alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Asuransi Atlet Masih Setengah Hati

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Jaminan keselamatan dan kesehatan atlet seharusnya menjadi bahan evaluasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII. Sebab, asuransi atau jaminan atlet tidak seluruhnya dikaver. Apalagi, sentuhan tangan dari Pemkab Bondowoso untuk asuransi atlet tidak ada.

BACA JUGA : Setelah Momen Idul Adha, Harga Ayam Berangsur Turun

Wakil Ketua I KONI Bondowoso Huzaini Efendi mengatakan, minimnya anggaran membuat tidak semua atlet yang berkompetisi di Porprov Jatim VII kemarin mendapatkan asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan. Dia mengatakan, hanya beberapa atlet cabor beresiko tinggi yang didaftarkan. “Sekitar 40 atlet yang didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Huzaini, 40 atlet yang sudah terdaftar mayoritas dari cabor dengan risiko tinggi. Di antaranya pencak silat, taekwondo, tarung drajat, karate, tinju, balap sepeda, panjat tebing, dan paralayang. Sehingga, ada yang menjamin atau asuransi bagi para atlet jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Wushu meskipun hanya sendirian juga kami daftarkan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra menyampaikan, seharusnya jaminan atau asuransi atlet itu tidak hanya untuk cabor tarung atau cabor yang dianggap membahayakan keselamatan. Menurutnya, seluruh pertandingan olahraga memiliki risiko yang sama, yaitu cedera. Karena itu, bila terjadi cedera, maka bisa dikaver oleh BPJS Ketenagakerjaan.

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Jaminan keselamatan dan kesehatan atlet seharusnya menjadi bahan evaluasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII. Sebab, asuransi atau jaminan atlet tidak seluruhnya dikaver. Apalagi, sentuhan tangan dari Pemkab Bondowoso untuk asuransi atlet tidak ada.

BACA JUGA : Setelah Momen Idul Adha, Harga Ayam Berangsur Turun

Wakil Ketua I KONI Bondowoso Huzaini Efendi mengatakan, minimnya anggaran membuat tidak semua atlet yang berkompetisi di Porprov Jatim VII kemarin mendapatkan asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan. Dia mengatakan, hanya beberapa atlet cabor beresiko tinggi yang didaftarkan. “Sekitar 40 atlet yang didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Menurut Huzaini, 40 atlet yang sudah terdaftar mayoritas dari cabor dengan risiko tinggi. Di antaranya pencak silat, taekwondo, tarung drajat, karate, tinju, balap sepeda, panjat tebing, dan paralayang. Sehingga, ada yang menjamin atau asuransi bagi para atlet jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Wushu meskipun hanya sendirian juga kami daftarkan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra menyampaikan, seharusnya jaminan atau asuransi atlet itu tidak hanya untuk cabor tarung atau cabor yang dianggap membahayakan keselamatan. Menurutnya, seluruh pertandingan olahraga memiliki risiko yang sama, yaitu cedera. Karena itu, bila terjadi cedera, maka bisa dikaver oleh BPJS Ketenagakerjaan.

BADEAN, Radar Ijen – Jaminan keselamatan dan kesehatan atlet seharusnya menjadi bahan evaluasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII. Sebab, asuransi atau jaminan atlet tidak seluruhnya dikaver. Apalagi, sentuhan tangan dari Pemkab Bondowoso untuk asuransi atlet tidak ada.

BACA JUGA : Setelah Momen Idul Adha, Harga Ayam Berangsur Turun

Wakil Ketua I KONI Bondowoso Huzaini Efendi mengatakan, minimnya anggaran membuat tidak semua atlet yang berkompetisi di Porprov Jatim VII kemarin mendapatkan asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan. Dia mengatakan, hanya beberapa atlet cabor beresiko tinggi yang didaftarkan. “Sekitar 40 atlet yang didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Menurut Huzaini, 40 atlet yang sudah terdaftar mayoritas dari cabor dengan risiko tinggi. Di antaranya pencak silat, taekwondo, tarung drajat, karate, tinju, balap sepeda, panjat tebing, dan paralayang. Sehingga, ada yang menjamin atau asuransi bagi para atlet jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Wushu meskipun hanya sendirian juga kami daftarkan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra menyampaikan, seharusnya jaminan atau asuransi atlet itu tidak hanya untuk cabor tarung atau cabor yang dianggap membahayakan keselamatan. Menurutnya, seluruh pertandingan olahraga memiliki risiko yang sama, yaitu cedera. Karena itu, bila terjadi cedera, maka bisa dikaver oleh BPJS Ketenagakerjaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/