alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Waspada Serangan Wereng Batang Cokelat

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurutnya, cuaca kemarau basah yang menyebabkan kelembaban tinggi juga bisa memicu berkembangnya wereng batang cokelat semakin meningkat. “Wereng batang cokelat sekali berkembang biak bisa sampai 200-300 telur,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya mengantisipasi dengan melakukan penyemprotan pada lahan yang juga terdampak agar tak meluas. Pihaknya akan meninjau kembali sepekan kemudian. Jika masih ditemukan hama serupa, maka akan dilakukan penyemprotan ulang. “Bagi petani di daerah Bondowoso, bisa melaporkan ke Dispertan. Pertama, ke kelompok taninya dulu, kemudian ke PPL,” ujarnya.

Adapun ciri-ciri padi yang diserang hama tersebut adalah daunnya mulai menguning karena nutrisi di batangnya disedot. “Kalau terlambat, fatal. Tak bisa diselamatkan,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Koordinator POPT Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Solimin menyebutkan bahwa memang dari laporan serangan hama wereng batang cokelat, Desa Sukowiryo menjadi yang terluas sejak Maret hingga Juli. “Sebelumnya 1,8 hektare, yang banyak di sini. Karena itu, kami gerak cepat. Kemarin, yang ada itu 3,8 atau 3,7 hektare,” terangnya.

Pihaknya mengimbau agar petani padi di Bondowoso tetap mengontrol tanamannya dari serangan wereng batang cokelat. “Kalau ada, segera laporkan ke petugas,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Menurutnya, cuaca kemarau basah yang menyebabkan kelembaban tinggi juga bisa memicu berkembangnya wereng batang cokelat semakin meningkat. “Wereng batang cokelat sekali berkembang biak bisa sampai 200-300 telur,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya mengantisipasi dengan melakukan penyemprotan pada lahan yang juga terdampak agar tak meluas. Pihaknya akan meninjau kembali sepekan kemudian. Jika masih ditemukan hama serupa, maka akan dilakukan penyemprotan ulang. “Bagi petani di daerah Bondowoso, bisa melaporkan ke Dispertan. Pertama, ke kelompok taninya dulu, kemudian ke PPL,” ujarnya.

Adapun ciri-ciri padi yang diserang hama tersebut adalah daunnya mulai menguning karena nutrisi di batangnya disedot. “Kalau terlambat, fatal. Tak bisa diselamatkan,” imbuhnya.

Koordinator POPT Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Solimin menyebutkan bahwa memang dari laporan serangan hama wereng batang cokelat, Desa Sukowiryo menjadi yang terluas sejak Maret hingga Juli. “Sebelumnya 1,8 hektare, yang banyak di sini. Karena itu, kami gerak cepat. Kemarin, yang ada itu 3,8 atau 3,7 hektare,” terangnya.

Pihaknya mengimbau agar petani padi di Bondowoso tetap mengontrol tanamannya dari serangan wereng batang cokelat. “Kalau ada, segera laporkan ke petugas,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Menurutnya, cuaca kemarau basah yang menyebabkan kelembaban tinggi juga bisa memicu berkembangnya wereng batang cokelat semakin meningkat. “Wereng batang cokelat sekali berkembang biak bisa sampai 200-300 telur,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya mengantisipasi dengan melakukan penyemprotan pada lahan yang juga terdampak agar tak meluas. Pihaknya akan meninjau kembali sepekan kemudian. Jika masih ditemukan hama serupa, maka akan dilakukan penyemprotan ulang. “Bagi petani di daerah Bondowoso, bisa melaporkan ke Dispertan. Pertama, ke kelompok taninya dulu, kemudian ke PPL,” ujarnya.

Adapun ciri-ciri padi yang diserang hama tersebut adalah daunnya mulai menguning karena nutrisi di batangnya disedot. “Kalau terlambat, fatal. Tak bisa diselamatkan,” imbuhnya.

Koordinator POPT Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Solimin menyebutkan bahwa memang dari laporan serangan hama wereng batang cokelat, Desa Sukowiryo menjadi yang terluas sejak Maret hingga Juli. “Sebelumnya 1,8 hektare, yang banyak di sini. Karena itu, kami gerak cepat. Kemarin, yang ada itu 3,8 atau 3,7 hektare,” terangnya.

Pihaknya mengimbau agar petani padi di Bondowoso tetap mengontrol tanamannya dari serangan wereng batang cokelat. “Kalau ada, segera laporkan ke petugas,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/