alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Akademi MIFA Bondowoso Ingin Tumbuhkan Sepak Bola Usia Dini

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semangatnya untuk memajukan sepak bola usia dini di Bondowoso memang harus diacungi jempol. Dia tak lelah dan terus berusaha untuk memberikan program sepak bola usia dini di grass root kepada para talenta belia Bondowoso.

Ya, dia adalah Muhammad Imron, pendiri akademi MIFA Bondowoso. Salah satu akademi sepak bola junior di Bondowoso. Akademi tersebut berdiri tahun 2019 silam. Latihan rutinnya di Stadion Magenda. Para pemain junior mendapatkan program latihan yang sesuai. Yakni program latihan berdasarkan kurikulum nasional, yaitu Filanesia, dan berdasarkan periodisasi yang tepat, guna mengembangkan para pemainnya.

Pria kelahiran 1993 ini sudah pernah mencicipi menjadi pelatih di tim junior akademi Bali United, salah satu klub kontestan Liga 1. Kini, dirinya juga ingin fokus membina pemain muda Bondowoso untuk dapat menelurkan pemain berkualitas. Apalagi dengan label putra daerah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pembinaan sepak bola usia muda di Bondowoso, menurutnya, sudah berjalan. Namun, tetap harus ada yang diperbaiki. “Seperti harus memberikan program pelatihan yang benar dan pedoman ke kurikulum SSB/Akademi. Dan pastinya memperbanyak kompetisi dan turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan,” kata pria asli Kelurahan/Kecamatan Curahdami ini.

Selain itu, dia mengatakan, Bondowoso harus memperbanyak pelatih yang berlisensi. “Agar nantinya bisa memberikan atau memperbaiki kualitas pemain atau bibit-bibit anak-anak Bondowoso sendiri,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semangatnya untuk memajukan sepak bola usia dini di Bondowoso memang harus diacungi jempol. Dia tak lelah dan terus berusaha untuk memberikan program sepak bola usia dini di grass root kepada para talenta belia Bondowoso.

Ya, dia adalah Muhammad Imron, pendiri akademi MIFA Bondowoso. Salah satu akademi sepak bola junior di Bondowoso. Akademi tersebut berdiri tahun 2019 silam. Latihan rutinnya di Stadion Magenda. Para pemain junior mendapatkan program latihan yang sesuai. Yakni program latihan berdasarkan kurikulum nasional, yaitu Filanesia, dan berdasarkan periodisasi yang tepat, guna mengembangkan para pemainnya.

Pria kelahiran 1993 ini sudah pernah mencicipi menjadi pelatih di tim junior akademi Bali United, salah satu klub kontestan Liga 1. Kini, dirinya juga ingin fokus membina pemain muda Bondowoso untuk dapat menelurkan pemain berkualitas. Apalagi dengan label putra daerah.

Pembinaan sepak bola usia muda di Bondowoso, menurutnya, sudah berjalan. Namun, tetap harus ada yang diperbaiki. “Seperti harus memberikan program pelatihan yang benar dan pedoman ke kurikulum SSB/Akademi. Dan pastinya memperbanyak kompetisi dan turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan,” kata pria asli Kelurahan/Kecamatan Curahdami ini.

Selain itu, dia mengatakan, Bondowoso harus memperbanyak pelatih yang berlisensi. “Agar nantinya bisa memberikan atau memperbaiki kualitas pemain atau bibit-bibit anak-anak Bondowoso sendiri,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semangatnya untuk memajukan sepak bola usia dini di Bondowoso memang harus diacungi jempol. Dia tak lelah dan terus berusaha untuk memberikan program sepak bola usia dini di grass root kepada para talenta belia Bondowoso.

Ya, dia adalah Muhammad Imron, pendiri akademi MIFA Bondowoso. Salah satu akademi sepak bola junior di Bondowoso. Akademi tersebut berdiri tahun 2019 silam. Latihan rutinnya di Stadion Magenda. Para pemain junior mendapatkan program latihan yang sesuai. Yakni program latihan berdasarkan kurikulum nasional, yaitu Filanesia, dan berdasarkan periodisasi yang tepat, guna mengembangkan para pemainnya.

Pria kelahiran 1993 ini sudah pernah mencicipi menjadi pelatih di tim junior akademi Bali United, salah satu klub kontestan Liga 1. Kini, dirinya juga ingin fokus membina pemain muda Bondowoso untuk dapat menelurkan pemain berkualitas. Apalagi dengan label putra daerah.

Pembinaan sepak bola usia muda di Bondowoso, menurutnya, sudah berjalan. Namun, tetap harus ada yang diperbaiki. “Seperti harus memberikan program pelatihan yang benar dan pedoman ke kurikulum SSB/Akademi. Dan pastinya memperbanyak kompetisi dan turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan,” kata pria asli Kelurahan/Kecamatan Curahdami ini.

Selain itu, dia mengatakan, Bondowoso harus memperbanyak pelatih yang berlisensi. “Agar nantinya bisa memberikan atau memperbaiki kualitas pemain atau bibit-bibit anak-anak Bondowoso sendiri,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/