alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Gembleng Tim Paskibra Bondowoso untuk Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upacara memperingati Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti bakal berbeda dari tahun-tahun sebelum pandemi. Sebab, selain jumlah pesertanya terbatas, waktu pelaksanaannya juga lebih awal. Selain itu, prosesi upacara juga hanya pengibaran bendera. Tanpa ada upacara penurunan bendera.

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda Olahraga pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Ririn Mardikaningrum mengatakan, meski secara teknis berbeda, tapi pihaknya tetap menggembleng tim pasukan pengibar bendera (paskibra). Bahkan, hingga kini, sebanyak 38 personel paskibra terus giat berlatih menyongsong detik-detik peringatan kemerdekaan tersebut.

Rencananya, kata dia, upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 tahun itu berlangsung di halaman Kantor Pemkab Bondowoso. Agendanya disesuaikan dengan surat pedoman dari Menteri Sekretaris Negara tertanggal 28 Juli lalu. “Untuk yang di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, pasukannya menyesuaikan petunjuk dari istana negara. Jumlah pesertanya juga menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan seleksi tim paskibra. Mereka berasal dari kalangan pelajar dari SMA/SMK sederajat. Total ada 38 peserta pelajar dan enam personel tambahan dari anggota TNI. Sementara, jumlah peserta upacara dibatasi. “Sesuai hasil rapat koordinasi, ada 40 peserta dari kalangan TNI/Polri, ditambah pasukan kami 38 dan pasukan tambahan enam orang dari TNI,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Apakah para pejabat teras Pemkab Bondowoso maupun forkopimda mengikuti agenda upacara itu? Ririn menjelaskan, forkopimda sudah ada agenda sendiri. Mereka mengikuti detik-detik upacara secara virtual pukul 10.00 langsung dari istana negara. “Sedangkan untuk upacara yang di daerah, seperti di Bondowoso, kami melakukan pukul 07.00. Jadi, lebih dulu daripada yang ada di istana negara,” imbuhnya.

Selain itu, tidak ada upacara penurunan bendera. Sebab, tidak mungkin digelar pada sore harinya lantaran keterbatasan waktu. “Seleksi tim paskibra ini kami laksanakan tiga hari untuk tingkat kabupaten. Sebab, di masing-masing sekolah sudah dilakukan seleksi. Perwakilan terbaik dikirimkan ikut seleksi level kabupaten,” lanjutnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upacara memperingati Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti bakal berbeda dari tahun-tahun sebelum pandemi. Sebab, selain jumlah pesertanya terbatas, waktu pelaksanaannya juga lebih awal. Selain itu, prosesi upacara juga hanya pengibaran bendera. Tanpa ada upacara penurunan bendera.

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda Olahraga pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Ririn Mardikaningrum mengatakan, meski secara teknis berbeda, tapi pihaknya tetap menggembleng tim pasukan pengibar bendera (paskibra). Bahkan, hingga kini, sebanyak 38 personel paskibra terus giat berlatih menyongsong detik-detik peringatan kemerdekaan tersebut.

Rencananya, kata dia, upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 tahun itu berlangsung di halaman Kantor Pemkab Bondowoso. Agendanya disesuaikan dengan surat pedoman dari Menteri Sekretaris Negara tertanggal 28 Juli lalu. “Untuk yang di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, pasukannya menyesuaikan petunjuk dari istana negara. Jumlah pesertanya juga menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah,” bebernya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan seleksi tim paskibra. Mereka berasal dari kalangan pelajar dari SMA/SMK sederajat. Total ada 38 peserta pelajar dan enam personel tambahan dari anggota TNI. Sementara, jumlah peserta upacara dibatasi. “Sesuai hasil rapat koordinasi, ada 40 peserta dari kalangan TNI/Polri, ditambah pasukan kami 38 dan pasukan tambahan enam orang dari TNI,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Apakah para pejabat teras Pemkab Bondowoso maupun forkopimda mengikuti agenda upacara itu? Ririn menjelaskan, forkopimda sudah ada agenda sendiri. Mereka mengikuti detik-detik upacara secara virtual pukul 10.00 langsung dari istana negara. “Sedangkan untuk upacara yang di daerah, seperti di Bondowoso, kami melakukan pukul 07.00. Jadi, lebih dulu daripada yang ada di istana negara,” imbuhnya.

Selain itu, tidak ada upacara penurunan bendera. Sebab, tidak mungkin digelar pada sore harinya lantaran keterbatasan waktu. “Seleksi tim paskibra ini kami laksanakan tiga hari untuk tingkat kabupaten. Sebab, di masing-masing sekolah sudah dilakukan seleksi. Perwakilan terbaik dikirimkan ikut seleksi level kabupaten,” lanjutnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upacara memperingati Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti bakal berbeda dari tahun-tahun sebelum pandemi. Sebab, selain jumlah pesertanya terbatas, waktu pelaksanaannya juga lebih awal. Selain itu, prosesi upacara juga hanya pengibaran bendera. Tanpa ada upacara penurunan bendera.

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda Olahraga pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Ririn Mardikaningrum mengatakan, meski secara teknis berbeda, tapi pihaknya tetap menggembleng tim pasukan pengibar bendera (paskibra). Bahkan, hingga kini, sebanyak 38 personel paskibra terus giat berlatih menyongsong detik-detik peringatan kemerdekaan tersebut.

Rencananya, kata dia, upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 tahun itu berlangsung di halaman Kantor Pemkab Bondowoso. Agendanya disesuaikan dengan surat pedoman dari Menteri Sekretaris Negara tertanggal 28 Juli lalu. “Untuk yang di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, pasukannya menyesuaikan petunjuk dari istana negara. Jumlah pesertanya juga menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah,” bebernya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan seleksi tim paskibra. Mereka berasal dari kalangan pelajar dari SMA/SMK sederajat. Total ada 38 peserta pelajar dan enam personel tambahan dari anggota TNI. Sementara, jumlah peserta upacara dibatasi. “Sesuai hasil rapat koordinasi, ada 40 peserta dari kalangan TNI/Polri, ditambah pasukan kami 38 dan pasukan tambahan enam orang dari TNI,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Apakah para pejabat teras Pemkab Bondowoso maupun forkopimda mengikuti agenda upacara itu? Ririn menjelaskan, forkopimda sudah ada agenda sendiri. Mereka mengikuti detik-detik upacara secara virtual pukul 10.00 langsung dari istana negara. “Sedangkan untuk upacara yang di daerah, seperti di Bondowoso, kami melakukan pukul 07.00. Jadi, lebih dulu daripada yang ada di istana negara,” imbuhnya.

Selain itu, tidak ada upacara penurunan bendera. Sebab, tidak mungkin digelar pada sore harinya lantaran keterbatasan waktu. “Seleksi tim paskibra ini kami laksanakan tiga hari untuk tingkat kabupaten. Sebab, di masing-masing sekolah sudah dilakukan seleksi. Perwakilan terbaik dikirimkan ikut seleksi level kabupaten,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/