alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Upayakan Stabilisasi Harga Kedelai

Sudah Koordinasi dengan Disperindag Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seperti diketahui, produsen tahu dan tempe di Kabupaten Bondowoso merana karena harga bahan baku kedelai meroket. Dengan problem itu, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso tengah melakukan sejumlah upaya stabilisasi harga kedelai.

Karena harga kedelai melambung, para produsen tahu dan tempe itu terpaksa turut menaikkan harga tahu dan tempe agar tak menelan kerugian lebih besar. “Kami telah melakukan koordinasi dengan Disperindag Jatim untuk terus memantau harga dan mengumpulkan data kebutuhan kedelai setiap kabupaten atau kota,” ucap Ida Kurnia Theolita, Kepala Bidang (Kabid) Usaha Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Diskoperindag Bondowoso.

Tak hanya itu, dirinya menambahkan, bersama Disperindag Jatim, pihaknya juga meminta distributor pengimpor kedelai di wilayah Jawa Timur memberikan harga di bawah pasaran, yakni Rp 8.500. Harga itu diperuntukkan bagi industri kecil saja. “Tetapi untuk saat ini masih belum bisa mencakup semua wilayah. Sebab, terkendala biaya pengiriman. Walhasil, di sejumlah daerah harga kedelai masih tinggi, seperti di Bondowoso,” lanjutnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seperti diketahui, produsen tahu dan tempe di Kabupaten Bondowoso merana karena harga bahan baku kedelai meroket. Dengan problem itu, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso tengah melakukan sejumlah upaya stabilisasi harga kedelai.

Karena harga kedelai melambung, para produsen tahu dan tempe itu terpaksa turut menaikkan harga tahu dan tempe agar tak menelan kerugian lebih besar. “Kami telah melakukan koordinasi dengan Disperindag Jatim untuk terus memantau harga dan mengumpulkan data kebutuhan kedelai setiap kabupaten atau kota,” ucap Ida Kurnia Theolita, Kepala Bidang (Kabid) Usaha Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Diskoperindag Bondowoso.

Tak hanya itu, dirinya menambahkan, bersama Disperindag Jatim, pihaknya juga meminta distributor pengimpor kedelai di wilayah Jawa Timur memberikan harga di bawah pasaran, yakni Rp 8.500. Harga itu diperuntukkan bagi industri kecil saja. “Tetapi untuk saat ini masih belum bisa mencakup semua wilayah. Sebab, terkendala biaya pengiriman. Walhasil, di sejumlah daerah harga kedelai masih tinggi, seperti di Bondowoso,” lanjutnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seperti diketahui, produsen tahu dan tempe di Kabupaten Bondowoso merana karena harga bahan baku kedelai meroket. Dengan problem itu, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso tengah melakukan sejumlah upaya stabilisasi harga kedelai.

Karena harga kedelai melambung, para produsen tahu dan tempe itu terpaksa turut menaikkan harga tahu dan tempe agar tak menelan kerugian lebih besar. “Kami telah melakukan koordinasi dengan Disperindag Jatim untuk terus memantau harga dan mengumpulkan data kebutuhan kedelai setiap kabupaten atau kota,” ucap Ida Kurnia Theolita, Kepala Bidang (Kabid) Usaha Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Diskoperindag Bondowoso.

Tak hanya itu, dirinya menambahkan, bersama Disperindag Jatim, pihaknya juga meminta distributor pengimpor kedelai di wilayah Jawa Timur memberikan harga di bawah pasaran, yakni Rp 8.500. Harga itu diperuntukkan bagi industri kecil saja. “Tetapi untuk saat ini masih belum bisa mencakup semua wilayah. Sebab, terkendala biaya pengiriman. Walhasil, di sejumlah daerah harga kedelai masih tinggi, seperti di Bondowoso,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/