alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Mau Vaksin, NIK Bermasalah

Ganggu Target Vaksinasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Satgas Covid-19 tingkat kabupaten hingga desa sudah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan capaian vaksinasi. Sayangnya, target minimal 70 persen untuk penguatan herd immunity tersebut belum tercapai. Salah satu penyebabnya, nomor induk kependudukan (NIK) diketahui banyak yang bermasalah.

Masalah tersebut terletak pada temuan NIK yang tidak aktif atau belum terkoneksi secara daring. Akibatnya, ada perbedaan data yang diinput secara manual oleh tenaga kesehatan di Bondowoso dengan data yang ada di KPCPEN.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron menyebutkan, hingga Senin (10/1) lalu, capaian vaksinasi masyarakat umum mulai mendekati angka 70 persen atau baru mencapai 67,18 persen. Sementara, untuk vaksinasi lansia baru mencapai 47 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Data real time yang dibuat manual oleh tenaga kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan sejatinya sudah tembus target minimal vaksinasi umum. Yaitu mencapai 71 persen lebih. Sementara, untuk lansia sudah mencapai 51 persen. “Kami kejar target 70 (masyarakat umum, Red), 60 (lansia, Red) itu, untuk bisa segera vaksinasi yang anak usia 6 sampai 11 tahun,” paparnya.

Penyebab perbedaan angka tersebut, menurut Imron, karena banyak yang sudah divaksin, tetapi datanya tidak bisa diinput ke Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) karena ada yang bermasalah. Mulai dari NIK yang belum aktif, tidak daring, data ganda, dan yang lainnya. Akibatnya, sejak vaksinasi dilakukan hingga saat ini, terdapat 11 ribu data warga yang belum diinput.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan akan melakukan penarikan atau pengumpulan data dari setiap fasyankes mulai Rabu hari ini (12/1). “Baru kami koordinasikan dengan Dispenduk. Permasalahannya apa, nanti akan difasilitasi,” tegasnya.

Setelah validasi data dilakukan, 11 ribu warga yang datanya belum terinput akan dimasukkan ke data KPCPEN agar mendapatkan sertifikat vaksin. Dengan begitu, target minimal vaksinasi 70 persen segera tercapai. “Satu minggu itu (kami targetkan, Red) sudah 70 persen,” pungkasnya.

Tekankan Kesadaran Masyarakat

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Satgas Covid-19 tingkat kabupaten hingga desa sudah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan capaian vaksinasi. Sayangnya, target minimal 70 persen untuk penguatan herd immunity tersebut belum tercapai. Salah satu penyebabnya, nomor induk kependudukan (NIK) diketahui banyak yang bermasalah.

Masalah tersebut terletak pada temuan NIK yang tidak aktif atau belum terkoneksi secara daring. Akibatnya, ada perbedaan data yang diinput secara manual oleh tenaga kesehatan di Bondowoso dengan data yang ada di KPCPEN.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron menyebutkan, hingga Senin (10/1) lalu, capaian vaksinasi masyarakat umum mulai mendekati angka 70 persen atau baru mencapai 67,18 persen. Sementara, untuk vaksinasi lansia baru mencapai 47 persen.

Data real time yang dibuat manual oleh tenaga kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan sejatinya sudah tembus target minimal vaksinasi umum. Yaitu mencapai 71 persen lebih. Sementara, untuk lansia sudah mencapai 51 persen. “Kami kejar target 70 (masyarakat umum, Red), 60 (lansia, Red) itu, untuk bisa segera vaksinasi yang anak usia 6 sampai 11 tahun,” paparnya.

Penyebab perbedaan angka tersebut, menurut Imron, karena banyak yang sudah divaksin, tetapi datanya tidak bisa diinput ke Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) karena ada yang bermasalah. Mulai dari NIK yang belum aktif, tidak daring, data ganda, dan yang lainnya. Akibatnya, sejak vaksinasi dilakukan hingga saat ini, terdapat 11 ribu data warga yang belum diinput.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan akan melakukan penarikan atau pengumpulan data dari setiap fasyankes mulai Rabu hari ini (12/1). “Baru kami koordinasikan dengan Dispenduk. Permasalahannya apa, nanti akan difasilitasi,” tegasnya.

Setelah validasi data dilakukan, 11 ribu warga yang datanya belum terinput akan dimasukkan ke data KPCPEN agar mendapatkan sertifikat vaksin. Dengan begitu, target minimal vaksinasi 70 persen segera tercapai. “Satu minggu itu (kami targetkan, Red) sudah 70 persen,” pungkasnya.

Tekankan Kesadaran Masyarakat

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Satgas Covid-19 tingkat kabupaten hingga desa sudah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan capaian vaksinasi. Sayangnya, target minimal 70 persen untuk penguatan herd immunity tersebut belum tercapai. Salah satu penyebabnya, nomor induk kependudukan (NIK) diketahui banyak yang bermasalah.

Masalah tersebut terletak pada temuan NIK yang tidak aktif atau belum terkoneksi secara daring. Akibatnya, ada perbedaan data yang diinput secara manual oleh tenaga kesehatan di Bondowoso dengan data yang ada di KPCPEN.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron menyebutkan, hingga Senin (10/1) lalu, capaian vaksinasi masyarakat umum mulai mendekati angka 70 persen atau baru mencapai 67,18 persen. Sementara, untuk vaksinasi lansia baru mencapai 47 persen.

Data real time yang dibuat manual oleh tenaga kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan sejatinya sudah tembus target minimal vaksinasi umum. Yaitu mencapai 71 persen lebih. Sementara, untuk lansia sudah mencapai 51 persen. “Kami kejar target 70 (masyarakat umum, Red), 60 (lansia, Red) itu, untuk bisa segera vaksinasi yang anak usia 6 sampai 11 tahun,” paparnya.

Penyebab perbedaan angka tersebut, menurut Imron, karena banyak yang sudah divaksin, tetapi datanya tidak bisa diinput ke Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) karena ada yang bermasalah. Mulai dari NIK yang belum aktif, tidak daring, data ganda, dan yang lainnya. Akibatnya, sejak vaksinasi dilakukan hingga saat ini, terdapat 11 ribu data warga yang belum diinput.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan akan melakukan penarikan atau pengumpulan data dari setiap fasyankes mulai Rabu hari ini (12/1). “Baru kami koordinasikan dengan Dispenduk. Permasalahannya apa, nanti akan difasilitasi,” tegasnya.

Setelah validasi data dilakukan, 11 ribu warga yang datanya belum terinput akan dimasukkan ke data KPCPEN agar mendapatkan sertifikat vaksin. Dengan begitu, target minimal vaksinasi 70 persen segera tercapai. “Satu minggu itu (kami targetkan, Red) sudah 70 persen,” pungkasnya.

Tekankan Kesadaran Masyarakat

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/