alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Bermain atas Nama Persebo, Tanpa Pernah Main di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO – RADARJEMBER.ID – Khusen tak pernah menyangka pernah bergabung bersama Persebo Bondowoso. Sebelumnya, pesepak bola kawakan asli Lamongan ini malang melintang di beberapa klub kenamaan Jawa Timur. Sebut saja Deltras Sidoarjo, Persegres Gresik, dan Persebaya Surabaya DU.

Tetapi, pemain yang memiliki background sebagai kesatuan TNI ini akhirnya bergabung bersama tim asal Bondowoso. Pada kompetisi kasta kedua divisi utama tahun 2013 silam. Bersama Persebo, pemain yang berposisi sebagai bek ini didapuk menjadi kapten tim.

Pria yang akrab disapa Komandan Khusen di kalangan pesepak bola Jawa Timur ini menjadi pemain senior andalan Persebo, waktu itu. Khusen sendiri tak menyangka bisa bergabung dengan Persebo. Sebab, sebelum bergabung Persebo, dirinya sudah cukup lama tak berlatih rutin. Setelah tahun 2011, dia membela Persegres Gresik.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Setelah dari Persegres, saya diperintah sekolah perwira oleh komandan saya. Kebetulan waktu itu dapat gelombang kedua. Jadi, ada waktu enam bulan untuk masuk pendidikan,” ungkap Khusen kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Khusen mengaku, dia akhirnya dapat tawaran bermain kembali dari pelatih Bambang Sumantri. “Saya ditawari oleh coach Bambang untuk bantu main. Daripada menganggur dan buat jaga kondisi, akhirnya saya mau gabung Persebo sambil menunggu waktu buat pendidikan,” ujar mantan pemain pilar Deltras tahun 2009 ini.

Bersama Persebo waktu itu, menjadi tantangan tersendiri bagi Khusen. Terlebih, Persebo saat itu terpaksa menjadi tim musafir. Tak punya home base tetap. Sebab, Stadion Magenda Bondowoso dinilai tak layak menggelar pertandingan kompetisi kasta kedua. “Akhirnya, kami jadi tim musafir main di Stadion Ahmad Yani Sumenep selama satu kompetisi full,” imbuh pemain kelahiran 6 April 1975 ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO – RADARJEMBER.ID – Khusen tak pernah menyangka pernah bergabung bersama Persebo Bondowoso. Sebelumnya, pesepak bola kawakan asli Lamongan ini malang melintang di beberapa klub kenamaan Jawa Timur. Sebut saja Deltras Sidoarjo, Persegres Gresik, dan Persebaya Surabaya DU.

Tetapi, pemain yang memiliki background sebagai kesatuan TNI ini akhirnya bergabung bersama tim asal Bondowoso. Pada kompetisi kasta kedua divisi utama tahun 2013 silam. Bersama Persebo, pemain yang berposisi sebagai bek ini didapuk menjadi kapten tim.

Pria yang akrab disapa Komandan Khusen di kalangan pesepak bola Jawa Timur ini menjadi pemain senior andalan Persebo, waktu itu. Khusen sendiri tak menyangka bisa bergabung dengan Persebo. Sebab, sebelum bergabung Persebo, dirinya sudah cukup lama tak berlatih rutin. Setelah tahun 2011, dia membela Persegres Gresik.

“Setelah dari Persegres, saya diperintah sekolah perwira oleh komandan saya. Kebetulan waktu itu dapat gelombang kedua. Jadi, ada waktu enam bulan untuk masuk pendidikan,” ungkap Khusen kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Khusen mengaku, dia akhirnya dapat tawaran bermain kembali dari pelatih Bambang Sumantri. “Saya ditawari oleh coach Bambang untuk bantu main. Daripada menganggur dan buat jaga kondisi, akhirnya saya mau gabung Persebo sambil menunggu waktu buat pendidikan,” ujar mantan pemain pilar Deltras tahun 2009 ini.

Bersama Persebo waktu itu, menjadi tantangan tersendiri bagi Khusen. Terlebih, Persebo saat itu terpaksa menjadi tim musafir. Tak punya home base tetap. Sebab, Stadion Magenda Bondowoso dinilai tak layak menggelar pertandingan kompetisi kasta kedua. “Akhirnya, kami jadi tim musafir main di Stadion Ahmad Yani Sumenep selama satu kompetisi full,” imbuh pemain kelahiran 6 April 1975 ini.

BONDOWOSO – RADARJEMBER.ID – Khusen tak pernah menyangka pernah bergabung bersama Persebo Bondowoso. Sebelumnya, pesepak bola kawakan asli Lamongan ini malang melintang di beberapa klub kenamaan Jawa Timur. Sebut saja Deltras Sidoarjo, Persegres Gresik, dan Persebaya Surabaya DU.

Tetapi, pemain yang memiliki background sebagai kesatuan TNI ini akhirnya bergabung bersama tim asal Bondowoso. Pada kompetisi kasta kedua divisi utama tahun 2013 silam. Bersama Persebo, pemain yang berposisi sebagai bek ini didapuk menjadi kapten tim.

Pria yang akrab disapa Komandan Khusen di kalangan pesepak bola Jawa Timur ini menjadi pemain senior andalan Persebo, waktu itu. Khusen sendiri tak menyangka bisa bergabung dengan Persebo. Sebab, sebelum bergabung Persebo, dirinya sudah cukup lama tak berlatih rutin. Setelah tahun 2011, dia membela Persegres Gresik.

“Setelah dari Persegres, saya diperintah sekolah perwira oleh komandan saya. Kebetulan waktu itu dapat gelombang kedua. Jadi, ada waktu enam bulan untuk masuk pendidikan,” ungkap Khusen kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Khusen mengaku, dia akhirnya dapat tawaran bermain kembali dari pelatih Bambang Sumantri. “Saya ditawari oleh coach Bambang untuk bantu main. Daripada menganggur dan buat jaga kondisi, akhirnya saya mau gabung Persebo sambil menunggu waktu buat pendidikan,” ujar mantan pemain pilar Deltras tahun 2009 ini.

Bersama Persebo waktu itu, menjadi tantangan tersendiri bagi Khusen. Terlebih, Persebo saat itu terpaksa menjadi tim musafir. Tak punya home base tetap. Sebab, Stadion Magenda Bondowoso dinilai tak layak menggelar pertandingan kompetisi kasta kedua. “Akhirnya, kami jadi tim musafir main di Stadion Ahmad Yani Sumenep selama satu kompetisi full,” imbuh pemain kelahiran 6 April 1975 ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/