alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Unduh Berkah dari Ban Bekas

Ban bekas di tangan Arik Febri bukan menjadi hal sepele. Melalui keterampilan tangannya, ban bekas bisa menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi. Ban itu diubahnya menjadi barang rumah tangga.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siang itu, cuaca tidak begitu cerah. Terlihat setumpuk ban bekas mobil dan motor yang sudah diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomis tertata rapi di pinggir Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Barang itu adalah hasil kerajinan Arik Febri, 35, seorang perajin alat rumah tangga dari ban bekas.

Dengan kaus merah dan celana jeans abu-abu, pria ini terlihat sedang fokus mengukur serta memilah ban-ban bekas untuk dijadikan berbagai kerajinan. Arik mengungkapkan, awal kali dia ikut kerja pamannya yang juga perajin barang rumah tangga dari ban bekas. Karena bekerja itu, dia akhirnya belajar cara pembuatannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akhirnya, Arik memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan restu sang paman. Untuk membuka usaha tersebut, Arik hanya bermodalkan uang Rp 100 ribu. Dari modal pas-pasan, Arik memulainya.

Dari penghasilan awal memulai, Arik terus mengembangkan usahanya. Sampai saat ini dia mengaku sudah 15 tahun menjalani usahanya. Berbagai rintangan dan hambatan sudah dilaluinya dengan sabar. Misalnya, terkena pisau saat proses pengolahan. “Kalau kena pisau ya pernah, tapi gak pernah sampai parah gitu,” ungkapnya sembari menunjukan bekas luka di tangannya.

Kerajinan yang dihasilkan di antaranya tempat sampah, kursi, meja, dan kerajinan lainnya. Arik bisa membuat tiga hingga lima macam produk dalam satu hari. Namun, proses pembuatan menyesuaikan dengan permintaan atau pesanan. “Ya dibuat santai aja. Jadikan hobi yang menyenangkan, tapi berpenghasilan begitu,” paparnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siang itu, cuaca tidak begitu cerah. Terlihat setumpuk ban bekas mobil dan motor yang sudah diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomis tertata rapi di pinggir Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Barang itu adalah hasil kerajinan Arik Febri, 35, seorang perajin alat rumah tangga dari ban bekas.

Dengan kaus merah dan celana jeans abu-abu, pria ini terlihat sedang fokus mengukur serta memilah ban-ban bekas untuk dijadikan berbagai kerajinan. Arik mengungkapkan, awal kali dia ikut kerja pamannya yang juga perajin barang rumah tangga dari ban bekas. Karena bekerja itu, dia akhirnya belajar cara pembuatannya.

Akhirnya, Arik memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan restu sang paman. Untuk membuka usaha tersebut, Arik hanya bermodalkan uang Rp 100 ribu. Dari modal pas-pasan, Arik memulainya.

Dari penghasilan awal memulai, Arik terus mengembangkan usahanya. Sampai saat ini dia mengaku sudah 15 tahun menjalani usahanya. Berbagai rintangan dan hambatan sudah dilaluinya dengan sabar. Misalnya, terkena pisau saat proses pengolahan. “Kalau kena pisau ya pernah, tapi gak pernah sampai parah gitu,” ungkapnya sembari menunjukan bekas luka di tangannya.

Kerajinan yang dihasilkan di antaranya tempat sampah, kursi, meja, dan kerajinan lainnya. Arik bisa membuat tiga hingga lima macam produk dalam satu hari. Namun, proses pembuatan menyesuaikan dengan permintaan atau pesanan. “Ya dibuat santai aja. Jadikan hobi yang menyenangkan, tapi berpenghasilan begitu,” paparnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siang itu, cuaca tidak begitu cerah. Terlihat setumpuk ban bekas mobil dan motor yang sudah diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomis tertata rapi di pinggir Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Barang itu adalah hasil kerajinan Arik Febri, 35, seorang perajin alat rumah tangga dari ban bekas.

Dengan kaus merah dan celana jeans abu-abu, pria ini terlihat sedang fokus mengukur serta memilah ban-ban bekas untuk dijadikan berbagai kerajinan. Arik mengungkapkan, awal kali dia ikut kerja pamannya yang juga perajin barang rumah tangga dari ban bekas. Karena bekerja itu, dia akhirnya belajar cara pembuatannya.

Akhirnya, Arik memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan restu sang paman. Untuk membuka usaha tersebut, Arik hanya bermodalkan uang Rp 100 ribu. Dari modal pas-pasan, Arik memulainya.

Dari penghasilan awal memulai, Arik terus mengembangkan usahanya. Sampai saat ini dia mengaku sudah 15 tahun menjalani usahanya. Berbagai rintangan dan hambatan sudah dilaluinya dengan sabar. Misalnya, terkena pisau saat proses pengolahan. “Kalau kena pisau ya pernah, tapi gak pernah sampai parah gitu,” ungkapnya sembari menunjukan bekas luka di tangannya.

Kerajinan yang dihasilkan di antaranya tempat sampah, kursi, meja, dan kerajinan lainnya. Arik bisa membuat tiga hingga lima macam produk dalam satu hari. Namun, proses pembuatan menyesuaikan dengan permintaan atau pesanan. “Ya dibuat santai aja. Jadikan hobi yang menyenangkan, tapi berpenghasilan begitu,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/