alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Waspada Serangan Wereng Batang Cokelat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hati petani Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, tengah waswas. Pasalnya, sekitar 18 hektare lahan pertanian terdampak hama wereng batang cokelat. Jika penanganannya terlambat, akan menyebabkan padi tidak bisa diselamatkan. Apalagi padinya belum berbiji.

Karena yang diserang adalah batangnya, padi menguning sebelum waktunya. Akhirnya pertumbuhan padi tidak akan maksimal serta terancam gagal panen.

Dinas Pertanian (Dispertan) Bondowoso meminta kepada para petani untuk segera melapor melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) jika terjadi hal serupa. Kejadian di Sukowiryo ini masih bisa diselamatkan karena kelompok tani (poktan) setempat langsung melapor ke PPL setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan laporan itu, mereka kemudian mendapat pestisida gratis dari Dispertan. Akhirnya, sejumlah lahan yang dilaporkan terkena hama tersebut disemprot dengan cairan pestisida yang didapatkan dari dinas terkait.

Dispertan Bondowoso melalui PPL bersama petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), mantri tani, dan sejumlah petani melakukan penyemprotan pestisida masal gratis di lahan milik petani yang diserang hama, Selasa (9/7).

Dedi, salah seorang petani, mengatakan, selama ini di kawasan tersebut memang sudah biasa terjadi hama wereng batang cokelat. Tapi, yang terparah adalah saat ini. Menyerang 2,5 hektare sawah yang ditanami padi.

Tak hanya itu, belasan hektare sawah pun ikut terdampak. Bahkan, sudah ada lahan yang mengalami gagal panen. “Karena khawatir semakin luas, maka kami pun berkoordinasi dengan Dispertan untuk dilakukan penyemprotan masal ini,” katanya.

Petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), Sumantri, mengatakan bahwa lahan yang terserang hama mencapai 2,5 hektare. Hanya, kondisi ini bisa berdampak terhadap belasan hektare lahan lainnya. Mengingat hama wereng batang cokelat ini sering kali bermigrasi ke tanaman yang lebih muda.

Menurutnya, ada beberapa varietas padi yang tak tahan wereng batang cokelat. Seperti Sintanor, IR64, Impari 33, Impari 43, ketan, hibrida, dan jelita. “Ini yang terserang sekarang Sintanor dan Impari 43,” jelasnya, saat dikonfirmasi di sela-sela penyemprotan pestisida.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hati petani Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, tengah waswas. Pasalnya, sekitar 18 hektare lahan pertanian terdampak hama wereng batang cokelat. Jika penanganannya terlambat, akan menyebabkan padi tidak bisa diselamatkan. Apalagi padinya belum berbiji.

Karena yang diserang adalah batangnya, padi menguning sebelum waktunya. Akhirnya pertumbuhan padi tidak akan maksimal serta terancam gagal panen.

Dinas Pertanian (Dispertan) Bondowoso meminta kepada para petani untuk segera melapor melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) jika terjadi hal serupa. Kejadian di Sukowiryo ini masih bisa diselamatkan karena kelompok tani (poktan) setempat langsung melapor ke PPL setempat.

Berdasarkan laporan itu, mereka kemudian mendapat pestisida gratis dari Dispertan. Akhirnya, sejumlah lahan yang dilaporkan terkena hama tersebut disemprot dengan cairan pestisida yang didapatkan dari dinas terkait.

Dispertan Bondowoso melalui PPL bersama petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), mantri tani, dan sejumlah petani melakukan penyemprotan pestisida masal gratis di lahan milik petani yang diserang hama, Selasa (9/7).

Dedi, salah seorang petani, mengatakan, selama ini di kawasan tersebut memang sudah biasa terjadi hama wereng batang cokelat. Tapi, yang terparah adalah saat ini. Menyerang 2,5 hektare sawah yang ditanami padi.

Tak hanya itu, belasan hektare sawah pun ikut terdampak. Bahkan, sudah ada lahan yang mengalami gagal panen. “Karena khawatir semakin luas, maka kami pun berkoordinasi dengan Dispertan untuk dilakukan penyemprotan masal ini,” katanya.

Petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), Sumantri, mengatakan bahwa lahan yang terserang hama mencapai 2,5 hektare. Hanya, kondisi ini bisa berdampak terhadap belasan hektare lahan lainnya. Mengingat hama wereng batang cokelat ini sering kali bermigrasi ke tanaman yang lebih muda.

Menurutnya, ada beberapa varietas padi yang tak tahan wereng batang cokelat. Seperti Sintanor, IR64, Impari 33, Impari 43, ketan, hibrida, dan jelita. “Ini yang terserang sekarang Sintanor dan Impari 43,” jelasnya, saat dikonfirmasi di sela-sela penyemprotan pestisida.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hati petani Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, tengah waswas. Pasalnya, sekitar 18 hektare lahan pertanian terdampak hama wereng batang cokelat. Jika penanganannya terlambat, akan menyebabkan padi tidak bisa diselamatkan. Apalagi padinya belum berbiji.

Karena yang diserang adalah batangnya, padi menguning sebelum waktunya. Akhirnya pertumbuhan padi tidak akan maksimal serta terancam gagal panen.

Dinas Pertanian (Dispertan) Bondowoso meminta kepada para petani untuk segera melapor melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) jika terjadi hal serupa. Kejadian di Sukowiryo ini masih bisa diselamatkan karena kelompok tani (poktan) setempat langsung melapor ke PPL setempat.

Berdasarkan laporan itu, mereka kemudian mendapat pestisida gratis dari Dispertan. Akhirnya, sejumlah lahan yang dilaporkan terkena hama tersebut disemprot dengan cairan pestisida yang didapatkan dari dinas terkait.

Dispertan Bondowoso melalui PPL bersama petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), mantri tani, dan sejumlah petani melakukan penyemprotan pestisida masal gratis di lahan milik petani yang diserang hama, Selasa (9/7).

Dedi, salah seorang petani, mengatakan, selama ini di kawasan tersebut memang sudah biasa terjadi hama wereng batang cokelat. Tapi, yang terparah adalah saat ini. Menyerang 2,5 hektare sawah yang ditanami padi.

Tak hanya itu, belasan hektare sawah pun ikut terdampak. Bahkan, sudah ada lahan yang mengalami gagal panen. “Karena khawatir semakin luas, maka kami pun berkoordinasi dengan Dispertan untuk dilakukan penyemprotan masal ini,” katanya.

Petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), Sumantri, mengatakan bahwa lahan yang terserang hama mencapai 2,5 hektare. Hanya, kondisi ini bisa berdampak terhadap belasan hektare lahan lainnya. Mengingat hama wereng batang cokelat ini sering kali bermigrasi ke tanaman yang lebih muda.

Menurutnya, ada beberapa varietas padi yang tak tahan wereng batang cokelat. Seperti Sintanor, IR64, Impari 33, Impari 43, ketan, hibrida, dan jelita. “Ini yang terserang sekarang Sintanor dan Impari 43,” jelasnya, saat dikonfirmasi di sela-sela penyemprotan pestisida.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca