22.8 C
Jember
Tuesday, 21 March 2023

Setelah Ditertibkan, Jangan Kembali Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyalahgunaan trotoar sebagai tempat jualan masih banyak ditemui di berbagai titik. Seperti di Jalan KH Wahid Hasyim sekitar Pasar Induk Bondowoso dan trotoar sepanjang Jalan A Yani. Oleh sebab itu, satpol PP bersama instansi terkait lainnya melakukan penertiban. Namun, masih memberikan imbauan kepada para pedagang agar tidak berjualan di tempat tersebut.

Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantokok menjelaskan, para pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan memang masih dijumpai. Oleh sebab itu, pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan penertiban bersama-sama. Baik kepada penjual yang ada di trotoar maupun kendaraan yang parkir sembarangan.

Penertiban itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan pada bulan Ramadan. Terlebih lagi, kata Slamet, pada bulan tersebut, biasanya volume kendaraan mengalami peningkatan. “Pedagang yang mengganggu aktivitas pengendara roda dua dan empat kami tertibkan,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Slamet juga menyebutkan beberapa lokasi yang ditertibkan. Di antaranya di area parkir depan Masjid At Taqwa. Di tempat itu, masih ada kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir tidak pada tempatnya. “Itu mengganggu pengendara lainnya kan,” imbuhnya.

Tempat lainnya berada di Jalan KH Wahid Hasyim, di utara pasar induk. Tempat tersebut biasanya dipakai untuk bongkar muat mobil para pedagang sayur. Sehingga lokasi parkir mereka mengganggu pengendara lain. Bahkan tidak jarang lalu lintas tersendat.

Selain itu, Slamet juga menegaskan, pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan A Yani tidak luput untuk ditertibkan. Meskipun biasanya para pedagang akan kembali lagi setelah ditertibkan. “Kalau terus dibiarkan, mau lewat mana pejalan kaki itu. Trotoar seharusnya diperuntukkan bagi mereka,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

 

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyalahgunaan trotoar sebagai tempat jualan masih banyak ditemui di berbagai titik. Seperti di Jalan KH Wahid Hasyim sekitar Pasar Induk Bondowoso dan trotoar sepanjang Jalan A Yani. Oleh sebab itu, satpol PP bersama instansi terkait lainnya melakukan penertiban. Namun, masih memberikan imbauan kepada para pedagang agar tidak berjualan di tempat tersebut.

Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantokok menjelaskan, para pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan memang masih dijumpai. Oleh sebab itu, pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan penertiban bersama-sama. Baik kepada penjual yang ada di trotoar maupun kendaraan yang parkir sembarangan.

Penertiban itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan pada bulan Ramadan. Terlebih lagi, kata Slamet, pada bulan tersebut, biasanya volume kendaraan mengalami peningkatan. “Pedagang yang mengganggu aktivitas pengendara roda dua dan empat kami tertibkan,” tegasnya.

Slamet juga menyebutkan beberapa lokasi yang ditertibkan. Di antaranya di area parkir depan Masjid At Taqwa. Di tempat itu, masih ada kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir tidak pada tempatnya. “Itu mengganggu pengendara lainnya kan,” imbuhnya.

Tempat lainnya berada di Jalan KH Wahid Hasyim, di utara pasar induk. Tempat tersebut biasanya dipakai untuk bongkar muat mobil para pedagang sayur. Sehingga lokasi parkir mereka mengganggu pengendara lain. Bahkan tidak jarang lalu lintas tersendat.

Selain itu, Slamet juga menegaskan, pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan A Yani tidak luput untuk ditertibkan. Meskipun biasanya para pedagang akan kembali lagi setelah ditertibkan. “Kalau terus dibiarkan, mau lewat mana pejalan kaki itu. Trotoar seharusnya diperuntukkan bagi mereka,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

 

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyalahgunaan trotoar sebagai tempat jualan masih banyak ditemui di berbagai titik. Seperti di Jalan KH Wahid Hasyim sekitar Pasar Induk Bondowoso dan trotoar sepanjang Jalan A Yani. Oleh sebab itu, satpol PP bersama instansi terkait lainnya melakukan penertiban. Namun, masih memberikan imbauan kepada para pedagang agar tidak berjualan di tempat tersebut.

Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantokok menjelaskan, para pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan memang masih dijumpai. Oleh sebab itu, pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan penertiban bersama-sama. Baik kepada penjual yang ada di trotoar maupun kendaraan yang parkir sembarangan.

Penertiban itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan pada bulan Ramadan. Terlebih lagi, kata Slamet, pada bulan tersebut, biasanya volume kendaraan mengalami peningkatan. “Pedagang yang mengganggu aktivitas pengendara roda dua dan empat kami tertibkan,” tegasnya.

Slamet juga menyebutkan beberapa lokasi yang ditertibkan. Di antaranya di area parkir depan Masjid At Taqwa. Di tempat itu, masih ada kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir tidak pada tempatnya. “Itu mengganggu pengendara lainnya kan,” imbuhnya.

Tempat lainnya berada di Jalan KH Wahid Hasyim, di utara pasar induk. Tempat tersebut biasanya dipakai untuk bongkar muat mobil para pedagang sayur. Sehingga lokasi parkir mereka mengganggu pengendara lain. Bahkan tidak jarang lalu lintas tersendat.

Selain itu, Slamet juga menegaskan, pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan A Yani tidak luput untuk ditertibkan. Meskipun biasanya para pedagang akan kembali lagi setelah ditertibkan. “Kalau terus dibiarkan, mau lewat mana pejalan kaki itu. Trotoar seharusnya diperuntukkan bagi mereka,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca