alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Batik Karya Penyandang Disabilitas dan Eks ODGJ Pikat Gubernur

Keterbatasan fisik, penyandang disabilitas, dan eks ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) asal Bondowoso menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mereka bahu-membahu membuat kain batik dalam acara Jatim Fair 2021.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mereka adalah Siti Rohmatillah atau Rahma, 25, penyandang tuna daksa, dan Noera Cahyo Febrianto atau Yoyok, 47, eks ODGJ Bondowoso yang kini sudah sembuh dari gangguan jiwanya. Keduanya bahu-membahu berkolaborasi dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang digelar di Grand City Exhibition Surabaya, sejak 8 hingga 12 Oktober besok. Yoyok bertugas membuat sketsa di atas kain batik, sementara Rahma bertugas mencanting.

BIKIN DESAIN: Yoyok (kiri), eks ODGJ, ketika membuat desain kain batik, sebelum dicanting oleh Rahma.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku takjub atas karya batik penyandang disabilitas daksa asal Bondowoso. Bahkan dirinya sampai membagikan kekagumannya itu di akun media sosial Instagram. Sebagaimana foto-foto yang diunggah oleh Gubernur Khofifah, tampak Rahma menunjukkan keahlian membatik menggunakan kakinya. Bahkan ia juga pandai merias.

“Meskipun seorang penyandang disabilitas, Siti Rohmatillah tidak pernah putus asa. Sebaliknya, dia berusaha keras menggali potensi diri dan berkeinginan kuat mandiri secara ekonomi,” puji Gubernur Jawa Timur itu melalui akun INSTAGRAM @khofifah.ip.

Mobile_AP_Rectangle 2

Khofifah juga meyakini bahwa usaha batik yang ditekuni Siti Rohmatillah ini pelan tapi pasti semakin berkembang. “Walaupun mencanting dengan kaki, jangan pandang remeh hasil jadinya. Keren,” tambah Khofifah.

Khofifah Indar Parawansa berharap kegigihan yang ditunjukkan oleh Siti Rohmatillah bisa menginspirasi seluruh masyarakat agar bangkit mewujudkan mimpi-mimpinya.

Sementara itu, Yoyok merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang memang ahli dalam mendesain batik. Sedangkan Rahma mencanting dengan kakinya. “Makanya kemarin itu kemudian mendapatkan apresiasi untuk hadir di Grahadi dan mendapatkan motivasi dari Ibu Gubernur,” Ujar Pj Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mereka adalah Siti Rohmatillah atau Rahma, 25, penyandang tuna daksa, dan Noera Cahyo Febrianto atau Yoyok, 47, eks ODGJ Bondowoso yang kini sudah sembuh dari gangguan jiwanya. Keduanya bahu-membahu berkolaborasi dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang digelar di Grand City Exhibition Surabaya, sejak 8 hingga 12 Oktober besok. Yoyok bertugas membuat sketsa di atas kain batik, sementara Rahma bertugas mencanting.

BIKIN DESAIN: Yoyok (kiri), eks ODGJ, ketika membuat desain kain batik, sebelum dicanting oleh Rahma.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku takjub atas karya batik penyandang disabilitas daksa asal Bondowoso. Bahkan dirinya sampai membagikan kekagumannya itu di akun media sosial Instagram. Sebagaimana foto-foto yang diunggah oleh Gubernur Khofifah, tampak Rahma menunjukkan keahlian membatik menggunakan kakinya. Bahkan ia juga pandai merias.

“Meskipun seorang penyandang disabilitas, Siti Rohmatillah tidak pernah putus asa. Sebaliknya, dia berusaha keras menggali potensi diri dan berkeinginan kuat mandiri secara ekonomi,” puji Gubernur Jawa Timur itu melalui akun INSTAGRAM @khofifah.ip.

Khofifah juga meyakini bahwa usaha batik yang ditekuni Siti Rohmatillah ini pelan tapi pasti semakin berkembang. “Walaupun mencanting dengan kaki, jangan pandang remeh hasil jadinya. Keren,” tambah Khofifah.

Khofifah Indar Parawansa berharap kegigihan yang ditunjukkan oleh Siti Rohmatillah bisa menginspirasi seluruh masyarakat agar bangkit mewujudkan mimpi-mimpinya.

Sementara itu, Yoyok merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang memang ahli dalam mendesain batik. Sedangkan Rahma mencanting dengan kakinya. “Makanya kemarin itu kemudian mendapatkan apresiasi untuk hadir di Grahadi dan mendapatkan motivasi dari Ibu Gubernur,” Ujar Pj Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mereka adalah Siti Rohmatillah atau Rahma, 25, penyandang tuna daksa, dan Noera Cahyo Febrianto atau Yoyok, 47, eks ODGJ Bondowoso yang kini sudah sembuh dari gangguan jiwanya. Keduanya bahu-membahu berkolaborasi dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang digelar di Grand City Exhibition Surabaya, sejak 8 hingga 12 Oktober besok. Yoyok bertugas membuat sketsa di atas kain batik, sementara Rahma bertugas mencanting.

BIKIN DESAIN: Yoyok (kiri), eks ODGJ, ketika membuat desain kain batik, sebelum dicanting oleh Rahma.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku takjub atas karya batik penyandang disabilitas daksa asal Bondowoso. Bahkan dirinya sampai membagikan kekagumannya itu di akun media sosial Instagram. Sebagaimana foto-foto yang diunggah oleh Gubernur Khofifah, tampak Rahma menunjukkan keahlian membatik menggunakan kakinya. Bahkan ia juga pandai merias.

“Meskipun seorang penyandang disabilitas, Siti Rohmatillah tidak pernah putus asa. Sebaliknya, dia berusaha keras menggali potensi diri dan berkeinginan kuat mandiri secara ekonomi,” puji Gubernur Jawa Timur itu melalui akun INSTAGRAM @khofifah.ip.

Khofifah juga meyakini bahwa usaha batik yang ditekuni Siti Rohmatillah ini pelan tapi pasti semakin berkembang. “Walaupun mencanting dengan kaki, jangan pandang remeh hasil jadinya. Keren,” tambah Khofifah.

Khofifah Indar Parawansa berharap kegigihan yang ditunjukkan oleh Siti Rohmatillah bisa menginspirasi seluruh masyarakat agar bangkit mewujudkan mimpi-mimpinya.

Sementara itu, Yoyok merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang memang ahli dalam mendesain batik. Sedangkan Rahma mencanting dengan kakinya. “Makanya kemarin itu kemudian mendapatkan apresiasi untuk hadir di Grahadi dan mendapatkan motivasi dari Ibu Gubernur,” Ujar Pj Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca