alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Ada ‘Salon Gadis’ di dalam Lapas Bondowoso ?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – “Selamat datang di Salon Gadis,” demikian tulisan yang terpampang jelas di galeri milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Salon tersebut didirikan atas kolaborasi dengan Salon Gadis. Uniknya, tidak seperti salon pada umumnya. Petugas yang akan melayani pengunjung juga melibatkan para warga binaan pemasyarakatan (WBP). Secara resmi, salon itu dibuka oleh Kalapas Bondowoso bersama pihak Salon Gadis, kemarin (10/1).

Yusi Yusminingsih, Manajer Salon Gadis, mengatakan, selama rambut manusia tetap tumbuh, maka di situ rejeki para pekerja salon muncul. Perempuan yang sudah memiliki beberapa cabang salon ini juga mengungkapkan, selain mendirikan salon di lapas, pihaknya juga memberikan pengetahuan seputar salon di dalam lapas kepada para tahanan. “Jasa ini, alhamdulillah, cukup untuk membiayai keluarga,” paparnya.

Lebih lanjut, Yusi menegaskan bahwa salon tersebut secara resmi mulai beroperasi pada Minggu (16/1) mendatang. Beberapa hari tersisa akan dimanfaatkan untuk menyiapkan yang dibutuhkan. Selain itu, juga menentukan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan nantinya. “Ini akan terus beroperasi ke depannya di sini,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Suwito, Kalapas Bondowoso, menjelaskan, sudah ada satu warga binaan yang siap diterjunkan. Padahal sebelumnya mereka juga memiliki SDM yang dinilai sudah mumpuni, tapi yang bersangkutan sudah keluar karena masa tahanannya sudah habis.

Sejumlah tahanan yang sudah dibebaskan, lanjut Suwito, ada yang sudah mendirikan jasa potong rambut secara pribadi. Walaupun hasilnya dinilai masih belum maksimal. Hal tersebut juga dianggap menjadi tolok ukur keberhasilan dari pembinaan yang diberikan selama berada di lapas.

Uniknya, ternyata salon tersebut tidak hanya akan melayani para perempuan yang berkunjung. Namun, para laki-laki juga bisa mendapatkan perawatan di sana. Khususnya untuk pemotongan rambut dan lainnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – “Selamat datang di Salon Gadis,” demikian tulisan yang terpampang jelas di galeri milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Salon tersebut didirikan atas kolaborasi dengan Salon Gadis. Uniknya, tidak seperti salon pada umumnya. Petugas yang akan melayani pengunjung juga melibatkan para warga binaan pemasyarakatan (WBP). Secara resmi, salon itu dibuka oleh Kalapas Bondowoso bersama pihak Salon Gadis, kemarin (10/1).

Yusi Yusminingsih, Manajer Salon Gadis, mengatakan, selama rambut manusia tetap tumbuh, maka di situ rejeki para pekerja salon muncul. Perempuan yang sudah memiliki beberapa cabang salon ini juga mengungkapkan, selain mendirikan salon di lapas, pihaknya juga memberikan pengetahuan seputar salon di dalam lapas kepada para tahanan. “Jasa ini, alhamdulillah, cukup untuk membiayai keluarga,” paparnya.

Lebih lanjut, Yusi menegaskan bahwa salon tersebut secara resmi mulai beroperasi pada Minggu (16/1) mendatang. Beberapa hari tersisa akan dimanfaatkan untuk menyiapkan yang dibutuhkan. Selain itu, juga menentukan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan nantinya. “Ini akan terus beroperasi ke depannya di sini,” katanya.

Sementara itu, Suwito, Kalapas Bondowoso, menjelaskan, sudah ada satu warga binaan yang siap diterjunkan. Padahal sebelumnya mereka juga memiliki SDM yang dinilai sudah mumpuni, tapi yang bersangkutan sudah keluar karena masa tahanannya sudah habis.

Sejumlah tahanan yang sudah dibebaskan, lanjut Suwito, ada yang sudah mendirikan jasa potong rambut secara pribadi. Walaupun hasilnya dinilai masih belum maksimal. Hal tersebut juga dianggap menjadi tolok ukur keberhasilan dari pembinaan yang diberikan selama berada di lapas.

Uniknya, ternyata salon tersebut tidak hanya akan melayani para perempuan yang berkunjung. Namun, para laki-laki juga bisa mendapatkan perawatan di sana. Khususnya untuk pemotongan rambut dan lainnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – “Selamat datang di Salon Gadis,” demikian tulisan yang terpampang jelas di galeri milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Salon tersebut didirikan atas kolaborasi dengan Salon Gadis. Uniknya, tidak seperti salon pada umumnya. Petugas yang akan melayani pengunjung juga melibatkan para warga binaan pemasyarakatan (WBP). Secara resmi, salon itu dibuka oleh Kalapas Bondowoso bersama pihak Salon Gadis, kemarin (10/1).

Yusi Yusminingsih, Manajer Salon Gadis, mengatakan, selama rambut manusia tetap tumbuh, maka di situ rejeki para pekerja salon muncul. Perempuan yang sudah memiliki beberapa cabang salon ini juga mengungkapkan, selain mendirikan salon di lapas, pihaknya juga memberikan pengetahuan seputar salon di dalam lapas kepada para tahanan. “Jasa ini, alhamdulillah, cukup untuk membiayai keluarga,” paparnya.

Lebih lanjut, Yusi menegaskan bahwa salon tersebut secara resmi mulai beroperasi pada Minggu (16/1) mendatang. Beberapa hari tersisa akan dimanfaatkan untuk menyiapkan yang dibutuhkan. Selain itu, juga menentukan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan nantinya. “Ini akan terus beroperasi ke depannya di sini,” katanya.

Sementara itu, Suwito, Kalapas Bondowoso, menjelaskan, sudah ada satu warga binaan yang siap diterjunkan. Padahal sebelumnya mereka juga memiliki SDM yang dinilai sudah mumpuni, tapi yang bersangkutan sudah keluar karena masa tahanannya sudah habis.

Sejumlah tahanan yang sudah dibebaskan, lanjut Suwito, ada yang sudah mendirikan jasa potong rambut secara pribadi. Walaupun hasilnya dinilai masih belum maksimal. Hal tersebut juga dianggap menjadi tolok ukur keberhasilan dari pembinaan yang diberikan selama berada di lapas.

Uniknya, ternyata salon tersebut tidak hanya akan melayani para perempuan yang berkunjung. Namun, para laki-laki juga bisa mendapatkan perawatan di sana. Khususnya untuk pemotongan rambut dan lainnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca