alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Seorang Petani Terkena Leptospirosis

Mobile_AP_Rectangle 1

Adapun gejala yang dialami si pasien yakni panas, nyeri kepala, mata merah, pusing, nyeri perut selama satu minggu, dan nyeri betis. Menurutnya, jika tak tertangani, penyakit ini bisa berakibat fatal. Sebab, mereka yang terpapar bisa mengalami gagal ginjal hingga menyebabkan kematian.

Tidak hanya tikus, kata dia, bakteri ini bisa ditularkan oleh beberapa hewan. Di sejumlah daerah bahkan ditularkan lewat ternak yang terinfeksi.

“Tetapi mayoritas memang paling banyak hidup di tubuh tikus. Tidak semua tikus. Tetapi tikus yang terinfeksi. Bisa tikus sawah atau tikus rumahan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Proses penularan tidak hanya lewat mulut, tetapi lewat luka yang terinfeksi bakteri tersebut. Sementara, untuk pasien di Bondowoso ini tidak ada luka. “Tapi, faktor penting ternyata dia air minumnya dari sungai,” imbuhnya.

Pihaknya memaparkan, proses penularannya lewat urine dan kotoran tikus terinfeksi. Di mana ketika tikus hinggap di alat makan atau air dan sebagainya, akan mencemari. Ketika bakteri itu masuk tubuh manusia, mereka akan terinfeksi Leptospira.

“Risiko penularan pada mereka yang kerjaannya kontak langsung dengan tikus. Misalnya peneliti, paling berisiko petani. Sementara pasien kemarin ulu-ulu air,” paparnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. “Terpenting jaga kebersihan,” imbaunya.

Senin depan, dijadwalkan akan dilaksanakan penangkapan tikus di lokasi pasien tertular dan rumahnya. Tikus nanti dibedah untuk memastikan tertular bakteri Leptospira. Ahmadi menyebut, penyakit leptospirosis terbilang langka. Di Bondowoso pernah terjadi tahun 2016 di Kecamatan Tamanan, korban satu orang. Kemudian, tahun 2020 kemarin ada satu kasus di Kecamatan Maesan.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

Adapun gejala yang dialami si pasien yakni panas, nyeri kepala, mata merah, pusing, nyeri perut selama satu minggu, dan nyeri betis. Menurutnya, jika tak tertangani, penyakit ini bisa berakibat fatal. Sebab, mereka yang terpapar bisa mengalami gagal ginjal hingga menyebabkan kematian.

Tidak hanya tikus, kata dia, bakteri ini bisa ditularkan oleh beberapa hewan. Di sejumlah daerah bahkan ditularkan lewat ternak yang terinfeksi.

“Tetapi mayoritas memang paling banyak hidup di tubuh tikus. Tidak semua tikus. Tetapi tikus yang terinfeksi. Bisa tikus sawah atau tikus rumahan,” paparnya.

Proses penularan tidak hanya lewat mulut, tetapi lewat luka yang terinfeksi bakteri tersebut. Sementara, untuk pasien di Bondowoso ini tidak ada luka. “Tapi, faktor penting ternyata dia air minumnya dari sungai,” imbuhnya.

Pihaknya memaparkan, proses penularannya lewat urine dan kotoran tikus terinfeksi. Di mana ketika tikus hinggap di alat makan atau air dan sebagainya, akan mencemari. Ketika bakteri itu masuk tubuh manusia, mereka akan terinfeksi Leptospira.

“Risiko penularan pada mereka yang kerjaannya kontak langsung dengan tikus. Misalnya peneliti, paling berisiko petani. Sementara pasien kemarin ulu-ulu air,” paparnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. “Terpenting jaga kebersihan,” imbaunya.

Senin depan, dijadwalkan akan dilaksanakan penangkapan tikus di lokasi pasien tertular dan rumahnya. Tikus nanti dibedah untuk memastikan tertular bakteri Leptospira. Ahmadi menyebut, penyakit leptospirosis terbilang langka. Di Bondowoso pernah terjadi tahun 2016 di Kecamatan Tamanan, korban satu orang. Kemudian, tahun 2020 kemarin ada satu kasus di Kecamatan Maesan.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

Adapun gejala yang dialami si pasien yakni panas, nyeri kepala, mata merah, pusing, nyeri perut selama satu minggu, dan nyeri betis. Menurutnya, jika tak tertangani, penyakit ini bisa berakibat fatal. Sebab, mereka yang terpapar bisa mengalami gagal ginjal hingga menyebabkan kematian.

Tidak hanya tikus, kata dia, bakteri ini bisa ditularkan oleh beberapa hewan. Di sejumlah daerah bahkan ditularkan lewat ternak yang terinfeksi.

“Tetapi mayoritas memang paling banyak hidup di tubuh tikus. Tidak semua tikus. Tetapi tikus yang terinfeksi. Bisa tikus sawah atau tikus rumahan,” paparnya.

Proses penularan tidak hanya lewat mulut, tetapi lewat luka yang terinfeksi bakteri tersebut. Sementara, untuk pasien di Bondowoso ini tidak ada luka. “Tapi, faktor penting ternyata dia air minumnya dari sungai,” imbuhnya.

Pihaknya memaparkan, proses penularannya lewat urine dan kotoran tikus terinfeksi. Di mana ketika tikus hinggap di alat makan atau air dan sebagainya, akan mencemari. Ketika bakteri itu masuk tubuh manusia, mereka akan terinfeksi Leptospira.

“Risiko penularan pada mereka yang kerjaannya kontak langsung dengan tikus. Misalnya peneliti, paling berisiko petani. Sementara pasien kemarin ulu-ulu air,” paparnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. “Terpenting jaga kebersihan,” imbaunya.

Senin depan, dijadwalkan akan dilaksanakan penangkapan tikus di lokasi pasien tertular dan rumahnya. Tikus nanti dibedah untuk memastikan tertular bakteri Leptospira. Ahmadi menyebut, penyakit leptospirosis terbilang langka. Di Bondowoso pernah terjadi tahun 2016 di Kecamatan Tamanan, korban satu orang. Kemudian, tahun 2020 kemarin ada satu kasus di Kecamatan Maesan.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/