alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ijen Jadi Wilayah Rawan Bencana, Ini Alasannya

Ada Dua Wilayah Masuk Prioritas Utama

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Memasuki musim hujan, sejumlah titik langganan bencana menjadi perhatian khusus bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Seperti wilayah Kecamatan Ijen maupun sejumlah desa yang ada di Kecamatan Klabang.

Menurut Kalaksa BPBD Bondowoso Dadan Kurniawan, pihaknya sudah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Di samping juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Termasuk meminta bantuan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) jika diperlukan. “Karena untuk penanganan bencana ini, tidak bisa dari BPBD sendiri, juga ada stakeholder lainnya. Cuaca sekarang ekstrem. Masyarakat harus waspada. Apalagi pengguna jalan,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, wilayah paling rawan terjadi bencana, seperti banjir, longsor, ataupun pohon tumbang berada di wilayah Ijen dan Klabang. “Untuk Ijen karena tragedi yang tahun lalu, jadi prioritas. Dan di Kecamatan Klabang itu Desa Pandak ke atas. Tapi, daerah lain tetap kami perhatikan juga,” bebernya.

Seperti diketahui, awal tahun 2020 lalu, di Kecamatan Ijen, khususnya di Desa Sempol dan Desa Kalisat, Jampit, terjadi dua kali banjir bandang pada akhir Januari dan Maret 2020. Kejadian itu memakan korban ratusan rumah yang dekat dengan saluran air di desa tersebut. Karena itu, BPBD Bondowoso menaruh perhatian serius terhadap wilayah Ijen.

Warga harus ekstra waspada setelah kejadian banjir bandang awal tahun 2020. Ditambah ada fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan lebih tinggi dari biasanya. Kondisi tersebut terjadi akibat adanya anomali suhu muka air laut antara Samudra Pasifik tengah ekuator dan laut Indonesia. Hal ini berdampak pada penambahan volume uap air, sehingga curah hujan dan angin di Indonesia semakin meningkat intensitasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Memasuki musim hujan, sejumlah titik langganan bencana menjadi perhatian khusus bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Seperti wilayah Kecamatan Ijen maupun sejumlah desa yang ada di Kecamatan Klabang.

Menurut Kalaksa BPBD Bondowoso Dadan Kurniawan, pihaknya sudah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Di samping juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Termasuk meminta bantuan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) jika diperlukan. “Karena untuk penanganan bencana ini, tidak bisa dari BPBD sendiri, juga ada stakeholder lainnya. Cuaca sekarang ekstrem. Masyarakat harus waspada. Apalagi pengguna jalan,” ujarnya.

Menurut dia, wilayah paling rawan terjadi bencana, seperti banjir, longsor, ataupun pohon tumbang berada di wilayah Ijen dan Klabang. “Untuk Ijen karena tragedi yang tahun lalu, jadi prioritas. Dan di Kecamatan Klabang itu Desa Pandak ke atas. Tapi, daerah lain tetap kami perhatikan juga,” bebernya.

Seperti diketahui, awal tahun 2020 lalu, di Kecamatan Ijen, khususnya di Desa Sempol dan Desa Kalisat, Jampit, terjadi dua kali banjir bandang pada akhir Januari dan Maret 2020. Kejadian itu memakan korban ratusan rumah yang dekat dengan saluran air di desa tersebut. Karena itu, BPBD Bondowoso menaruh perhatian serius terhadap wilayah Ijen.

Warga harus ekstra waspada setelah kejadian banjir bandang awal tahun 2020. Ditambah ada fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan lebih tinggi dari biasanya. Kondisi tersebut terjadi akibat adanya anomali suhu muka air laut antara Samudra Pasifik tengah ekuator dan laut Indonesia. Hal ini berdampak pada penambahan volume uap air, sehingga curah hujan dan angin di Indonesia semakin meningkat intensitasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Memasuki musim hujan, sejumlah titik langganan bencana menjadi perhatian khusus bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Seperti wilayah Kecamatan Ijen maupun sejumlah desa yang ada di Kecamatan Klabang.

Menurut Kalaksa BPBD Bondowoso Dadan Kurniawan, pihaknya sudah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Di samping juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Termasuk meminta bantuan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) jika diperlukan. “Karena untuk penanganan bencana ini, tidak bisa dari BPBD sendiri, juga ada stakeholder lainnya. Cuaca sekarang ekstrem. Masyarakat harus waspada. Apalagi pengguna jalan,” ujarnya.

Menurut dia, wilayah paling rawan terjadi bencana, seperti banjir, longsor, ataupun pohon tumbang berada di wilayah Ijen dan Klabang. “Untuk Ijen karena tragedi yang tahun lalu, jadi prioritas. Dan di Kecamatan Klabang itu Desa Pandak ke atas. Tapi, daerah lain tetap kami perhatikan juga,” bebernya.

Seperti diketahui, awal tahun 2020 lalu, di Kecamatan Ijen, khususnya di Desa Sempol dan Desa Kalisat, Jampit, terjadi dua kali banjir bandang pada akhir Januari dan Maret 2020. Kejadian itu memakan korban ratusan rumah yang dekat dengan saluran air di desa tersebut. Karena itu, BPBD Bondowoso menaruh perhatian serius terhadap wilayah Ijen.

Warga harus ekstra waspada setelah kejadian banjir bandang awal tahun 2020. Ditambah ada fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan lebih tinggi dari biasanya. Kondisi tersebut terjadi akibat adanya anomali suhu muka air laut antara Samudra Pasifik tengah ekuator dan laut Indonesia. Hal ini berdampak pada penambahan volume uap air, sehingga curah hujan dan angin di Indonesia semakin meningkat intensitasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/