisa memantau ibu hamil dan balita di wilayahnya. Kemudian, ditindaklanjuti dengan program revitalisasi program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Untuk Informasi, pada 24 Januari 2018 lalu, Dinas Kesehatan Bondowoso sendiri me-launching program Stop Berduka (Sinergi Total Pencegahan Bersalin di Dukun Bayi dan Selamatkan Ibu), di Aula Ijen View Hotel.

Program Stop Berduka merupakan bentuk upaya pemerintah Bondowoso untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang relatif masih tinggi. Sekaligus untuk meningkatkan rakor indeks pembangunan manusia, yang salah satu komponennya yakni kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, tercatat pada tahun 2020 jumlah kematian ibu sebanyak 19 kasus atau 177,4/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan untuk kematian bayi sebanyak 168 kasus atau 15,6/1000 kelahiran hidup. Adapun untuk data tahun 2019, kematian ibu berjumlah 14 kasus (129,2/100.000 kelahiran hidup) dan kematian bayi sebanyak 155 kasus (14,3/1000 kelahiran hidup).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/