alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Kematian Ibu dan Bayi Meningkat

Masuk Daftar Prioritas Kesehatan Se-Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) pada 2020 di Bondowoso meningkat. Dinas Kesehatan Bondowoso menampik program ‘Stop Berduka’ (Sinergi Total Pencegahan Bersalin di Dukun Bayi dan Selamatkan Ibu) yang di-launching tahun 2018 gagal.

Menurut dr Mohammad Imron, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, meningkatnya kasus AKI dan AKB tahun kemarin terjadi karena pandemi Covid-19 yang justru membuat gerakannya terbatas. Sehingga, banyak ibu hamil takut ke posyandu. Bidan desa juga ada yang terkonfirmasi positif virus korona, posyandunya buka tutup karena ada kasus konfirmasi Covid-19.

“Jalannya jalan, gerakan kami terbatas karena pandemi. Jadi, kalau mau periksa ke posyandu akhirnya tidak rutin, karena takut Covid-19 itu,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan terbatasnya ruang gerak pun menjadi kendala. “Mau ngumpulkan masyarakat banyak juga tak berani,” ujarnya.

Karena itulah, bidan-bidan desa selama ini kunjungan ke rumah-rumah. Atau melakukan janjian terlebih dahulu dengan ibu hamil manakala mau periksa. Pihaknya pun berharap dengan vaksinasi kepada tenaga kesehatan ini nantinya bisa berdampak terhadap upaya menekan AKI dan AKB.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) pada 2020 di Bondowoso meningkat. Dinas Kesehatan Bondowoso menampik program ‘Stop Berduka’ (Sinergi Total Pencegahan Bersalin di Dukun Bayi dan Selamatkan Ibu) yang di-launching tahun 2018 gagal.

Menurut dr Mohammad Imron, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, meningkatnya kasus AKI dan AKB tahun kemarin terjadi karena pandemi Covid-19 yang justru membuat gerakannya terbatas. Sehingga, banyak ibu hamil takut ke posyandu. Bidan desa juga ada yang terkonfirmasi positif virus korona, posyandunya buka tutup karena ada kasus konfirmasi Covid-19.

“Jalannya jalan, gerakan kami terbatas karena pandemi. Jadi, kalau mau periksa ke posyandu akhirnya tidak rutin, karena takut Covid-19 itu,” katanya.

Dia menambahkan terbatasnya ruang gerak pun menjadi kendala. “Mau ngumpulkan masyarakat banyak juga tak berani,” ujarnya.

Karena itulah, bidan-bidan desa selama ini kunjungan ke rumah-rumah. Atau melakukan janjian terlebih dahulu dengan ibu hamil manakala mau periksa. Pihaknya pun berharap dengan vaksinasi kepada tenaga kesehatan ini nantinya bisa berdampak terhadap upaya menekan AKI dan AKB.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) pada 2020 di Bondowoso meningkat. Dinas Kesehatan Bondowoso menampik program ‘Stop Berduka’ (Sinergi Total Pencegahan Bersalin di Dukun Bayi dan Selamatkan Ibu) yang di-launching tahun 2018 gagal.

Menurut dr Mohammad Imron, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, meningkatnya kasus AKI dan AKB tahun kemarin terjadi karena pandemi Covid-19 yang justru membuat gerakannya terbatas. Sehingga, banyak ibu hamil takut ke posyandu. Bidan desa juga ada yang terkonfirmasi positif virus korona, posyandunya buka tutup karena ada kasus konfirmasi Covid-19.

“Jalannya jalan, gerakan kami terbatas karena pandemi. Jadi, kalau mau periksa ke posyandu akhirnya tidak rutin, karena takut Covid-19 itu,” katanya.

Dia menambahkan terbatasnya ruang gerak pun menjadi kendala. “Mau ngumpulkan masyarakat banyak juga tak berani,” ujarnya.

Karena itulah, bidan-bidan desa selama ini kunjungan ke rumah-rumah. Atau melakukan janjian terlebih dahulu dengan ibu hamil manakala mau periksa. Pihaknya pun berharap dengan vaksinasi kepada tenaga kesehatan ini nantinya bisa berdampak terhadap upaya menekan AKI dan AKB.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/