alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Belum Banyak Dilengkapi Rambu Lalin

Ditemukan pada Tikungan Tajam Tanpa Penanda

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jalan menuju kawasan Ijen belum banyak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas. Terlebih, jalan menuju dataran tinggi itu berkelok dan cukup sempit. Tentu, membahayakan pengendara.Apalagi yang baru pertama kali melintas.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen ketika melakukan perjalanan menuju Kecamatan Ijen, beberapa tikungan tajam pun tak banyak dilengkapi rambu lalu lintas. Buktinya, belum ada cermin cembung yang merupakan cermin pemandu jalan. Istilah khususnya adalah cermin tikungan atau safetymirror.

Fungsi cermin itu akan memudahkan pengendara melihat kendaraan lain dari arah yang berlainan. Selain itu, diletakkan di sudut jalan. Cermin itu menjadi salah satu pendukung keselamatan berkendara.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Memang tidak ada rambu lalu lintas seperti cermin itu. Kalau kami, para petani yang sudah biasa lewat jalan ini ya hafal saja kelokannya. Tapi yang belum terbiasa, harus ekstra waspada,” ujar Suyitno, salah seorang petani kopi di kawasan Ijen.

Selain cermin tikungan, menurut Suyitno, seharusnya juga dilengkapi rambu penanda untuk pengendara roda empat. “Seperti rambu untuk menggunakan gigi satu bagi mobil manual. Karena ada beberapa tanjakan yang cukup curam,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jalan menuju kawasan Ijen belum banyak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas. Terlebih, jalan menuju dataran tinggi itu berkelok dan cukup sempit. Tentu, membahayakan pengendara.Apalagi yang baru pertama kali melintas.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen ketika melakukan perjalanan menuju Kecamatan Ijen, beberapa tikungan tajam pun tak banyak dilengkapi rambu lalu lintas. Buktinya, belum ada cermin cembung yang merupakan cermin pemandu jalan. Istilah khususnya adalah cermin tikungan atau safetymirror.

Fungsi cermin itu akan memudahkan pengendara melihat kendaraan lain dari arah yang berlainan. Selain itu, diletakkan di sudut jalan. Cermin itu menjadi salah satu pendukung keselamatan berkendara.

“Memang tidak ada rambu lalu lintas seperti cermin itu. Kalau kami, para petani yang sudah biasa lewat jalan ini ya hafal saja kelokannya. Tapi yang belum terbiasa, harus ekstra waspada,” ujar Suyitno, salah seorang petani kopi di kawasan Ijen.

Selain cermin tikungan, menurut Suyitno, seharusnya juga dilengkapi rambu penanda untuk pengendara roda empat. “Seperti rambu untuk menggunakan gigi satu bagi mobil manual. Karena ada beberapa tanjakan yang cukup curam,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jalan menuju kawasan Ijen belum banyak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas. Terlebih, jalan menuju dataran tinggi itu berkelok dan cukup sempit. Tentu, membahayakan pengendara.Apalagi yang baru pertama kali melintas.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen ketika melakukan perjalanan menuju Kecamatan Ijen, beberapa tikungan tajam pun tak banyak dilengkapi rambu lalu lintas. Buktinya, belum ada cermin cembung yang merupakan cermin pemandu jalan. Istilah khususnya adalah cermin tikungan atau safetymirror.

Fungsi cermin itu akan memudahkan pengendara melihat kendaraan lain dari arah yang berlainan. Selain itu, diletakkan di sudut jalan. Cermin itu menjadi salah satu pendukung keselamatan berkendara.

“Memang tidak ada rambu lalu lintas seperti cermin itu. Kalau kami, para petani yang sudah biasa lewat jalan ini ya hafal saja kelokannya. Tapi yang belum terbiasa, harus ekstra waspada,” ujar Suyitno, salah seorang petani kopi di kawasan Ijen.

Selain cermin tikungan, menurut Suyitno, seharusnya juga dilengkapi rambu penanda untuk pengendara roda empat. “Seperti rambu untuk menggunakan gigi satu bagi mobil manual. Karena ada beberapa tanjakan yang cukup curam,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/