alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Libatkan Sekolah untuk Turunkan Angka Stunting

Kenalkan  Kesehatan Reproduksi Sejak Dini

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Mempercepat penurunan angka stunting di Bondowoso, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOS P3AKB) Bondowoso, mengambil langkah dan memulai Dari sekolah. Masa pendidikan di tingkat menengah hingga atas ini terbilang produktif jika dikenalkan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi hingga pendewasaan usia perkawinan.

BACA JUGA : Rilis Single Movie Night,  Will Mara Bercerita tentang Romansa Masa Muda

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Anisatul Hamidah mengatakan, saat ini melakukan gerakan untuk mendorong sekolah-sekolah di Bondowoso, agar membentuk Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Menurut dia saat ini terdapat sekitar 100 SSK yang sudah terbentuk. Baik dari SMP/MTsN hingga pendidikan menengah atas, SMA, MA, dan SMK. “Saat ini beberapa sekolah sudah bergabung dengan mendirikan sekolah siaga kependudukan atau SSK.” terang Anis pada Jawa Pos Radar Ijen. Kemarin (7/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa sekolah yang ikut bergabung pada program tersebut, di antaranya SMPN 1 Grujugan. Menurut Anis sekolah tersebut sudah mendirikan SSK yang diberi nama Pojok Kependudukan. Menurut dia, terdapat beberapa fasilitas bacaan yang bisa dipelajari oleh anak-anak sekolah. “Di pojok sekolah itu, anak bisa membaca materi – materi tentang kesehatan reproduksi pendewasaan usia perkawinan,” ulasnya.

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Mempercepat penurunan angka stunting di Bondowoso, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOS P3AKB) Bondowoso, mengambil langkah dan memulai Dari sekolah. Masa pendidikan di tingkat menengah hingga atas ini terbilang produktif jika dikenalkan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi hingga pendewasaan usia perkawinan.

BACA JUGA : Rilis Single Movie Night,  Will Mara Bercerita tentang Romansa Masa Muda

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Anisatul Hamidah mengatakan, saat ini melakukan gerakan untuk mendorong sekolah-sekolah di Bondowoso, agar membentuk Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Menurut dia saat ini terdapat sekitar 100 SSK yang sudah terbentuk. Baik dari SMP/MTsN hingga pendidikan menengah atas, SMA, MA, dan SMK. “Saat ini beberapa sekolah sudah bergabung dengan mendirikan sekolah siaga kependudukan atau SSK.” terang Anis pada Jawa Pos Radar Ijen. Kemarin (7/6).

Beberapa sekolah yang ikut bergabung pada program tersebut, di antaranya SMPN 1 Grujugan. Menurut Anis sekolah tersebut sudah mendirikan SSK yang diberi nama Pojok Kependudukan. Menurut dia, terdapat beberapa fasilitas bacaan yang bisa dipelajari oleh anak-anak sekolah. “Di pojok sekolah itu, anak bisa membaca materi – materi tentang kesehatan reproduksi pendewasaan usia perkawinan,” ulasnya.

BADEAN, Radar Ijen – Mempercepat penurunan angka stunting di Bondowoso, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOS P3AKB) Bondowoso, mengambil langkah dan memulai Dari sekolah. Masa pendidikan di tingkat menengah hingga atas ini terbilang produktif jika dikenalkan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi hingga pendewasaan usia perkawinan.

BACA JUGA : Rilis Single Movie Night,  Will Mara Bercerita tentang Romansa Masa Muda

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Anisatul Hamidah mengatakan, saat ini melakukan gerakan untuk mendorong sekolah-sekolah di Bondowoso, agar membentuk Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Menurut dia saat ini terdapat sekitar 100 SSK yang sudah terbentuk. Baik dari SMP/MTsN hingga pendidikan menengah atas, SMA, MA, dan SMK. “Saat ini beberapa sekolah sudah bergabung dengan mendirikan sekolah siaga kependudukan atau SSK.” terang Anis pada Jawa Pos Radar Ijen. Kemarin (7/6).

Beberapa sekolah yang ikut bergabung pada program tersebut, di antaranya SMPN 1 Grujugan. Menurut Anis sekolah tersebut sudah mendirikan SSK yang diberi nama Pojok Kependudukan. Menurut dia, terdapat beberapa fasilitas bacaan yang bisa dipelajari oleh anak-anak sekolah. “Di pojok sekolah itu, anak bisa membaca materi – materi tentang kesehatan reproduksi pendewasaan usia perkawinan,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/