alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Sumbangan Peralatan untuk Pemberdayaan Usaha Perempuan di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pelaku usaha kecil di Kabupaten Bondowoso yang didominasi oleh emak-emak kembali mendapatkan bantuan. Kali ini, bantuan tersebut datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Jatim Puspa atau pemberdayaan usaha perempuan yang diberikan kepada para pelaku usaha di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, kemarin (9/8). Para penerima dilarang menjual atau melego alat bantuan tersebut.

Bantuan yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim. Program itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, alat usaha yang diterima itu bervariasi. Disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis usaha keluarga penerima manfaat (KPM). Nilai bantuan untuk masing-masing penerima Rp 2,5 juta. Bantuan mulai dari kulkas, alat penggorengan, timbangan, etalase, rombong, kompor, kasur untuk tukang pijat, dan alat usaha lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Usaha Ekonomi Desa DPMD Jawa Timur Kukuh Tri Sandi mengatakan, sasarannya adalah graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak lagi mendapatkan bantuan. Hingga saat ini, sudah ada 295 KPM di Bondowoso. Mereka tersebar pada sembilan desa di lima kecamatan. Adapun total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 866 juta lebih. “Karena mereka sudah lepas dari PKH, harapannya bisa lebih mandiri. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” katanya.

Menurut dia, sebanyak 295 KPM tersebut telah melalui verifikasi oleh pendamping desa yang dilakukan secara door to door. Kalau ada yang tidak layak, yakni meninggal atau pindah tempat, maka bisa diambilkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sementara itu, untuk memastikan bantuan tersebut tidak dijual, pihaknya menggandeng pendamping desa dan PKK. Sehingga mereka bisa selalu memantau. “Kami salurkan melalui desa agar desa merasa memiliki. Setelah alat disalurkan, desa bisa memberikan pembinaan,” jelasnya.

Kepala DPMD Kabupaten Bondowoso Haeriyah Yuliati menyampaikan, pelaku usaha kecil di sembilan desa di Kota Tape ini sudah mendapatkan bantuan alat melalui Jatim Puspa. “Ini bentuk kepedulian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk pemberdayaan perempuan. Penerimanya ibu-ibu yang merupakan tulang punggung keluarga,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pelaku usaha kecil di Kabupaten Bondowoso yang didominasi oleh emak-emak kembali mendapatkan bantuan. Kali ini, bantuan tersebut datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Jatim Puspa atau pemberdayaan usaha perempuan yang diberikan kepada para pelaku usaha di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, kemarin (9/8). Para penerima dilarang menjual atau melego alat bantuan tersebut.

Bantuan yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim. Program itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, alat usaha yang diterima itu bervariasi. Disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis usaha keluarga penerima manfaat (KPM). Nilai bantuan untuk masing-masing penerima Rp 2,5 juta. Bantuan mulai dari kulkas, alat penggorengan, timbangan, etalase, rombong, kompor, kasur untuk tukang pijat, dan alat usaha lainnya.

Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Usaha Ekonomi Desa DPMD Jawa Timur Kukuh Tri Sandi mengatakan, sasarannya adalah graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak lagi mendapatkan bantuan. Hingga saat ini, sudah ada 295 KPM di Bondowoso. Mereka tersebar pada sembilan desa di lima kecamatan. Adapun total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 866 juta lebih. “Karena mereka sudah lepas dari PKH, harapannya bisa lebih mandiri. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” katanya.

Menurut dia, sebanyak 295 KPM tersebut telah melalui verifikasi oleh pendamping desa yang dilakukan secara door to door. Kalau ada yang tidak layak, yakni meninggal atau pindah tempat, maka bisa diambilkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sementara itu, untuk memastikan bantuan tersebut tidak dijual, pihaknya menggandeng pendamping desa dan PKK. Sehingga mereka bisa selalu memantau. “Kami salurkan melalui desa agar desa merasa memiliki. Setelah alat disalurkan, desa bisa memberikan pembinaan,” jelasnya.

Kepala DPMD Kabupaten Bondowoso Haeriyah Yuliati menyampaikan, pelaku usaha kecil di sembilan desa di Kota Tape ini sudah mendapatkan bantuan alat melalui Jatim Puspa. “Ini bentuk kepedulian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk pemberdayaan perempuan. Penerimanya ibu-ibu yang merupakan tulang punggung keluarga,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pelaku usaha kecil di Kabupaten Bondowoso yang didominasi oleh emak-emak kembali mendapatkan bantuan. Kali ini, bantuan tersebut datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Jatim Puspa atau pemberdayaan usaha perempuan yang diberikan kepada para pelaku usaha di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, kemarin (9/8). Para penerima dilarang menjual atau melego alat bantuan tersebut.

Bantuan yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim. Program itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, alat usaha yang diterima itu bervariasi. Disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis usaha keluarga penerima manfaat (KPM). Nilai bantuan untuk masing-masing penerima Rp 2,5 juta. Bantuan mulai dari kulkas, alat penggorengan, timbangan, etalase, rombong, kompor, kasur untuk tukang pijat, dan alat usaha lainnya.

Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Usaha Ekonomi Desa DPMD Jawa Timur Kukuh Tri Sandi mengatakan, sasarannya adalah graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak lagi mendapatkan bantuan. Hingga saat ini, sudah ada 295 KPM di Bondowoso. Mereka tersebar pada sembilan desa di lima kecamatan. Adapun total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 866 juta lebih. “Karena mereka sudah lepas dari PKH, harapannya bisa lebih mandiri. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” katanya.

Menurut dia, sebanyak 295 KPM tersebut telah melalui verifikasi oleh pendamping desa yang dilakukan secara door to door. Kalau ada yang tidak layak, yakni meninggal atau pindah tempat, maka bisa diambilkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sementara itu, untuk memastikan bantuan tersebut tidak dijual, pihaknya menggandeng pendamping desa dan PKK. Sehingga mereka bisa selalu memantau. “Kami salurkan melalui desa agar desa merasa memiliki. Setelah alat disalurkan, desa bisa memberikan pembinaan,” jelasnya.

Kepala DPMD Kabupaten Bondowoso Haeriyah Yuliati menyampaikan, pelaku usaha kecil di sembilan desa di Kota Tape ini sudah mendapatkan bantuan alat melalui Jatim Puspa. “Ini bentuk kepedulian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk pemberdayaan perempuan. Penerimanya ibu-ibu yang merupakan tulang punggung keluarga,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/