alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Merasa Dirugikan, Pedagang Wadul DPRD

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penataan pasar kembali dilakukan. Pedagang kembali berontak. Alasannya sama, yakni di lantai atas sepi. Karena tidak terima atas desakan pemindahan dari pinggir jalan ke lantai atas Pasar Induk Bondowoso, sejumlah pedagang wadul ke dewan, kemarin.

Puluhan pedagang mulai dari pedagang sayur, daging, rempah, sampai pedagang tahu tempe, ikut semua. Mereka ramai-ramai menyampaikan aspirasi. Mereka menyampaikan keluhan pengelolaan pasar yang dianggap tidak baik dan merugikan pedagang.

Para pedagang menolak pemindahan tempat jualan mereka ke lantai dua. Alasannya, tempat tersebut kurang strategis untuk berjualan. Kondisi tempatnya sangat sepi sehingga merugikan para pedagang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Endang, 40, salah seorang pedagang, mengatakan, banyak pembeli yang enggan ke lantai dua. Alasannya takut jatuh karena lantainya licin. Selain itu, lelah jika harus naik tangga. Apalagi barang yang mau dibeli tidak seberapa. “Ke pasar hanya butuh ayam seperempat kilo, masih harus naik. Butuh sayur, eh masih suruh naik lagi” jelasnya. Akibatnya, banyak pembeli yang mengurungkan niatnya untuk berbelanja.

Ironisnya lagi, sempat terjadi keributan di lantai atas karena tempat jualannya berdekatan. Seperti pernah terjadi pertengkaran antarpedagang daging ayam di lantai dua. Beruntung, saat itu banyak yang melerai. “Siapa yang akan bertanggung jawab kalau seandainya tidak ada yang melerai,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penataan pasar kembali dilakukan. Pedagang kembali berontak. Alasannya sama, yakni di lantai atas sepi. Karena tidak terima atas desakan pemindahan dari pinggir jalan ke lantai atas Pasar Induk Bondowoso, sejumlah pedagang wadul ke dewan, kemarin.

Puluhan pedagang mulai dari pedagang sayur, daging, rempah, sampai pedagang tahu tempe, ikut semua. Mereka ramai-ramai menyampaikan aspirasi. Mereka menyampaikan keluhan pengelolaan pasar yang dianggap tidak baik dan merugikan pedagang.

Para pedagang menolak pemindahan tempat jualan mereka ke lantai dua. Alasannya, tempat tersebut kurang strategis untuk berjualan. Kondisi tempatnya sangat sepi sehingga merugikan para pedagang.

Endang, 40, salah seorang pedagang, mengatakan, banyak pembeli yang enggan ke lantai dua. Alasannya takut jatuh karena lantainya licin. Selain itu, lelah jika harus naik tangga. Apalagi barang yang mau dibeli tidak seberapa. “Ke pasar hanya butuh ayam seperempat kilo, masih harus naik. Butuh sayur, eh masih suruh naik lagi” jelasnya. Akibatnya, banyak pembeli yang mengurungkan niatnya untuk berbelanja.

Ironisnya lagi, sempat terjadi keributan di lantai atas karena tempat jualannya berdekatan. Seperti pernah terjadi pertengkaran antarpedagang daging ayam di lantai dua. Beruntung, saat itu banyak yang melerai. “Siapa yang akan bertanggung jawab kalau seandainya tidak ada yang melerai,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penataan pasar kembali dilakukan. Pedagang kembali berontak. Alasannya sama, yakni di lantai atas sepi. Karena tidak terima atas desakan pemindahan dari pinggir jalan ke lantai atas Pasar Induk Bondowoso, sejumlah pedagang wadul ke dewan, kemarin.

Puluhan pedagang mulai dari pedagang sayur, daging, rempah, sampai pedagang tahu tempe, ikut semua. Mereka ramai-ramai menyampaikan aspirasi. Mereka menyampaikan keluhan pengelolaan pasar yang dianggap tidak baik dan merugikan pedagang.

Para pedagang menolak pemindahan tempat jualan mereka ke lantai dua. Alasannya, tempat tersebut kurang strategis untuk berjualan. Kondisi tempatnya sangat sepi sehingga merugikan para pedagang.

Endang, 40, salah seorang pedagang, mengatakan, banyak pembeli yang enggan ke lantai dua. Alasannya takut jatuh karena lantainya licin. Selain itu, lelah jika harus naik tangga. Apalagi barang yang mau dibeli tidak seberapa. “Ke pasar hanya butuh ayam seperempat kilo, masih harus naik. Butuh sayur, eh masih suruh naik lagi” jelasnya. Akibatnya, banyak pembeli yang mengurungkan niatnya untuk berbelanja.

Ironisnya lagi, sempat terjadi keributan di lantai atas karena tempat jualannya berdekatan. Seperti pernah terjadi pertengkaran antarpedagang daging ayam di lantai dua. Beruntung, saat itu banyak yang melerai. “Siapa yang akan bertanggung jawab kalau seandainya tidak ada yang melerai,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/