alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kenalkan Ijen Geopark kepada Siswa

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Miniatur Ijen Geopark di Bondowoso saat ini banyak ditemui di berbagai sekolah. Mulai dari tingkat PAUD hingga tingkat SMA. Sejumlah lembaga tersebut ternyata sedang mengikuti Ijen Geopark Corner Competition, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora). Hal itu diketahui dalam penyerahan hadiah yang berlangsung di Graha Ijen, Disparpora Bondowoso, kemarin (10/12) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kompetisi tersebut diikuti oleh sejumlah siswa mulai dari PAUD/TK, SD sederajat, SMP, hingga SMA sederajat. Ada 63 lembaga pendaftar secara keseluruhan. Sebanyak 25 pendaftar di antaranya dari kategori PAUD, 17 lembaga SD, 20 lembaga SMP, dan 1 SMA. Masing-masing kategori kemudian dipilih lima terbaik. Kecuali kategori SMA, karena pada kategori tersebut hanya ada satu pendaftar. Dari jumlah pendaftar tersebut kemudian dipilih 16 juara.

Belasan sekolah yang berhasil memenangi kompetisi tersebut memperoleh penghargaan dari pemkab. Hadiah diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat bersama Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi dan sejumlah pihak lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kompetisi tersebut digelar untuk mengedukasi siswa tentang Ijen Geopark. Lomba itu terdiri atas kategori geologi, biologi, dan budaya. Setiap sekolah yang ikut serta dalam kompetisi itu harus menyediakan ruang yang memuat miniatur dan informasi tentang situs yang masuk dalam Ijen Geopark.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, melihat para peserta dalam kompetisi tahun ini, dinilainya masih kurang. Terlebih untuk tingkat SMA yang hanya ada satu pendaftar. Pihaknya menegaskan agar Ijen Geopark Corner Competition di tahun 2022 lebih ditingkatkan lagi, sehingga para siswa mampu mengenal daerah mana saja yang masuk dalam Ijen Geopark. Serta budaya apa saja yang masuk di dalamnya.

Irwan menyarankan dalam setiap tingkatan lembaga harus dibedakan kategori lombanya. Misalnya di PAUD membuat miniatur, SMA karya tulis dan semacamnya. “Jadi, harus ada edukasi terhadap pendidikan tentang Ijen Geopark, baik warisan benda maupun nonbenda. Serta harus didata dan diinformasikan kepada siswa,” katanya.

Pihaknya berharap agar Disparpora mendata kembali seni budaya di Bondowoso, baik yang sifatnya benda maupun nonbenda. “Eksplorasi seni dan budaya harus terus dilakukan. Ada kuliner, sejarah, dan sebagainya. Harus masuk dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Miniatur Ijen Geopark di Bondowoso saat ini banyak ditemui di berbagai sekolah. Mulai dari tingkat PAUD hingga tingkat SMA. Sejumlah lembaga tersebut ternyata sedang mengikuti Ijen Geopark Corner Competition, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora). Hal itu diketahui dalam penyerahan hadiah yang berlangsung di Graha Ijen, Disparpora Bondowoso, kemarin (10/12) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kompetisi tersebut diikuti oleh sejumlah siswa mulai dari PAUD/TK, SD sederajat, SMP, hingga SMA sederajat. Ada 63 lembaga pendaftar secara keseluruhan. Sebanyak 25 pendaftar di antaranya dari kategori PAUD, 17 lembaga SD, 20 lembaga SMP, dan 1 SMA. Masing-masing kategori kemudian dipilih lima terbaik. Kecuali kategori SMA, karena pada kategori tersebut hanya ada satu pendaftar. Dari jumlah pendaftar tersebut kemudian dipilih 16 juara.

Belasan sekolah yang berhasil memenangi kompetisi tersebut memperoleh penghargaan dari pemkab. Hadiah diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat bersama Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi dan sejumlah pihak lainnya.

Kompetisi tersebut digelar untuk mengedukasi siswa tentang Ijen Geopark. Lomba itu terdiri atas kategori geologi, biologi, dan budaya. Setiap sekolah yang ikut serta dalam kompetisi itu harus menyediakan ruang yang memuat miniatur dan informasi tentang situs yang masuk dalam Ijen Geopark.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, melihat para peserta dalam kompetisi tahun ini, dinilainya masih kurang. Terlebih untuk tingkat SMA yang hanya ada satu pendaftar. Pihaknya menegaskan agar Ijen Geopark Corner Competition di tahun 2022 lebih ditingkatkan lagi, sehingga para siswa mampu mengenal daerah mana saja yang masuk dalam Ijen Geopark. Serta budaya apa saja yang masuk di dalamnya.

Irwan menyarankan dalam setiap tingkatan lembaga harus dibedakan kategori lombanya. Misalnya di PAUD membuat miniatur, SMA karya tulis dan semacamnya. “Jadi, harus ada edukasi terhadap pendidikan tentang Ijen Geopark, baik warisan benda maupun nonbenda. Serta harus didata dan diinformasikan kepada siswa,” katanya.

Pihaknya berharap agar Disparpora mendata kembali seni budaya di Bondowoso, baik yang sifatnya benda maupun nonbenda. “Eksplorasi seni dan budaya harus terus dilakukan. Ada kuliner, sejarah, dan sebagainya. Harus masuk dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Miniatur Ijen Geopark di Bondowoso saat ini banyak ditemui di berbagai sekolah. Mulai dari tingkat PAUD hingga tingkat SMA. Sejumlah lembaga tersebut ternyata sedang mengikuti Ijen Geopark Corner Competition, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora). Hal itu diketahui dalam penyerahan hadiah yang berlangsung di Graha Ijen, Disparpora Bondowoso, kemarin (10/12) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kompetisi tersebut diikuti oleh sejumlah siswa mulai dari PAUD/TK, SD sederajat, SMP, hingga SMA sederajat. Ada 63 lembaga pendaftar secara keseluruhan. Sebanyak 25 pendaftar di antaranya dari kategori PAUD, 17 lembaga SD, 20 lembaga SMP, dan 1 SMA. Masing-masing kategori kemudian dipilih lima terbaik. Kecuali kategori SMA, karena pada kategori tersebut hanya ada satu pendaftar. Dari jumlah pendaftar tersebut kemudian dipilih 16 juara.

Belasan sekolah yang berhasil memenangi kompetisi tersebut memperoleh penghargaan dari pemkab. Hadiah diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat bersama Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi dan sejumlah pihak lainnya.

Kompetisi tersebut digelar untuk mengedukasi siswa tentang Ijen Geopark. Lomba itu terdiri atas kategori geologi, biologi, dan budaya. Setiap sekolah yang ikut serta dalam kompetisi itu harus menyediakan ruang yang memuat miniatur dan informasi tentang situs yang masuk dalam Ijen Geopark.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, melihat para peserta dalam kompetisi tahun ini, dinilainya masih kurang. Terlebih untuk tingkat SMA yang hanya ada satu pendaftar. Pihaknya menegaskan agar Ijen Geopark Corner Competition di tahun 2022 lebih ditingkatkan lagi, sehingga para siswa mampu mengenal daerah mana saja yang masuk dalam Ijen Geopark. Serta budaya apa saja yang masuk di dalamnya.

Irwan menyarankan dalam setiap tingkatan lembaga harus dibedakan kategori lombanya. Misalnya di PAUD membuat miniatur, SMA karya tulis dan semacamnya. “Jadi, harus ada edukasi terhadap pendidikan tentang Ijen Geopark, baik warisan benda maupun nonbenda. Serta harus didata dan diinformasikan kepada siswa,” katanya.

Pihaknya berharap agar Disparpora mendata kembali seni budaya di Bondowoso, baik yang sifatnya benda maupun nonbenda. “Eksplorasi seni dan budaya harus terus dilakukan. Ada kuliner, sejarah, dan sebagainya. Harus masuk dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/