alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Kisah Sel Nomor 12 di Lapas Bondowoso

Dulu Beralaskan Kayu, Kini Kamarnya Terang Benderang

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan tahanan tewas disekap di sebuah gerbong kereta. Mereka diberangkatkan dari Bondowoso menuju Surabaya, karena penjara Bondowoso kala itu sudah sangat kelebihan kapasitas. Peristiwa memilukan itu disebut dengan tragedi Gerbong Maut, yang terjadi pada 23 November 1947 silam.

Di balik tragedi yang menewaskan para tahanan itu, siapa sangka, selain Museum KA Bondowoso, juga ada lokasi lain yang dapat mengulik cerita sejarahnya. Yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Bahkan, di salah satu kamarnya, terdapat kisah sejarah dari awal mula Gerbong Maut ini.

Bangunan Lapas Bondowoso merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda. Juga menjadi salah satu cagar budaya. Meskipun sudah mengalami beberapa renovasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di dalam Lapas Bondowoso terdapat salah satu blok kamar yang dulunya dijadikan tempat para tahanan yang tewas di dalam gerbong kereta saat perjalanan ke Surabaya. Kamar itu bernomor 12. Sel nomor 12.

Bahkan, beberapa tahun lalu, Festival Gerbong Maut, aksi teatrikal para pelajar, sempat singgah di Lapas Bondowoso. Mereka melakukan perenungan di lokasi yang mengurung para pahlawan tragedi Gerbong Maut, sebelum akhirnya diangkut ke atas gerbong.

Bahkan, dulunya kamar dengan kapasitas 50 orang itu, tempat tidurnya masih beralaskan kayu. Baru sekitar tahun 1990-an sudah dilakukan renovasi, diganti dengan semen plesteran.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan tahanan tewas disekap di sebuah gerbong kereta. Mereka diberangkatkan dari Bondowoso menuju Surabaya, karena penjara Bondowoso kala itu sudah sangat kelebihan kapasitas. Peristiwa memilukan itu disebut dengan tragedi Gerbong Maut, yang terjadi pada 23 November 1947 silam.

Di balik tragedi yang menewaskan para tahanan itu, siapa sangka, selain Museum KA Bondowoso, juga ada lokasi lain yang dapat mengulik cerita sejarahnya. Yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Bahkan, di salah satu kamarnya, terdapat kisah sejarah dari awal mula Gerbong Maut ini.

Bangunan Lapas Bondowoso merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda. Juga menjadi salah satu cagar budaya. Meskipun sudah mengalami beberapa renovasi.

Di dalam Lapas Bondowoso terdapat salah satu blok kamar yang dulunya dijadikan tempat para tahanan yang tewas di dalam gerbong kereta saat perjalanan ke Surabaya. Kamar itu bernomor 12. Sel nomor 12.

Bahkan, beberapa tahun lalu, Festival Gerbong Maut, aksi teatrikal para pelajar, sempat singgah di Lapas Bondowoso. Mereka melakukan perenungan di lokasi yang mengurung para pahlawan tragedi Gerbong Maut, sebelum akhirnya diangkut ke atas gerbong.

Bahkan, dulunya kamar dengan kapasitas 50 orang itu, tempat tidurnya masih beralaskan kayu. Baru sekitar tahun 1990-an sudah dilakukan renovasi, diganti dengan semen plesteran.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan tahanan tewas disekap di sebuah gerbong kereta. Mereka diberangkatkan dari Bondowoso menuju Surabaya, karena penjara Bondowoso kala itu sudah sangat kelebihan kapasitas. Peristiwa memilukan itu disebut dengan tragedi Gerbong Maut, yang terjadi pada 23 November 1947 silam.

Di balik tragedi yang menewaskan para tahanan itu, siapa sangka, selain Museum KA Bondowoso, juga ada lokasi lain yang dapat mengulik cerita sejarahnya. Yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Bahkan, di salah satu kamarnya, terdapat kisah sejarah dari awal mula Gerbong Maut ini.

Bangunan Lapas Bondowoso merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda. Juga menjadi salah satu cagar budaya. Meskipun sudah mengalami beberapa renovasi.

Di dalam Lapas Bondowoso terdapat salah satu blok kamar yang dulunya dijadikan tempat para tahanan yang tewas di dalam gerbong kereta saat perjalanan ke Surabaya. Kamar itu bernomor 12. Sel nomor 12.

Bahkan, beberapa tahun lalu, Festival Gerbong Maut, aksi teatrikal para pelajar, sempat singgah di Lapas Bondowoso. Mereka melakukan perenungan di lokasi yang mengurung para pahlawan tragedi Gerbong Maut, sebelum akhirnya diangkut ke atas gerbong.

Bahkan, dulunya kamar dengan kapasitas 50 orang itu, tempat tidurnya masih beralaskan kayu. Baru sekitar tahun 1990-an sudah dilakukan renovasi, diganti dengan semen plesteran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/