alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Ketenangan Atlet Panahan, Sehari Lakukan Ratusan Gerakan yang Sama

Mobile_AP_Rectangle 1

TENGGARANG, Radar Ijen – Fokus dan konsisten merupakan salah satu kunci bagi para atlet panahan jika ingin anak panahnya tepat sasaran. Di luar itu semua, latihan fisik juga diperlukan agar atlet dapat mengenai sasaran dengan baik. Salah satu latihan yang harus dilakukan adalah melakukan gerakan yang sama setiap hari, bahkan mencapai ratusan kali.

Suwadi, pelatih kepala tim panahan Porprov Bondowoso, menuturkan, gerakan berulang dan sama yang dilakukan setiap hari bukan tanpa tujuan. Mengingat, dengan dilakukannya gerakan yang sama setiap hari, maka tanpa disadari para atlet juga akan melakukan hal yang sama pada saat lomba. Hal itu juga dapat membuat arah anak panah sama, dari awal hingga akhir tembakan. “Tembakan pertama sampai terakhir itu harus konsisten. Agar dapat poin banyak,” katanya.

Melatih gerakan yang sama setiap hari, lanjut pria yang akrab disapa Adi ini, bisa mencapai minimal 150 kali tembakan. Dengan target keseluruhan sebanyak 325. “Kalau gerakannya berubah-ubah, maka arah gerak anak panah dapat berubah. Yang diperlukan memang konsentrasi dan kesamaan,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, ofisial tim panahan pada Porprov Bondowoso, Dody, mengatakan, agar arah busur panah itu tepat sasaran, juga dibutuhkan peralatan yang sesuai dengan kondisi tubuh atlet. Artinya, kata dia, busur panah dengan kondisi fisik pemain harus dipastikan benar-benar pas. Oleh sebab itu, setiap pemain sudah memiliki busur mereka masing-masing. “Sebelum membeli atau memiliki busur panah, biasanya pelatih akan melakukan pengukuran terlebih dahulu. Termasuk berat tarikan dari busur panah,” katanya.

Hal itu digunakan untuk menyesuaikan dengan kekuatan para atlet. Sebab, jika atlet memakai busur dengan kekuatan tarikan yang tidak sesuai dengan kekuatannya, maka anak panah yang dilesatkan tidak akan sesuai dengan harapan. Selain itu, atlet akan merasa tidak nyaman. “Setelah ditimbang dan diukur, berapa berat tarikan dan panjang tangannya, baru bisa ditentukan mau pakai anak panah ukuran berapa,” katanya.

Dody juga menambahkan, olahraga itu harus dimainkan dengan emosi yang stabil, serta keadaan pemain yang rileks. “Kalau suasana hatinya lagi gak mood atau gugup, maka tembakannya akan hancur,” cetusnya.

Hal tersebut karena ketika kondisi atlet sedang gugup, maka secara otomatis tangan kiri akan tremor atau gemetar, karena yang bersangkutan sedang menahan beban. “Itu yang harus dihindari,” imbuhnya. (ham/c2/dwi)

- Advertisement -

TENGGARANG, Radar Ijen – Fokus dan konsisten merupakan salah satu kunci bagi para atlet panahan jika ingin anak panahnya tepat sasaran. Di luar itu semua, latihan fisik juga diperlukan agar atlet dapat mengenai sasaran dengan baik. Salah satu latihan yang harus dilakukan adalah melakukan gerakan yang sama setiap hari, bahkan mencapai ratusan kali.

Suwadi, pelatih kepala tim panahan Porprov Bondowoso, menuturkan, gerakan berulang dan sama yang dilakukan setiap hari bukan tanpa tujuan. Mengingat, dengan dilakukannya gerakan yang sama setiap hari, maka tanpa disadari para atlet juga akan melakukan hal yang sama pada saat lomba. Hal itu juga dapat membuat arah anak panah sama, dari awal hingga akhir tembakan. “Tembakan pertama sampai terakhir itu harus konsisten. Agar dapat poin banyak,” katanya.

Melatih gerakan yang sama setiap hari, lanjut pria yang akrab disapa Adi ini, bisa mencapai minimal 150 kali tembakan. Dengan target keseluruhan sebanyak 325. “Kalau gerakannya berubah-ubah, maka arah gerak anak panah dapat berubah. Yang diperlukan memang konsentrasi dan kesamaan,” imbuhnya.

Sementara itu, ofisial tim panahan pada Porprov Bondowoso, Dody, mengatakan, agar arah busur panah itu tepat sasaran, juga dibutuhkan peralatan yang sesuai dengan kondisi tubuh atlet. Artinya, kata dia, busur panah dengan kondisi fisik pemain harus dipastikan benar-benar pas. Oleh sebab itu, setiap pemain sudah memiliki busur mereka masing-masing. “Sebelum membeli atau memiliki busur panah, biasanya pelatih akan melakukan pengukuran terlebih dahulu. Termasuk berat tarikan dari busur panah,” katanya.

Hal itu digunakan untuk menyesuaikan dengan kekuatan para atlet. Sebab, jika atlet memakai busur dengan kekuatan tarikan yang tidak sesuai dengan kekuatannya, maka anak panah yang dilesatkan tidak akan sesuai dengan harapan. Selain itu, atlet akan merasa tidak nyaman. “Setelah ditimbang dan diukur, berapa berat tarikan dan panjang tangannya, baru bisa ditentukan mau pakai anak panah ukuran berapa,” katanya.

Dody juga menambahkan, olahraga itu harus dimainkan dengan emosi yang stabil, serta keadaan pemain yang rileks. “Kalau suasana hatinya lagi gak mood atau gugup, maka tembakannya akan hancur,” cetusnya.

Hal tersebut karena ketika kondisi atlet sedang gugup, maka secara otomatis tangan kiri akan tremor atau gemetar, karena yang bersangkutan sedang menahan beban. “Itu yang harus dihindari,” imbuhnya. (ham/c2/dwi)

TENGGARANG, Radar Ijen – Fokus dan konsisten merupakan salah satu kunci bagi para atlet panahan jika ingin anak panahnya tepat sasaran. Di luar itu semua, latihan fisik juga diperlukan agar atlet dapat mengenai sasaran dengan baik. Salah satu latihan yang harus dilakukan adalah melakukan gerakan yang sama setiap hari, bahkan mencapai ratusan kali.

Suwadi, pelatih kepala tim panahan Porprov Bondowoso, menuturkan, gerakan berulang dan sama yang dilakukan setiap hari bukan tanpa tujuan. Mengingat, dengan dilakukannya gerakan yang sama setiap hari, maka tanpa disadari para atlet juga akan melakukan hal yang sama pada saat lomba. Hal itu juga dapat membuat arah anak panah sama, dari awal hingga akhir tembakan. “Tembakan pertama sampai terakhir itu harus konsisten. Agar dapat poin banyak,” katanya.

Melatih gerakan yang sama setiap hari, lanjut pria yang akrab disapa Adi ini, bisa mencapai minimal 150 kali tembakan. Dengan target keseluruhan sebanyak 325. “Kalau gerakannya berubah-ubah, maka arah gerak anak panah dapat berubah. Yang diperlukan memang konsentrasi dan kesamaan,” imbuhnya.

Sementara itu, ofisial tim panahan pada Porprov Bondowoso, Dody, mengatakan, agar arah busur panah itu tepat sasaran, juga dibutuhkan peralatan yang sesuai dengan kondisi tubuh atlet. Artinya, kata dia, busur panah dengan kondisi fisik pemain harus dipastikan benar-benar pas. Oleh sebab itu, setiap pemain sudah memiliki busur mereka masing-masing. “Sebelum membeli atau memiliki busur panah, biasanya pelatih akan melakukan pengukuran terlebih dahulu. Termasuk berat tarikan dari busur panah,” katanya.

Hal itu digunakan untuk menyesuaikan dengan kekuatan para atlet. Sebab, jika atlet memakai busur dengan kekuatan tarikan yang tidak sesuai dengan kekuatannya, maka anak panah yang dilesatkan tidak akan sesuai dengan harapan. Selain itu, atlet akan merasa tidak nyaman. “Setelah ditimbang dan diukur, berapa berat tarikan dan panjang tangannya, baru bisa ditentukan mau pakai anak panah ukuran berapa,” katanya.

Dody juga menambahkan, olahraga itu harus dimainkan dengan emosi yang stabil, serta keadaan pemain yang rileks. “Kalau suasana hatinya lagi gak mood atau gugup, maka tembakannya akan hancur,” cetusnya.

Hal tersebut karena ketika kondisi atlet sedang gugup, maka secara otomatis tangan kiri akan tremor atau gemetar, karena yang bersangkutan sedang menahan beban. “Itu yang harus dihindari,” imbuhnya. (ham/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/