alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Program Pusat untuk New Normal Habis Akhir Tahun

Program bus wisata Jember-Paltuding adalah program Kemenhub untuk membangkitkan wisata di masa new normal. Mulai Oktober sampai Desember 2020. Kini tahun telah berganti. Program tersebut telah berakhir. Namun, apakah lantas program ini terhenti?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Selama tiga bulan bus DAMRI sudah beroperasi di Bondowoso dengan rute tujuan Jember-Paltuding Ijen. Silih berganti melayani naik-turunnya penumpang. Bus tersebut merupakan buah program dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membangkitkan industri pariwisata di era new normal. Kawasan Ijen masuk program karena bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Adanya transportasi darat tersebut dalam rangka mengakomodasi kebutuhan transportasi, serta pemulihan ekonomi sektor wisata. Untuk rute Bondowoso-Paltuding gratis selama tiga bulan. Sedangkan rute Bondowoso-Jember masih berbayar. Tarifnya Rp 15 ribu saja.

Rutenya Terminal Tawang Alun, Bandara Notohadinegoro, Stasiun Jember, dan finis di Museum Kereta Api (KA) Bondowoso. Jadwalnya dari Tawang Alun pukul 08.00 dan 11.00. Sedangkan dari Bondowoso, jadwalnya pukul 07.00 dan 18.00. Kemudian, jadwal keberangkatan trip 1 rute Museum KA Bondowoso – Paltuding (Ijen) pukul 10.00 dan untuk trip 2 pukul 15.00. Sementara, Paltuding Ijen ke Stasiun Bondowoso pukul 09.00 dan 15.00.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, selama uji coba, bus DAMRI berwarna kuning-oranye itu belum masif dilirik calon penumpang. Bahkan tak jarang, bus itu lebih sering sepi. Hanya beberapa hari, kalau ada rombongan yang benar-benar niat berwisata ke kawasan Ijen.

Tahun ini, pengoperasian bus DAMRI itu dikaji ulang. Bakal ada perubahan, utamanya untuk harga tiket. Menurut Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang dan Barang dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, pihaknya sudah bertemu dengan beberapa pihak terkait. “Memang dalam masa uji coba tahun lalu dikelola oleh pemerintah pusat dengan menunjuk DAMRI sebagai operator. Kontraknya habis bulan Desember kemarin. Dan sekarang ini dalam masa proses kontrak baru,” ujar Bayu.

Tahun 2020 lalu, pengelolaan trayek bus DAMRI di Bondowoso diampu pihak DAMRI Malang. Sebab, anggarannya menjadi satu dengan KSPN Bromo. “Kebetulan, 2021 ini beralih ke DAMRI Jember. Digabung dengan DAMRI Banyuwangi. Jadi satu,” imbuh Bayu kepada Jawa Pos Radar Ijen.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Selama tiga bulan bus DAMRI sudah beroperasi di Bondowoso dengan rute tujuan Jember-Paltuding Ijen. Silih berganti melayani naik-turunnya penumpang. Bus tersebut merupakan buah program dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membangkitkan industri pariwisata di era new normal. Kawasan Ijen masuk program karena bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Adanya transportasi darat tersebut dalam rangka mengakomodasi kebutuhan transportasi, serta pemulihan ekonomi sektor wisata. Untuk rute Bondowoso-Paltuding gratis selama tiga bulan. Sedangkan rute Bondowoso-Jember masih berbayar. Tarifnya Rp 15 ribu saja.

Rutenya Terminal Tawang Alun, Bandara Notohadinegoro, Stasiun Jember, dan finis di Museum Kereta Api (KA) Bondowoso. Jadwalnya dari Tawang Alun pukul 08.00 dan 11.00. Sedangkan dari Bondowoso, jadwalnya pukul 07.00 dan 18.00. Kemudian, jadwal keberangkatan trip 1 rute Museum KA Bondowoso – Paltuding (Ijen) pukul 10.00 dan untuk trip 2 pukul 15.00. Sementara, Paltuding Ijen ke Stasiun Bondowoso pukul 09.00 dan 15.00.

Namun, selama uji coba, bus DAMRI berwarna kuning-oranye itu belum masif dilirik calon penumpang. Bahkan tak jarang, bus itu lebih sering sepi. Hanya beberapa hari, kalau ada rombongan yang benar-benar niat berwisata ke kawasan Ijen.

Tahun ini, pengoperasian bus DAMRI itu dikaji ulang. Bakal ada perubahan, utamanya untuk harga tiket. Menurut Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang dan Barang dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, pihaknya sudah bertemu dengan beberapa pihak terkait. “Memang dalam masa uji coba tahun lalu dikelola oleh pemerintah pusat dengan menunjuk DAMRI sebagai operator. Kontraknya habis bulan Desember kemarin. Dan sekarang ini dalam masa proses kontrak baru,” ujar Bayu.

Tahun 2020 lalu, pengelolaan trayek bus DAMRI di Bondowoso diampu pihak DAMRI Malang. Sebab, anggarannya menjadi satu dengan KSPN Bromo. “Kebetulan, 2021 ini beralih ke DAMRI Jember. Digabung dengan DAMRI Banyuwangi. Jadi satu,” imbuh Bayu kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Selama tiga bulan bus DAMRI sudah beroperasi di Bondowoso dengan rute tujuan Jember-Paltuding Ijen. Silih berganti melayani naik-turunnya penumpang. Bus tersebut merupakan buah program dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membangkitkan industri pariwisata di era new normal. Kawasan Ijen masuk program karena bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Adanya transportasi darat tersebut dalam rangka mengakomodasi kebutuhan transportasi, serta pemulihan ekonomi sektor wisata. Untuk rute Bondowoso-Paltuding gratis selama tiga bulan. Sedangkan rute Bondowoso-Jember masih berbayar. Tarifnya Rp 15 ribu saja.

Rutenya Terminal Tawang Alun, Bandara Notohadinegoro, Stasiun Jember, dan finis di Museum Kereta Api (KA) Bondowoso. Jadwalnya dari Tawang Alun pukul 08.00 dan 11.00. Sedangkan dari Bondowoso, jadwalnya pukul 07.00 dan 18.00. Kemudian, jadwal keberangkatan trip 1 rute Museum KA Bondowoso – Paltuding (Ijen) pukul 10.00 dan untuk trip 2 pukul 15.00. Sementara, Paltuding Ijen ke Stasiun Bondowoso pukul 09.00 dan 15.00.

Namun, selama uji coba, bus DAMRI berwarna kuning-oranye itu belum masif dilirik calon penumpang. Bahkan tak jarang, bus itu lebih sering sepi. Hanya beberapa hari, kalau ada rombongan yang benar-benar niat berwisata ke kawasan Ijen.

Tahun ini, pengoperasian bus DAMRI itu dikaji ulang. Bakal ada perubahan, utamanya untuk harga tiket. Menurut Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang dan Barang dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, pihaknya sudah bertemu dengan beberapa pihak terkait. “Memang dalam masa uji coba tahun lalu dikelola oleh pemerintah pusat dengan menunjuk DAMRI sebagai operator. Kontraknya habis bulan Desember kemarin. Dan sekarang ini dalam masa proses kontrak baru,” ujar Bayu.

Tahun 2020 lalu, pengelolaan trayek bus DAMRI di Bondowoso diampu pihak DAMRI Malang. Sebab, anggarannya menjadi satu dengan KSPN Bromo. “Kebetulan, 2021 ini beralih ke DAMRI Jember. Digabung dengan DAMRI Banyuwangi. Jadi satu,” imbuh Bayu kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/