alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Muncul Pagar Keliling Batu Bata Kuno

Tim BPCB Sudah Petakan Ekskavasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kini telah turun langsung ke Dusun Bataan, Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, untuk memulai proses ekskavasi. Dugaan sementara, terdapat sebuah struktur batu bata peninggalan zaman purbakala di lokasi tersebut.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, timnya langsung memetakan sejumlah titik yang akan diekskavasi awal. Selasa (9/11) lalu, timnya sudah terlebih dahulu meninjau lokasi. Kemudian, kemarin (10/11), mereka sudah mulai membuat beberapa titik. “Kami sudah survei permukaan awal. Mencari indikasi beberapa, titik mana saja yang akan digali. Sebelumnya kami juga sudah menyusun strategi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Lebih detail, menurut pria yang akrab disapa Wicak ini, total ada sembilan titik yang dipetakan, kemarin. Namun, rencananya baru dua titik yang akan diproses ekskavasi dalam waktu dekat. “Kami baru menemukan struktur batu itu di dua titik. Kemungkinan besar dugaannya bagian dari bangunan pagar keliling,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, dua titik itu berada di posisi melintang utara selatan dan barat timur. Jaraknya sekitar 50 meter di antara dua titik tersebut. “Sayangnya hari ini (kemarin, Red) kami terkendala hujan. Akhirnya, kami hentikan dulu proses ekskavasinya,” bebernya.

Sebaran pecahan batu bata di lahan persawahan dua hektare tersebut pun dibenarkan oleh Wicak. “Kami sudah survei permukaan. Sebaran pecahan bata ada di area sekitar satu hektare lebih. Kami mencari indikasi struktur berupa tatanan. Yang paling jelas ada di lokasi pinggir sungai, dan kami sudah membuat kotak ekskavasi,” lanjutnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kini telah turun langsung ke Dusun Bataan, Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, untuk memulai proses ekskavasi. Dugaan sementara, terdapat sebuah struktur batu bata peninggalan zaman purbakala di lokasi tersebut.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, timnya langsung memetakan sejumlah titik yang akan diekskavasi awal. Selasa (9/11) lalu, timnya sudah terlebih dahulu meninjau lokasi. Kemudian, kemarin (10/11), mereka sudah mulai membuat beberapa titik. “Kami sudah survei permukaan awal. Mencari indikasi beberapa, titik mana saja yang akan digali. Sebelumnya kami juga sudah menyusun strategi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Lebih detail, menurut pria yang akrab disapa Wicak ini, total ada sembilan titik yang dipetakan, kemarin. Namun, rencananya baru dua titik yang akan diproses ekskavasi dalam waktu dekat. “Kami baru menemukan struktur batu itu di dua titik. Kemungkinan besar dugaannya bagian dari bangunan pagar keliling,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dua titik itu berada di posisi melintang utara selatan dan barat timur. Jaraknya sekitar 50 meter di antara dua titik tersebut. “Sayangnya hari ini (kemarin, Red) kami terkendala hujan. Akhirnya, kami hentikan dulu proses ekskavasinya,” bebernya.

Sebaran pecahan batu bata di lahan persawahan dua hektare tersebut pun dibenarkan oleh Wicak. “Kami sudah survei permukaan. Sebaran pecahan bata ada di area sekitar satu hektare lebih. Kami mencari indikasi struktur berupa tatanan. Yang paling jelas ada di lokasi pinggir sungai, dan kami sudah membuat kotak ekskavasi,” lanjutnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kini telah turun langsung ke Dusun Bataan, Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, untuk memulai proses ekskavasi. Dugaan sementara, terdapat sebuah struktur batu bata peninggalan zaman purbakala di lokasi tersebut.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, timnya langsung memetakan sejumlah titik yang akan diekskavasi awal. Selasa (9/11) lalu, timnya sudah terlebih dahulu meninjau lokasi. Kemudian, kemarin (10/11), mereka sudah mulai membuat beberapa titik. “Kami sudah survei permukaan awal. Mencari indikasi beberapa, titik mana saja yang akan digali. Sebelumnya kami juga sudah menyusun strategi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Lebih detail, menurut pria yang akrab disapa Wicak ini, total ada sembilan titik yang dipetakan, kemarin. Namun, rencananya baru dua titik yang akan diproses ekskavasi dalam waktu dekat. “Kami baru menemukan struktur batu itu di dua titik. Kemungkinan besar dugaannya bagian dari bangunan pagar keliling,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dua titik itu berada di posisi melintang utara selatan dan barat timur. Jaraknya sekitar 50 meter di antara dua titik tersebut. “Sayangnya hari ini (kemarin, Red) kami terkendala hujan. Akhirnya, kami hentikan dulu proses ekskavasinya,” bebernya.

Sebaran pecahan batu bata di lahan persawahan dua hektare tersebut pun dibenarkan oleh Wicak. “Kami sudah survei permukaan. Sebaran pecahan bata ada di area sekitar satu hektare lebih. Kami mencari indikasi struktur berupa tatanan. Yang paling jelas ada di lokasi pinggir sungai, dan kami sudah membuat kotak ekskavasi,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/