alexametrics
24.3 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Koordinator Pendamping Kube Sukorejo Jadi Tersangka Kasus Dana Bansos

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOREJO, Radar Ijen – Kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial berupa program Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Bondowoso yang terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, pada 2020 lalu, semakin terang. Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso kembali menetapkan W sebagai tersangka dan ditahan di Lapas Bondowoso.

BACA JUGA : Mayat Perempuan Dalam Kardus Gegerkan Kota Demak

Puji Triasmoro, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso, menjelaskan, W ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan pengembangan penyidikan dan berdasarkan hasil penelusuran alat bukti yang ada. Namun, karena yang bersangkutan tidak bersikap kooperatif, maka langsung ditahan di lapas. “Dalam memberikan keterangan selalu berbelit-belit,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam memberikan keterangan, W dianggap tidak mengungkapkan hal yang sebenarnya. Serta banyak hal yang ditutupi. Padahal pihaknya mengaku sudah memiliki data dan bukti pendukung. Selain itu, ternyata tersangka sudah kerap kali mangkir ketika dipanggil oleh Kejari Bondowoso. “Dari awal kami sudah melihat keterlibatannya. Dia ini koordinator pendamping,” imbuhnya.

Puji mengaku sudah akan menetapkan aktor yang menyalahgunakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu. Tapi, karena ditutupi-tutupi oleh W, terpaksa dia harus diamankan oleh pihak berwajib.

Selain itu, Puji menegaskan masih akan ada tersangka lainnya. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap alat bukti yang dimiliki. Termasuk seorang pendamping yang dianggap tidak kooperatif dalam memberikan keterangan. “Saya akan berkomitmen menuntaskan kasus ini, karena ini terkait bantuan-bantuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menuturkan sudah berkirim surat kepada Kemensos, untuk dimintai keterangan. Dalam rangka memperkuat keterangan dalam kasus penyelewengan bansos tersebut.  Sebab, sebenarnya rekening bank sudah cukup untuk dijadikan alat bukti. Beberapa pihak terkait lainnya juga sudah dimintai keterangan, termasuk bank penyalur. “Transfer banknya dari Kemensos, itu sudah jelas daftar penerima, besarannya sudah jelas,” terangnya.

Kasus dugaan penyelewengan dana bansos Kube di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, itu mulai mencuat pada 2020 lalu. Dana bansos tersebut diberikan masing-masing anggota kelompok untuk digunakan dalam pembelian kambing Rp 1.850.000 dan Rp 150 ribu untuk vitamin. Tapi kenyataannya, diduga masyarakat hanya ada yang menerima Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta saja. “Kerugian negara ratusan juta rupiah di satu desa saja,” tuturnya. Sementara ini, dalam kasus tersebut ada dua tersangka, yaitu inisial I dan W, yang baru saja ditetapkan.  (ham/c2/dwi)

- Advertisement -

SUKOREJO, Radar Ijen – Kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial berupa program Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Bondowoso yang terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, pada 2020 lalu, semakin terang. Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso kembali menetapkan W sebagai tersangka dan ditahan di Lapas Bondowoso.

BACA JUGA : Mayat Perempuan Dalam Kardus Gegerkan Kota Demak

Puji Triasmoro, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso, menjelaskan, W ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan pengembangan penyidikan dan berdasarkan hasil penelusuran alat bukti yang ada. Namun, karena yang bersangkutan tidak bersikap kooperatif, maka langsung ditahan di lapas. “Dalam memberikan keterangan selalu berbelit-belit,” katanya.

Dalam memberikan keterangan, W dianggap tidak mengungkapkan hal yang sebenarnya. Serta banyak hal yang ditutupi. Padahal pihaknya mengaku sudah memiliki data dan bukti pendukung. Selain itu, ternyata tersangka sudah kerap kali mangkir ketika dipanggil oleh Kejari Bondowoso. “Dari awal kami sudah melihat keterlibatannya. Dia ini koordinator pendamping,” imbuhnya.

Puji mengaku sudah akan menetapkan aktor yang menyalahgunakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu. Tapi, karena ditutupi-tutupi oleh W, terpaksa dia harus diamankan oleh pihak berwajib.

Selain itu, Puji menegaskan masih akan ada tersangka lainnya. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap alat bukti yang dimiliki. Termasuk seorang pendamping yang dianggap tidak kooperatif dalam memberikan keterangan. “Saya akan berkomitmen menuntaskan kasus ini, karena ini terkait bantuan-bantuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menuturkan sudah berkirim surat kepada Kemensos, untuk dimintai keterangan. Dalam rangka memperkuat keterangan dalam kasus penyelewengan bansos tersebut.  Sebab, sebenarnya rekening bank sudah cukup untuk dijadikan alat bukti. Beberapa pihak terkait lainnya juga sudah dimintai keterangan, termasuk bank penyalur. “Transfer banknya dari Kemensos, itu sudah jelas daftar penerima, besarannya sudah jelas,” terangnya.

Kasus dugaan penyelewengan dana bansos Kube di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, itu mulai mencuat pada 2020 lalu. Dana bansos tersebut diberikan masing-masing anggota kelompok untuk digunakan dalam pembelian kambing Rp 1.850.000 dan Rp 150 ribu untuk vitamin. Tapi kenyataannya, diduga masyarakat hanya ada yang menerima Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta saja. “Kerugian negara ratusan juta rupiah di satu desa saja,” tuturnya. Sementara ini, dalam kasus tersebut ada dua tersangka, yaitu inisial I dan W, yang baru saja ditetapkan.  (ham/c2/dwi)

SUKOREJO, Radar Ijen – Kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial berupa program Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Bondowoso yang terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, pada 2020 lalu, semakin terang. Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso kembali menetapkan W sebagai tersangka dan ditahan di Lapas Bondowoso.

BACA JUGA : Mayat Perempuan Dalam Kardus Gegerkan Kota Demak

Puji Triasmoro, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso, menjelaskan, W ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan pengembangan penyidikan dan berdasarkan hasil penelusuran alat bukti yang ada. Namun, karena yang bersangkutan tidak bersikap kooperatif, maka langsung ditahan di lapas. “Dalam memberikan keterangan selalu berbelit-belit,” katanya.

Dalam memberikan keterangan, W dianggap tidak mengungkapkan hal yang sebenarnya. Serta banyak hal yang ditutupi. Padahal pihaknya mengaku sudah memiliki data dan bukti pendukung. Selain itu, ternyata tersangka sudah kerap kali mangkir ketika dipanggil oleh Kejari Bondowoso. “Dari awal kami sudah melihat keterlibatannya. Dia ini koordinator pendamping,” imbuhnya.

Puji mengaku sudah akan menetapkan aktor yang menyalahgunakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu. Tapi, karena ditutupi-tutupi oleh W, terpaksa dia harus diamankan oleh pihak berwajib.

Selain itu, Puji menegaskan masih akan ada tersangka lainnya. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap alat bukti yang dimiliki. Termasuk seorang pendamping yang dianggap tidak kooperatif dalam memberikan keterangan. “Saya akan berkomitmen menuntaskan kasus ini, karena ini terkait bantuan-bantuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menuturkan sudah berkirim surat kepada Kemensos, untuk dimintai keterangan. Dalam rangka memperkuat keterangan dalam kasus penyelewengan bansos tersebut.  Sebab, sebenarnya rekening bank sudah cukup untuk dijadikan alat bukti. Beberapa pihak terkait lainnya juga sudah dimintai keterangan, termasuk bank penyalur. “Transfer banknya dari Kemensos, itu sudah jelas daftar penerima, besarannya sudah jelas,” terangnya.

Kasus dugaan penyelewengan dana bansos Kube di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, itu mulai mencuat pada 2020 lalu. Dana bansos tersebut diberikan masing-masing anggota kelompok untuk digunakan dalam pembelian kambing Rp 1.850.000 dan Rp 150 ribu untuk vitamin. Tapi kenyataannya, diduga masyarakat hanya ada yang menerima Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta saja. “Kerugian negara ratusan juta rupiah di satu desa saja,” tuturnya. Sementara ini, dalam kasus tersebut ada dua tersangka, yaitu inisial I dan W, yang baru saja ditetapkan.  (ham/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/