alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Belum Ada Lokasi Khusus

Pasien ODGJ Bingung Ditempatkan di Mana

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Enam tahun dipasung, perawatan selanjutnya hanya diberi obat. Itulah nasib SWD, salah satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Curahdami. Kedua kakinya dipasung dengan besi dan tangan kanannya diikat dengan rantai. Dia hanya seorang diri berada di gubuk tua. Tepat di sebelah rumah keluarganya.

Kemarin, pria berusia 44 tahun itu mendapat kunjungan dari tim Dinsos, RSD Koesnadi, dan Muspika Curahdami. Penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, SWD sudah lama mengalami gangguan jiwa. Bahkan, dia sempat bolak-balik keluar masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Radjiman, Lawang, Malang.

Tercatat sudah empat kali Suwadi dibawa ke RSJ Lawang untuk menjalani pengobatan. Namun, SWD berhasil kabur dari RSJ. Bahkan, dengan naik bus kembali ke kediamannya di Kelurahan/Kecamatan Curahdami.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awal mulanya tahun 2005 silam, Suwadi sempat menderita sakit-sakitan. Sejak saat itu perilakunya berubah. Konon, dia terkena ilmu hitam. Dari situlah, keluarga merujuknya ke RSJ Lawang. Sempat rutin minum obat, namun sering kumat lagi. Hingga melukai beberapa tetangganya dengan membawa senjata tajam.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Enam tahun dipasung, perawatan selanjutnya hanya diberi obat. Itulah nasib SWD, salah satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Curahdami. Kedua kakinya dipasung dengan besi dan tangan kanannya diikat dengan rantai. Dia hanya seorang diri berada di gubuk tua. Tepat di sebelah rumah keluarganya.

Kemarin, pria berusia 44 tahun itu mendapat kunjungan dari tim Dinsos, RSD Koesnadi, dan Muspika Curahdami. Penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, SWD sudah lama mengalami gangguan jiwa. Bahkan, dia sempat bolak-balik keluar masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Radjiman, Lawang, Malang.

Tercatat sudah empat kali Suwadi dibawa ke RSJ Lawang untuk menjalani pengobatan. Namun, SWD berhasil kabur dari RSJ. Bahkan, dengan naik bus kembali ke kediamannya di Kelurahan/Kecamatan Curahdami.

Awal mulanya tahun 2005 silam, Suwadi sempat menderita sakit-sakitan. Sejak saat itu perilakunya berubah. Konon, dia terkena ilmu hitam. Dari situlah, keluarga merujuknya ke RSJ Lawang. Sempat rutin minum obat, namun sering kumat lagi. Hingga melukai beberapa tetangganya dengan membawa senjata tajam.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Enam tahun dipasung, perawatan selanjutnya hanya diberi obat. Itulah nasib SWD, salah satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Curahdami. Kedua kakinya dipasung dengan besi dan tangan kanannya diikat dengan rantai. Dia hanya seorang diri berada di gubuk tua. Tepat di sebelah rumah keluarganya.

Kemarin, pria berusia 44 tahun itu mendapat kunjungan dari tim Dinsos, RSD Koesnadi, dan Muspika Curahdami. Penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, SWD sudah lama mengalami gangguan jiwa. Bahkan, dia sempat bolak-balik keluar masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Radjiman, Lawang, Malang.

Tercatat sudah empat kali Suwadi dibawa ke RSJ Lawang untuk menjalani pengobatan. Namun, SWD berhasil kabur dari RSJ. Bahkan, dengan naik bus kembali ke kediamannya di Kelurahan/Kecamatan Curahdami.

Awal mulanya tahun 2005 silam, Suwadi sempat menderita sakit-sakitan. Sejak saat itu perilakunya berubah. Konon, dia terkena ilmu hitam. Dari situlah, keluarga merujuknya ke RSJ Lawang. Sempat rutin minum obat, namun sering kumat lagi. Hingga melukai beberapa tetangganya dengan membawa senjata tajam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/