alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Perbarui Gerak Tanpa Hilangkan Pakem

Cara Seniman Lestarikan Kesenian Tradisional Daerah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seiring perkembangan zaman, kesenian tradisional terus diperbarui, tanpa menghilangkan tradisi pakem aslinya. Hal itu dilakukan agar setiap orang semakin tertarik menyaksikan kebudayaan tersebut. Serta mampu menyerap pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Melestarikan isi atau substansi pesan yang ada dalam karya seni asli Bondowoso inilah yang menjadi prinsip Padepokan Seni Gema Buana. Kesenian tradisional itu, misalnya, tari Topeng Konah, Ojhung, dan Rontek Singo Ulung.

Ketua Padepokan Seni Gema Buana Sugeng mengatakan, kesenian itu tidak bersifat statis, tapi dinamis. Artinya, seni itu tidak diam di tempat atau tanpa adanya perkembangan. Oleh sebab itu, meski pihaknya mempertahankan karya seni yang mampu mengangkat namanya sejak awal, namun pihaknya juga terus melakukan pembaruan. Karena itu, sampai saat ini sudah banyak versi trik-trik dari kesenian daerah itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi, kami memang mempertahankan tradisi yang ada di Bondowoso. Cuma pengembangan gerak dan pola itu harus ada perkembangan. Yang lebih menarik dan estetik, serta eksistensinya lebih tinggi,” ungkap seniman yang berusia 60 tahun tersebut.

Menurutnya, salah satu alasan tetap mempertahankan kesenian itu adalah karya yang dipertahankan mampu memberikan pesan dan kesan kepada daerah. Berbeda halnya dengan karya-karya baru yang sifatnya kontemporer. Karya itu dinilai tidak mampu memberikan pesan kepada masyarakat dan daerah setempat. Selain itu, kesenian yang ia pertahankan diyakini dapat mengangkat nama daerah ke kancah nasional.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seiring perkembangan zaman, kesenian tradisional terus diperbarui, tanpa menghilangkan tradisi pakem aslinya. Hal itu dilakukan agar setiap orang semakin tertarik menyaksikan kebudayaan tersebut. Serta mampu menyerap pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Melestarikan isi atau substansi pesan yang ada dalam karya seni asli Bondowoso inilah yang menjadi prinsip Padepokan Seni Gema Buana. Kesenian tradisional itu, misalnya, tari Topeng Konah, Ojhung, dan Rontek Singo Ulung.

Ketua Padepokan Seni Gema Buana Sugeng mengatakan, kesenian itu tidak bersifat statis, tapi dinamis. Artinya, seni itu tidak diam di tempat atau tanpa adanya perkembangan. Oleh sebab itu, meski pihaknya mempertahankan karya seni yang mampu mengangkat namanya sejak awal, namun pihaknya juga terus melakukan pembaruan. Karena itu, sampai saat ini sudah banyak versi trik-trik dari kesenian daerah itu.

“Jadi, kami memang mempertahankan tradisi yang ada di Bondowoso. Cuma pengembangan gerak dan pola itu harus ada perkembangan. Yang lebih menarik dan estetik, serta eksistensinya lebih tinggi,” ungkap seniman yang berusia 60 tahun tersebut.

Menurutnya, salah satu alasan tetap mempertahankan kesenian itu adalah karya yang dipertahankan mampu memberikan pesan dan kesan kepada daerah. Berbeda halnya dengan karya-karya baru yang sifatnya kontemporer. Karya itu dinilai tidak mampu memberikan pesan kepada masyarakat dan daerah setempat. Selain itu, kesenian yang ia pertahankan diyakini dapat mengangkat nama daerah ke kancah nasional.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seiring perkembangan zaman, kesenian tradisional terus diperbarui, tanpa menghilangkan tradisi pakem aslinya. Hal itu dilakukan agar setiap orang semakin tertarik menyaksikan kebudayaan tersebut. Serta mampu menyerap pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Melestarikan isi atau substansi pesan yang ada dalam karya seni asli Bondowoso inilah yang menjadi prinsip Padepokan Seni Gema Buana. Kesenian tradisional itu, misalnya, tari Topeng Konah, Ojhung, dan Rontek Singo Ulung.

Ketua Padepokan Seni Gema Buana Sugeng mengatakan, kesenian itu tidak bersifat statis, tapi dinamis. Artinya, seni itu tidak diam di tempat atau tanpa adanya perkembangan. Oleh sebab itu, meski pihaknya mempertahankan karya seni yang mampu mengangkat namanya sejak awal, namun pihaknya juga terus melakukan pembaruan. Karena itu, sampai saat ini sudah banyak versi trik-trik dari kesenian daerah itu.

“Jadi, kami memang mempertahankan tradisi yang ada di Bondowoso. Cuma pengembangan gerak dan pola itu harus ada perkembangan. Yang lebih menarik dan estetik, serta eksistensinya lebih tinggi,” ungkap seniman yang berusia 60 tahun tersebut.

Menurutnya, salah satu alasan tetap mempertahankan kesenian itu adalah karya yang dipertahankan mampu memberikan pesan dan kesan kepada daerah. Berbeda halnya dengan karya-karya baru yang sifatnya kontemporer. Karya itu dinilai tidak mampu memberikan pesan kepada masyarakat dan daerah setempat. Selain itu, kesenian yang ia pertahankan diyakini dapat mengangkat nama daerah ke kancah nasional.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/