alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tim Falakiyah NU Bondowoso Gelar Rukyatulhilal Setiap Akhir Bulan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Untuk menentukan awal bulan Ramadan, biasanya banyak pihak melakukan pemantauan hilal atau bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Qamariah. Uniknya, di Bondowoso pemantauan hilal (rukyatulhilal) tidak hanya dilakukan untuk menentukan awal bulan ramadan. Tapi, juga untuk menentukan bulan Qamariah lainnya.

Seperti yang dilakukan oleh Tim Falakiyah NU Bondowoso, di Masjid At Taqwa, Selasa (7/9) sore. Ketua Falakiyah NU Bondowoso Suharyono menyampaikan, kegiatan pemantauan awal bulan Hijriah memang secara rutin dilakukan setiap bulan. Biasanya dilakukan pada akhir bulan atau pada tanggal 29 bulan Hijriah. Hal tersebut ternyata juga sudah menjadi agenda rutin dari pihaknya.

Dijelaskan, sebelum melakukan rukyatulhilal, terlebih dahulu pihaknya sudah melakukan hisab atau perhitungan terkait pergerakan bulan dan matahari. “Jadi, rukyatulhilal kita itu ibaratnya tidak kacamata kuda buta. Penentunya adalah rukyatulhilal, sedangkan hisab itu membantu,” tegasnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, Rabu (8/9) pagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hisab itu sendiri, menurut Suharyono, dilakukan untuk menentukan arah pemantauan agar lebih tepat. Sehingga arah pemantauan yang diperkirakan akan muncul hilal sudah bisa diperkirakan sebelumnya. “Jadi, kami melihat hilalnya itu fokus. Tidak melihat ke arah yang lain,” ungkapnya.

Diceritakan, sebelumnya untuk melakukan rukyatulhilal, pihaknya biasa melakukannya di wilayah Situbondo. Tapi, karena adanya pandemi dan pembatasan kegiatan masyarakat, aktivitas ini akhirnya dilakukan di wilayah Bondowoso. Hal tersebut membuatnya harus melakukan observasi ke berbagai tempat di Bondowoso untuk menemukan tempat yang representatif guna melakukan rukyatulhilal. Kemudian, dia mendapati lokasi di Masjid Agung At Taqwa bisa digunakan untuk memantau hilal.

“Kami melakukan observasi di Masjid Agung At Taqwa. Alhamdulillah, untuk ketinggian hilal di atas tiga derajat itu bisa dimungkinkan untuk dilihat. Kalau di bawah tiga derajat belum bisa memungkinkan karena tertutup gunung di sebelah barat,” katanya. Kegiatan yang dilakukan di Masjid Agung At Taqwa itu, melibatkan tim Falakiyah PC NU Bondowoso bersama pengurus takmir masjid dan pihak Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Untuk menentukan awal bulan Ramadan, biasanya banyak pihak melakukan pemantauan hilal atau bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Qamariah. Uniknya, di Bondowoso pemantauan hilal (rukyatulhilal) tidak hanya dilakukan untuk menentukan awal bulan ramadan. Tapi, juga untuk menentukan bulan Qamariah lainnya.

Seperti yang dilakukan oleh Tim Falakiyah NU Bondowoso, di Masjid At Taqwa, Selasa (7/9) sore. Ketua Falakiyah NU Bondowoso Suharyono menyampaikan, kegiatan pemantauan awal bulan Hijriah memang secara rutin dilakukan setiap bulan. Biasanya dilakukan pada akhir bulan atau pada tanggal 29 bulan Hijriah. Hal tersebut ternyata juga sudah menjadi agenda rutin dari pihaknya.

Dijelaskan, sebelum melakukan rukyatulhilal, terlebih dahulu pihaknya sudah melakukan hisab atau perhitungan terkait pergerakan bulan dan matahari. “Jadi, rukyatulhilal kita itu ibaratnya tidak kacamata kuda buta. Penentunya adalah rukyatulhilal, sedangkan hisab itu membantu,” tegasnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, Rabu (8/9) pagi.

Hisab itu sendiri, menurut Suharyono, dilakukan untuk menentukan arah pemantauan agar lebih tepat. Sehingga arah pemantauan yang diperkirakan akan muncul hilal sudah bisa diperkirakan sebelumnya. “Jadi, kami melihat hilalnya itu fokus. Tidak melihat ke arah yang lain,” ungkapnya.

Diceritakan, sebelumnya untuk melakukan rukyatulhilal, pihaknya biasa melakukannya di wilayah Situbondo. Tapi, karena adanya pandemi dan pembatasan kegiatan masyarakat, aktivitas ini akhirnya dilakukan di wilayah Bondowoso. Hal tersebut membuatnya harus melakukan observasi ke berbagai tempat di Bondowoso untuk menemukan tempat yang representatif guna melakukan rukyatulhilal. Kemudian, dia mendapati lokasi di Masjid Agung At Taqwa bisa digunakan untuk memantau hilal.

“Kami melakukan observasi di Masjid Agung At Taqwa. Alhamdulillah, untuk ketinggian hilal di atas tiga derajat itu bisa dimungkinkan untuk dilihat. Kalau di bawah tiga derajat belum bisa memungkinkan karena tertutup gunung di sebelah barat,” katanya. Kegiatan yang dilakukan di Masjid Agung At Taqwa itu, melibatkan tim Falakiyah PC NU Bondowoso bersama pengurus takmir masjid dan pihak Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Untuk menentukan awal bulan Ramadan, biasanya banyak pihak melakukan pemantauan hilal atau bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Qamariah. Uniknya, di Bondowoso pemantauan hilal (rukyatulhilal) tidak hanya dilakukan untuk menentukan awal bulan ramadan. Tapi, juga untuk menentukan bulan Qamariah lainnya.

Seperti yang dilakukan oleh Tim Falakiyah NU Bondowoso, di Masjid At Taqwa, Selasa (7/9) sore. Ketua Falakiyah NU Bondowoso Suharyono menyampaikan, kegiatan pemantauan awal bulan Hijriah memang secara rutin dilakukan setiap bulan. Biasanya dilakukan pada akhir bulan atau pada tanggal 29 bulan Hijriah. Hal tersebut ternyata juga sudah menjadi agenda rutin dari pihaknya.

Dijelaskan, sebelum melakukan rukyatulhilal, terlebih dahulu pihaknya sudah melakukan hisab atau perhitungan terkait pergerakan bulan dan matahari. “Jadi, rukyatulhilal kita itu ibaratnya tidak kacamata kuda buta. Penentunya adalah rukyatulhilal, sedangkan hisab itu membantu,” tegasnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, Rabu (8/9) pagi.

Hisab itu sendiri, menurut Suharyono, dilakukan untuk menentukan arah pemantauan agar lebih tepat. Sehingga arah pemantauan yang diperkirakan akan muncul hilal sudah bisa diperkirakan sebelumnya. “Jadi, kami melihat hilalnya itu fokus. Tidak melihat ke arah yang lain,” ungkapnya.

Diceritakan, sebelumnya untuk melakukan rukyatulhilal, pihaknya biasa melakukannya di wilayah Situbondo. Tapi, karena adanya pandemi dan pembatasan kegiatan masyarakat, aktivitas ini akhirnya dilakukan di wilayah Bondowoso. Hal tersebut membuatnya harus melakukan observasi ke berbagai tempat di Bondowoso untuk menemukan tempat yang representatif guna melakukan rukyatulhilal. Kemudian, dia mendapati lokasi di Masjid Agung At Taqwa bisa digunakan untuk memantau hilal.

“Kami melakukan observasi di Masjid Agung At Taqwa. Alhamdulillah, untuk ketinggian hilal di atas tiga derajat itu bisa dimungkinkan untuk dilihat. Kalau di bawah tiga derajat belum bisa memungkinkan karena tertutup gunung di sebelah barat,” katanya. Kegiatan yang dilakukan di Masjid Agung At Taqwa itu, melibatkan tim Falakiyah PC NU Bondowoso bersama pengurus takmir masjid dan pihak Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/