alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Desa Banyuputih Wakili Bondowoso di Jatim

Dalam Lomba Kampung Tangguh Tingkat Provinsi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, mewakili Kabupaten Bondowoso dalam lomba Desa Tangguh Bencana (Destana) di Tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Desa Banyuputih dinilai tangguh dalam menghadapi ancaman bencana alam. Desa Banyuputih akan bersaing dengan puluhan desa dari puluhan kabupaten/kota di Jatim.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Kukuh Triyatmoko saat mengikuti acara penilaian lomba Destana di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Selasa (8/9) menerangkan, terpilihnya Desa Banyuputih itu karena melihat ketangguhan para relawan bencananya.

Terbukti dari tahun 2017, 2018, hingga 2019, Desa Banyuputih ini masih termasuk 46 desa yang mengalami kekeringan. Namun di tahun 2019 sudah bisa menggerakkan para relawan.  “Pada tahun 2020 ini sudah mampu membuat program tandon air bersih, sehingga bisa mengatasi bencana kekeringan yang melanda setiap tahunnya. Begitulah alasan kenapa kami memilih desa ini,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kukuh berharap, dalam desa tangguh bencana tersebut masyarakat bisa mengenali potensi bencana yang ada di daerahnya masing-masing. “Jadi, ketika sudah mengenali, bisa berupaya memperkuat diri dan mampu mengurangi bencana yang ada,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, mewakili Kabupaten Bondowoso dalam lomba Desa Tangguh Bencana (Destana) di Tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Desa Banyuputih dinilai tangguh dalam menghadapi ancaman bencana alam. Desa Banyuputih akan bersaing dengan puluhan desa dari puluhan kabupaten/kota di Jatim.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Kukuh Triyatmoko saat mengikuti acara penilaian lomba Destana di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Selasa (8/9) menerangkan, terpilihnya Desa Banyuputih itu karena melihat ketangguhan para relawan bencananya.

Terbukti dari tahun 2017, 2018, hingga 2019, Desa Banyuputih ini masih termasuk 46 desa yang mengalami kekeringan. Namun di tahun 2019 sudah bisa menggerakkan para relawan.  “Pada tahun 2020 ini sudah mampu membuat program tandon air bersih, sehingga bisa mengatasi bencana kekeringan yang melanda setiap tahunnya. Begitulah alasan kenapa kami memilih desa ini,” jelasnya.

Kukuh berharap, dalam desa tangguh bencana tersebut masyarakat bisa mengenali potensi bencana yang ada di daerahnya masing-masing. “Jadi, ketika sudah mengenali, bisa berupaya memperkuat diri dan mampu mengurangi bencana yang ada,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, mewakili Kabupaten Bondowoso dalam lomba Desa Tangguh Bencana (Destana) di Tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Desa Banyuputih dinilai tangguh dalam menghadapi ancaman bencana alam. Desa Banyuputih akan bersaing dengan puluhan desa dari puluhan kabupaten/kota di Jatim.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Kukuh Triyatmoko saat mengikuti acara penilaian lomba Destana di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Selasa (8/9) menerangkan, terpilihnya Desa Banyuputih itu karena melihat ketangguhan para relawan bencananya.

Terbukti dari tahun 2017, 2018, hingga 2019, Desa Banyuputih ini masih termasuk 46 desa yang mengalami kekeringan. Namun di tahun 2019 sudah bisa menggerakkan para relawan.  “Pada tahun 2020 ini sudah mampu membuat program tandon air bersih, sehingga bisa mengatasi bencana kekeringan yang melanda setiap tahunnya. Begitulah alasan kenapa kami memilih desa ini,” jelasnya.

Kukuh berharap, dalam desa tangguh bencana tersebut masyarakat bisa mengenali potensi bencana yang ada di daerahnya masing-masing. “Jadi, ketika sudah mengenali, bisa berupaya memperkuat diri dan mampu mengurangi bencana yang ada,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/