alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

PPKM Mikro Terus Diperpanjang

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro tingkat desa masih terus dilanjutkan. Apalagi setelah kejadian ledakan kasus positif Covid-19 pada klaster hajatan di Desan Bendelan, Kecamatan Binakal, beberapa waktu lalu.

Belasan orang pun dinyatakan positif Covid-19 setelah menghadiri sebuah acara hajatan di lingkungan desa. Akibatnya, hingga sekarang ini satu RT di Desa Bendelan dinyatakan lock down serta berstatus zona merah.

Abainya warga desa akan protokol kesehatan menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, sebelumnya Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menyebut bahwa kerap kali warga desa tidak mengurus izin ketika hendak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, menurut Mohammad Imron, Juru Bicara Satgas Covid-19, membenarkan bahwa PPKM mikro skala desa masih akan terus digiatkan. Ketika ditanya sampai kapan PPKM mikro akan dilanjutkan, Imron menjawab, tim satgas Covid-19 masih mengikuti arahan dari pemerintah provinsi dan pusat. “Sampai pusat memutuskan tidak diperpanjang lagi. Karena kami mengikuti arahan dari pusat,” ujarnya.

Imron menambahkan, perpanjangan PPKM mikro tersebut sudah diatur dalam regulasi. “Seperti dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2021. Tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran virus korona,” jelas dia.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro tingkat desa masih terus dilanjutkan. Apalagi setelah kejadian ledakan kasus positif Covid-19 pada klaster hajatan di Desan Bendelan, Kecamatan Binakal, beberapa waktu lalu.

Belasan orang pun dinyatakan positif Covid-19 setelah menghadiri sebuah acara hajatan di lingkungan desa. Akibatnya, hingga sekarang ini satu RT di Desa Bendelan dinyatakan lock down serta berstatus zona merah.

Abainya warga desa akan protokol kesehatan menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, sebelumnya Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menyebut bahwa kerap kali warga desa tidak mengurus izin ketika hendak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak warga.

Sementara itu, menurut Mohammad Imron, Juru Bicara Satgas Covid-19, membenarkan bahwa PPKM mikro skala desa masih akan terus digiatkan. Ketika ditanya sampai kapan PPKM mikro akan dilanjutkan, Imron menjawab, tim satgas Covid-19 masih mengikuti arahan dari pemerintah provinsi dan pusat. “Sampai pusat memutuskan tidak diperpanjang lagi. Karena kami mengikuti arahan dari pusat,” ujarnya.

Imron menambahkan, perpanjangan PPKM mikro tersebut sudah diatur dalam regulasi. “Seperti dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2021. Tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran virus korona,” jelas dia.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro tingkat desa masih terus dilanjutkan. Apalagi setelah kejadian ledakan kasus positif Covid-19 pada klaster hajatan di Desan Bendelan, Kecamatan Binakal, beberapa waktu lalu.

Belasan orang pun dinyatakan positif Covid-19 setelah menghadiri sebuah acara hajatan di lingkungan desa. Akibatnya, hingga sekarang ini satu RT di Desa Bendelan dinyatakan lock down serta berstatus zona merah.

Abainya warga desa akan protokol kesehatan menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, sebelumnya Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menyebut bahwa kerap kali warga desa tidak mengurus izin ketika hendak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak warga.

Sementara itu, menurut Mohammad Imron, Juru Bicara Satgas Covid-19, membenarkan bahwa PPKM mikro skala desa masih akan terus digiatkan. Ketika ditanya sampai kapan PPKM mikro akan dilanjutkan, Imron menjawab, tim satgas Covid-19 masih mengikuti arahan dari pemerintah provinsi dan pusat. “Sampai pusat memutuskan tidak diperpanjang lagi. Karena kami mengikuti arahan dari pusat,” ujarnya.

Imron menambahkan, perpanjangan PPKM mikro tersebut sudah diatur dalam regulasi. “Seperti dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2021. Tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran virus korona,” jelas dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/