alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Cara Kreatif Pak Bejo Penjual Mi Ayam di Bondowoso untuk Menarik Pelanggan

Ada banyak cara yang dilakukan pelaku usaha untuk memikat pelanggan. Seperti yang dilakukan oleh pria yang biasa disapa Pak Bejo ini. Ia menjual mi ayam dengan berbagai jargon. Ini digunakan untuk mengundang rasa penasaran hingga konsumen tertarik membeli dagangannya.

Mobile_AP_Rectangle 1

Ternyata, maksud dari jargon itu bukan berarti bisa mendapatkan mi ayam tersebut secara gratis. Melainkan, tetap harus membayar yang disertai dengan senyuman dari pembeli. “Masak gratis. Terus yang mengganti modalnya siapa?” ungkapnya sembari tersenyum.

Ditanya apakah tidak takut dikira membohongi orang, pria ini dengan santainya menjawab bahwa tulisan itu hanya bercanda. Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa dalam tulisan di rombongnya memang tidak ada kata yang mengatakan gratis. “Coba dilihat, tidak ada kata gratisnya kan? Jadi, saya tidak bohong,” ujarnya sembari menunjukan tulisan yang ada di depan rombong jualannya itu.

Seakan tidak kehabisan kata-kata untuk label jualannya, ia ke depan akan kembali mengganti tulisan di rombongnya dengan kata-kata unik yang berbeda. “Bahkan, nanti rencananya mau saya ganti lagi. Yang senyum gratis. Senyum kan memang tidak bayar. Kalau ada yang beli mi ayam, ya, tetap bayar,” tutur pria asal Solo ini, kemudian terkekeh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nyatanya, motivasi Pak Bejo membuat tulisan-tulisan tersebut agar orang senang dan tersenyum. Apalagi, menurut dia, orang yang tersenyum itu juga ibadah. “Hidup ini memang sulit. Jalani saja dan tetap tersenyum agar kamu selalu bahagia,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Didik
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Ternyata, maksud dari jargon itu bukan berarti bisa mendapatkan mi ayam tersebut secara gratis. Melainkan, tetap harus membayar yang disertai dengan senyuman dari pembeli. “Masak gratis. Terus yang mengganti modalnya siapa?” ungkapnya sembari tersenyum.

Ditanya apakah tidak takut dikira membohongi orang, pria ini dengan santainya menjawab bahwa tulisan itu hanya bercanda. Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa dalam tulisan di rombongnya memang tidak ada kata yang mengatakan gratis. “Coba dilihat, tidak ada kata gratisnya kan? Jadi, saya tidak bohong,” ujarnya sembari menunjukan tulisan yang ada di depan rombong jualannya itu.

Seakan tidak kehabisan kata-kata untuk label jualannya, ia ke depan akan kembali mengganti tulisan di rombongnya dengan kata-kata unik yang berbeda. “Bahkan, nanti rencananya mau saya ganti lagi. Yang senyum gratis. Senyum kan memang tidak bayar. Kalau ada yang beli mi ayam, ya, tetap bayar,” tutur pria asal Solo ini, kemudian terkekeh.

Nyatanya, motivasi Pak Bejo membuat tulisan-tulisan tersebut agar orang senang dan tersenyum. Apalagi, menurut dia, orang yang tersenyum itu juga ibadah. “Hidup ini memang sulit. Jalani saja dan tetap tersenyum agar kamu selalu bahagia,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Didik
Redaktur : Mahrus Sholih

Ternyata, maksud dari jargon itu bukan berarti bisa mendapatkan mi ayam tersebut secara gratis. Melainkan, tetap harus membayar yang disertai dengan senyuman dari pembeli. “Masak gratis. Terus yang mengganti modalnya siapa?” ungkapnya sembari tersenyum.

Ditanya apakah tidak takut dikira membohongi orang, pria ini dengan santainya menjawab bahwa tulisan itu hanya bercanda. Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa dalam tulisan di rombongnya memang tidak ada kata yang mengatakan gratis. “Coba dilihat, tidak ada kata gratisnya kan? Jadi, saya tidak bohong,” ujarnya sembari menunjukan tulisan yang ada di depan rombong jualannya itu.

Seakan tidak kehabisan kata-kata untuk label jualannya, ia ke depan akan kembali mengganti tulisan di rombongnya dengan kata-kata unik yang berbeda. “Bahkan, nanti rencananya mau saya ganti lagi. Yang senyum gratis. Senyum kan memang tidak bayar. Kalau ada yang beli mi ayam, ya, tetap bayar,” tutur pria asal Solo ini, kemudian terkekeh.

Nyatanya, motivasi Pak Bejo membuat tulisan-tulisan tersebut agar orang senang dan tersenyum. Apalagi, menurut dia, orang yang tersenyum itu juga ibadah. “Hidup ini memang sulit. Jalani saja dan tetap tersenyum agar kamu selalu bahagia,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Didik
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/