alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Tenaga Honorer Pendidikan dan Kesehatan Berpotensi Dipangkas Banyak

Mobile_AP_Rectangle 1

TENGGARANG, Radar Ijen – Pendidikan dan kesehatan berpotensi menjadi sasaran utama pemangkasan tenaga honorer di Kabupaten Bondowoso. Kebijakan yang lahir dari pemerintah pusat tersebut mendapat perhatian yang serius. Pasalnya, saat ini tenaga honorer terbanyak di Bumi Ki Ronggo ini berada pada dua sektor tersebut.

Ketua Komisi 1 DPRD Bondowoso Tohari mengatakan, banyak organisasi perangkat daerah (OPD) yang bergantung pada tenaga honorer. Khususnya di Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang paling banyak. Selama ini tenaga honorer menjadi tulang punggung tempatnya bekerja. “Banyak sekolah yang gurunya kebanyakan masih honorer karena jumlah guru PNS sedikit,” terangnya Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (5/6).

Meski sekolah tersebut sempat tertolong dengan adanya rekrutmen tenaga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang dilakukan belakangan, kata Tohari, tapi kebutuhan guru belum tercukupi sepenuhnya. “Jumlah guru P3K yang masuk ke sekolah masih banyak yang belum mencukupi kebutuhan. Masalah ini saja belum terselesaikan, kini ditambah ada penghapusan tenaga honorer,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menindaklanjuti kebijakan pusat tersebut, politisi Fraksi PKB itu menambahkan, jumlah tenaga honorer di Bondowoso cukup banyak. Ada ribuan yang tersebar hampir di semua OPD. “Makanya kami ingin tahu tentang database tenaga honorer dan persebarannya,” ucapnya. Agar bisa ditentukan langkah apa yang akan dilakukan pemerintah daerah.

- Advertisement -

TENGGARANG, Radar Ijen – Pendidikan dan kesehatan berpotensi menjadi sasaran utama pemangkasan tenaga honorer di Kabupaten Bondowoso. Kebijakan yang lahir dari pemerintah pusat tersebut mendapat perhatian yang serius. Pasalnya, saat ini tenaga honorer terbanyak di Bumi Ki Ronggo ini berada pada dua sektor tersebut.

Ketua Komisi 1 DPRD Bondowoso Tohari mengatakan, banyak organisasi perangkat daerah (OPD) yang bergantung pada tenaga honorer. Khususnya di Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang paling banyak. Selama ini tenaga honorer menjadi tulang punggung tempatnya bekerja. “Banyak sekolah yang gurunya kebanyakan masih honorer karena jumlah guru PNS sedikit,” terangnya Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (5/6).

Meski sekolah tersebut sempat tertolong dengan adanya rekrutmen tenaga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang dilakukan belakangan, kata Tohari, tapi kebutuhan guru belum tercukupi sepenuhnya. “Jumlah guru P3K yang masuk ke sekolah masih banyak yang belum mencukupi kebutuhan. Masalah ini saja belum terselesaikan, kini ditambah ada penghapusan tenaga honorer,” terangnya.

Menindaklanjuti kebijakan pusat tersebut, politisi Fraksi PKB itu menambahkan, jumlah tenaga honorer di Bondowoso cukup banyak. Ada ribuan yang tersebar hampir di semua OPD. “Makanya kami ingin tahu tentang database tenaga honorer dan persebarannya,” ucapnya. Agar bisa ditentukan langkah apa yang akan dilakukan pemerintah daerah.

TENGGARANG, Radar Ijen – Pendidikan dan kesehatan berpotensi menjadi sasaran utama pemangkasan tenaga honorer di Kabupaten Bondowoso. Kebijakan yang lahir dari pemerintah pusat tersebut mendapat perhatian yang serius. Pasalnya, saat ini tenaga honorer terbanyak di Bumi Ki Ronggo ini berada pada dua sektor tersebut.

Ketua Komisi 1 DPRD Bondowoso Tohari mengatakan, banyak organisasi perangkat daerah (OPD) yang bergantung pada tenaga honorer. Khususnya di Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang paling banyak. Selama ini tenaga honorer menjadi tulang punggung tempatnya bekerja. “Banyak sekolah yang gurunya kebanyakan masih honorer karena jumlah guru PNS sedikit,” terangnya Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (5/6).

Meski sekolah tersebut sempat tertolong dengan adanya rekrutmen tenaga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang dilakukan belakangan, kata Tohari, tapi kebutuhan guru belum tercukupi sepenuhnya. “Jumlah guru P3K yang masuk ke sekolah masih banyak yang belum mencukupi kebutuhan. Masalah ini saja belum terselesaikan, kini ditambah ada penghapusan tenaga honorer,” terangnya.

Menindaklanjuti kebijakan pusat tersebut, politisi Fraksi PKB itu menambahkan, jumlah tenaga honorer di Bondowoso cukup banyak. Ada ribuan yang tersebar hampir di semua OPD. “Makanya kami ingin tahu tentang database tenaga honorer dan persebarannya,” ucapnya. Agar bisa ditentukan langkah apa yang akan dilakukan pemerintah daerah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/