alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Sudah Selesai Tahap Kajian

Kelanjutan Bukit Piramid Jadi Wisata Minat Khusus

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Akhir 2020 lalu, sejumlah pendaki gunung profesional melakukan pemetaan dan survei di bukit yang berada di Kelurahan/Kecamatan Curahdami itu. Mereka didampingi pihak Perhutani KPH Bondowoso. Para pendaki ini mengukur seberapa potensi bahaya saat seseorang melakukan pendakian.

Sebab, selama ini bukit tersebut dikenal curam dan berbahaya. Saat survei pemetaan, tim terjun langsung ke bukit yang memiliki ketinggian 1.521 mdpl tersebut. Mereka berjalan di bawah kabut tebal. Bahkan, di antara mereka merupakan pendaki dari luar negeri.

Survei pemetaan yang dilakukan tahun lalu dibenarkan oleh Arif Setyo Rahardjo, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Bondowoso. Pihaknya sengaja menggandeng dua pendaki profesional yang tergabung dalam anggota Wanadri dan anggota APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia).

Mobile_AP_Rectangle 2

Itu untuk menyurvei jalur di Bukit Piramid yang aman dan bisa dilanjutkan, serta direkomendasikan sebagai wisata minat khusus. “Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sebelumnya,” terang pria yang akrab disapa Arif ini.

Kini, progres dari pemetaan survei tersebut sudah menghasilkan sebuah kajian. “Sudah selesai kajian. Dan review-nya tahun ini masih untuk Kawah Wurung, Air Terjun Tancak Kembar, dan menjalin kerja sama dengan Perhutani untuk wisata Kluncing serta Puncak Megasari. Barulah nanti mengarah ke Bukit Piramid jalinan kerja samanya,” ujar Arif.

Rencana Bukit Piramid dijadikan wisata minat khusus pun dibenarkan olehnya. “Sekarang masih dalam proses. Harus melakukan permohonan kepada Perhutani sebagai pemangku wilayah dan memberikan kajian. Apakah nantinya bukit Piramid ini layak jadi wisata minat khusus atau tidak berdasarkan kajian dan pemetaan survei jalur,” jelas Arif.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Akhir 2020 lalu, sejumlah pendaki gunung profesional melakukan pemetaan dan survei di bukit yang berada di Kelurahan/Kecamatan Curahdami itu. Mereka didampingi pihak Perhutani KPH Bondowoso. Para pendaki ini mengukur seberapa potensi bahaya saat seseorang melakukan pendakian.

Sebab, selama ini bukit tersebut dikenal curam dan berbahaya. Saat survei pemetaan, tim terjun langsung ke bukit yang memiliki ketinggian 1.521 mdpl tersebut. Mereka berjalan di bawah kabut tebal. Bahkan, di antara mereka merupakan pendaki dari luar negeri.

Survei pemetaan yang dilakukan tahun lalu dibenarkan oleh Arif Setyo Rahardjo, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Bondowoso. Pihaknya sengaja menggandeng dua pendaki profesional yang tergabung dalam anggota Wanadri dan anggota APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia).

Itu untuk menyurvei jalur di Bukit Piramid yang aman dan bisa dilanjutkan, serta direkomendasikan sebagai wisata minat khusus. “Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sebelumnya,” terang pria yang akrab disapa Arif ini.

Kini, progres dari pemetaan survei tersebut sudah menghasilkan sebuah kajian. “Sudah selesai kajian. Dan review-nya tahun ini masih untuk Kawah Wurung, Air Terjun Tancak Kembar, dan menjalin kerja sama dengan Perhutani untuk wisata Kluncing serta Puncak Megasari. Barulah nanti mengarah ke Bukit Piramid jalinan kerja samanya,” ujar Arif.

Rencana Bukit Piramid dijadikan wisata minat khusus pun dibenarkan olehnya. “Sekarang masih dalam proses. Harus melakukan permohonan kepada Perhutani sebagai pemangku wilayah dan memberikan kajian. Apakah nantinya bukit Piramid ini layak jadi wisata minat khusus atau tidak berdasarkan kajian dan pemetaan survei jalur,” jelas Arif.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Akhir 2020 lalu, sejumlah pendaki gunung profesional melakukan pemetaan dan survei di bukit yang berada di Kelurahan/Kecamatan Curahdami itu. Mereka didampingi pihak Perhutani KPH Bondowoso. Para pendaki ini mengukur seberapa potensi bahaya saat seseorang melakukan pendakian.

Sebab, selama ini bukit tersebut dikenal curam dan berbahaya. Saat survei pemetaan, tim terjun langsung ke bukit yang memiliki ketinggian 1.521 mdpl tersebut. Mereka berjalan di bawah kabut tebal. Bahkan, di antara mereka merupakan pendaki dari luar negeri.

Survei pemetaan yang dilakukan tahun lalu dibenarkan oleh Arif Setyo Rahardjo, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Bondowoso. Pihaknya sengaja menggandeng dua pendaki profesional yang tergabung dalam anggota Wanadri dan anggota APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia).

Itu untuk menyurvei jalur di Bukit Piramid yang aman dan bisa dilanjutkan, serta direkomendasikan sebagai wisata minat khusus. “Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sebelumnya,” terang pria yang akrab disapa Arif ini.

Kini, progres dari pemetaan survei tersebut sudah menghasilkan sebuah kajian. “Sudah selesai kajian. Dan review-nya tahun ini masih untuk Kawah Wurung, Air Terjun Tancak Kembar, dan menjalin kerja sama dengan Perhutani untuk wisata Kluncing serta Puncak Megasari. Barulah nanti mengarah ke Bukit Piramid jalinan kerja samanya,” ujar Arif.

Rencana Bukit Piramid dijadikan wisata minat khusus pun dibenarkan olehnya. “Sekarang masih dalam proses. Harus melakukan permohonan kepada Perhutani sebagai pemangku wilayah dan memberikan kajian. Apakah nantinya bukit Piramid ini layak jadi wisata minat khusus atau tidak berdasarkan kajian dan pemetaan survei jalur,” jelas Arif.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/